Entah kenapa pikiranku ketika istri kedua cium tangan dan peluk yg kedua kalinya, fikiranku berbicara "Maaf ya teh,suaminya di pinjem dulu sama aku".🫢
Isteri pertama hatinya seluas samudera,Masya Allah.
Sedih sih tapi mereka bahagia.
Dan mereka bahagia karena apa ya🤔🤔
IKN : DILANJUTKAN ATAU DIHENTIKAN ?
Terdapat kontraversi apakah Ibu Kota Nusantara (IKN) dilanjutkan atau dihentikan ?
Yang tidak kontraversial adalah pembangunan IKN adalah ambisi pribadi Jokowi krn : (1) tdk ada dalam Visi dan Misi, (2) tdk ada dalam RPJMN, (3) hanya disampaikan pada Pidato kenegaraan tgl 16 Agustus 2019.
Ada 4 (empat) alternatif tindak lanjut pembangunan IKN ke depan, yaitu : (1) diberhentikan, (2) dilanjutkan terbatas, (3) dilanjutkan lengkap dan jangka panjang, (4) dilanjutkan lengkap dipercepat.
1) Dihentikan : (1) mengurangi pengeluaran rakyat, (2) penataan ulang pemanfaatan IKN dg menjadikan sbg Ibu Kota Kaltim dan kota wisata.
2) Dilanjutkan Terbatas. (1) menghemat uang rakyat, (2) hanya difungsikan sebagai salah satu Istana Negara dan pengendalian pemerintahan, (3) perkembangannya diserahkan kepada mekakisme pasar
3) Dilanjutkan lengkap jangka panjang (20-30 tahun) : (1) akan menghabiskan uang sktr Rp 2.000 trilyun, (2) tidak memiliki dampak yg signifikan, (3) hanya melepaskan tanah milik negara ke investor selama 190 tahun.
4. Dilanjutkan lengkap dipercepat : (1) akan habiskan uang sktr Rp 1.500 trilyun, (2) asset negara di Jakarta akan dijual utk biaya IKN, (3) kita akan kehilangan asset di Jkt dan sebagian besar akan menyewa gedung milik oligarki di IKN, artinya kita kehilangan Ibu Kota Jakarta dan pindah ke IKN sebagai penyewa.
Semoga Presiden Prabowo realistis dalam mengambil keputusan terkait keberlanjutan proyek MERCUSUAR IKN.
Kalau saya ditanya maka saya pilih alternatif 1) hentikan dan alihkan ke Pemda
Bapak Presiden @prabowo, selamat mengemban amanah kepemerintahan bersama Bapak Wakil Presiden @gibran_tweet. Semoga petunjuk Allah terus tercurah pada Bapak, dan juga terus diberi kesehatan, kekuatan dan perlindungan dalam mengemban tugas amat besar dan penting ini.
Foto: Runi Sari
UCAPAN TERIMAKASIH DAN TESTIMONIKU:
1) Semalam KPUD Sumut telah melakukan pleno. Terimakasih utk 12.461 suara yg telah memilih saya di Dapil 3 Sumut. Mohon maaf saya belum terpilih.
Namun suara dari teman2 ini jadi tambahan sehingga 1 kursi DPR-RI di Dapil ini di dapat oleh kami Demokrat. Walau bukan saya yg duduk, amanah dari suara teman2 ini akan kami jaga dan salurkan melalui perwakilan yg nanti duduk di parlemen.
Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas pilihannya ini.🙏
2) Semoga kedepan Pileg kita jadi lebih baik. Politik uang yg merusak ini dapat hilang.
3) Bersama dgn ini saya juga memohon maaf ke publik dan masyarakat luas karena telah menjadi pejuang sistem terbuka di MK kemarin. Yg ternyata membuat Pileg kali ini jadi lebih “bar-bar” di semua tingkatan. Tanpa pandang bulu mulai DPRD Kab/Kota, Propinsi sampai RI.
Dengan ini saya mengubah pandangan dan posisi saya atas itu. Krn melihat realitas dan praktek di pemilu kali ini, ternyata saya telah salah berjuang mempertahankan sistem ini.
4) Sistem terbuka ini hanya akan efektif jika dibarengi penindakan terhadap politik uang yg terjadi. Itu kuncinya. Tanpa itu, dari pemilu ke pemilu sistem ini akan membuat pemilu legislatif kita tambah rusak.
Semua caleg “terpaksa” nebar uang atau sejenisnya ke rakyat. Tanpa itu tidak ada jaminan dia dipilih. Rakyat juga menyambut dgn hangat. Bahkan inilah yg diharapkan datang. Pileg akhirnya jadi ajang banyak-banyakan mendata orang dan nebar uang. Dan ini sudah di level dianggap normal bahkan harus dilakukan jika maju pileg.
Membagikan ide tidak lagi penting seperti lazimnya pemilu, yg penting membagikan uang dan banyak-banyakan uang. Krn ini kunci terpilih. Belum lagi pemilunya barengan, fokus akhirnya lebih ke Pilpres. Pileg jadi “anak tiri”. Mendesak Pileg dan Pilpres kembali dipisah! Sehingga pelaksanaan/pengawasan Pileg fokus. Tidak terbagi.
5) Sebagai peserta yg ada dilapangan ikut pemilu, harus saya katakan: “mungkin 99 porsen caleg terpilih di pemilu kali ini krn politik uang atau varian sejenisnya. Dan ini terjadi di semua tingkatan. Mulai Kab/Kota sampai RI. Mungkin 1 porsen saja yg murni terpilih tidak melakukan itu. Namun yg sudah membagi uang tidak terpilih jumlahnya lebih banyak lagi”.
Inilah realitas di Pileg kita kali ini. Pileg yg lalu sebenarnya juga sudah terjadi, namun kali ini lebih bar-bar. Silahkan tanya ke teman2 yg terpilih — atau tidak terpilih namun suaranya signifikan diatas puluhan ribu — dia habis berapa? Atau dia nyebar berapa puluh atau ratus ribu amplop? Errornya berapa porsen? Dll.
6) Apakah keadaan ini ingin terus kita diam-diamkan? Apalagi pertahankan? Seakan-akan semua berjalan normal, benar dan baik-baik saja?
Tentu jawabnya tidak! Mari kita benahi dan perbaiki.
7) Kpd seluruh teman2 yg terpilih: saya ucapkan selamat. Walau terpilih — karena teman2 juga adalah “korban” dari sistem dan Pileg yg mahal ini — ketika nanti sudah duduk di DPR, melalui prosedur legislasi tolong ubah sistem ini. Agar pelan2 money politik ini berkurang & hilang. Tidak terus tambah bar-bar dari pemilu ke pemilu.
8) Ketika penindakan thdp politik uang gagal/tidak jalan — krn semua sudah menganggap ini “wajar” dilakukan — maka yg tersisa tinggal mengubah sistemnya. Walau belum tentu juga efektif.
Sebagaimana ucapan Roscoe Pound yg terkenal: “law as a tool of social engineering”. Mari kita ubah sistem terbuka ini jika tidak dibarengi penindakan. Semua agama sudah menyatakan politik uang haram. UU juga sudah menyatakan ini pidana pemilu. Namun faktanya semua gagal.
9) Akhir kata, sekali lagi saya ucapkan terimakasih kpd semua yg telah memilih saya di Dapil 3 Sumut.
Walau saya tidak terpilih, silahkan 12 ribu yg telah memilih saya tetap kita berhubungan. Walau bukan dgn “power” atau kewenangan yg dimiliki sebuah lembaga (krn saya tidak duduk), semoga dgn ilmu yg saya punya, saya tetap bisa membantu teman2 semua.
Demikian yg bisa saya sampaikan. Diberikan kesehatan utk kita semua.
Hormatku,
— JANSEN SITINDAON
Jokowi berkuasa dengan strategi "quick wins" lewat proyek infrastruktur dan aneka "cash transfer", karena paling mudah terlihat.
Tak ada terobosan di sektor lain seperti hukum, kesehatan, agraria, lingkungan.
APBN pun kedodoran. BBM dinaikkan. Solusinya: "cash transfer" lagi.
Bagaimana G.J. Resink Membongkar Mitos 350 Tahun Penjajahan Belanda
- UTAS -
Sebuah ramalan begitu populer di Indonesia pada akhir masa pendudukan Jepang. Nujum itu, yang dikeluarkan oleh Jayabaya, penguasa Kerajaan Kediri yang bertakhta pada abad ke-12, menyebutkan bahwa
Horas Sobat BRI Medan!
Yuk, ikutan Pesta Rakyat Simpedes 2022 @BANKBRI_ID, 22–24 Juli di Lapangan Banteng Medan! Ada penampilan Slank, Tipe - X, Wali, Jamrud dan masih banyak lagi! Selain Panggung PRS, ada karnaval, pasar murah UMKM, dan panen hadiah, lho! #PRS2022
Pertemuan penting dua pencetus mobil berteknologi masa depan.
Tesla vs Esemka
Mungkin @elonmusk sedang melobi @jokowi untuk mengadaptasi fitur "invisible mode of madness" yang dipakai oleh Esemka.