Gila orang Jepang tuh gini yah kekerasan dibalut komedi
Njir shock bgt membernya di gituin sama mereka kaya dibully trs di ketawain
Gw bukan fansnya aja gak trima bgt anjir cewe2 digituin
Andrew Kalaweit spill hutan Kalimantan DIBAKAR buat tanam kelapa sawit 😤
Andrew bilang kalau hutan itu gak mendadak kebakaran sendiri, tapi emang sengaja dibakar buat pembukaan lahan kelapa sawit.
Andrew & keluarganya selama ini tinggal di hutan Kalimantan, buat menjaga area itu tetap aman bagi para satwa & tumbuhan.
Tapi, kebakaran yg melanda hampir semua titik di Kalimantan itu bikin dia akhirnya speak up keras.
#PRAYFORKALIMANTAN
Andrew Kalaweit turut merespons pernyataan salah satu user Threads/Kintan Meydia yang menegaskan bahwa hutan di Kalimantan dibakar, bukan sekadar kebakar.
Menanggapi pernyataan tersebut, Andrew memberikan jawaban singkat dan tegas: “Betul!”
Respons tersebut kemudian mendapat ribuan likes dan repost.
48 ruko ludes di Sungai Duri, jalur nasional Pontianak–Singkawang sempat lumpuh dan antrean kendaraan mengular.
Kabut asap bikin puluhan penerbangan delay. Belum selesai, sekitar 6 jam kemudian 18 ruko di Sekadau ikut terbakar.
Kalimantan Barat lagi nggak baik-baik aja.
Tapi kok beritanya terasa sesunyi ini? Dan sekarang pertanyaannya: apa kabar kabut Kalimantan?
-star Throwback T.O.P BIGBANG kiss Lee Hyori di Mnet Music Festival 2008
Kalau kejadian di gen sekarang, agensi pasti sibuk clarification , truk LED fans berjejer di jalanan Korea dan ceweknya yg kena hujat abis²an😭
Penampakan seekor bekantan di atas rumah warga di Nagara, Kalsel.
kasihan banget ya Allah... habitatnya udah habis kebakar, makin bingung mau mengungsi ke mana lagi selain ke atap rumah warga. kita yang cuma kena asapnya aja udah engap, apalagi mereka yang rumahnya beneran hilang 💔
Akad temen gue batal 2 jam sebelum penghulu dateng, pas 400 kursi udah tertata rapi.
Yang batalin bukan keluarganya, bukan calonnya, tapi dia sendiri, di kamar rias, kebaya udah lengkap, riasan udah kelar.
Cuma satu kalimat ke ibunya, pelan, gak pake nangis.
Gue salah satu yang bantu beresin kursi sore itu.
Dan gue baru ngerti duduk perkaranya sebulan kemudian.
Dia 28, calonnya 31, pacaran 3 tahun 2 bulan.
Dari luar semuanya udah jalan, undangan 380 lembar udah nyebar, seragam keluarga 46 potong udah dibagiin, DP gedung 27 juta udah masuk dari 5 bulan sebelumnya.
Waktu dia cerita ke gue, dia bilang keputusannya bukan muncul pagi itu.
Kalau ditarik mundur, tanda-tandanya udah numpuk dari empat bulan sebelum hari H.
Empat bulan sebelum hari H, obrolan soal tinggal di mana.
Dia minta ngontrak deket kantornya, calonnya minta di rumah ortu dulu biar hemat.
Belum sempet ketemu tengahnya, ibunya calon udah keburu benerin kamar buat mereka berdua.
Dia ngalah, dan waktu itu dia masih nganggep itu ngalah biasa.
Dua bulan sebelum hari H, jumlah tamu naik dari 250 jadi 400.
Yang nambah semua dari pihak calon, tapi selisih biayanya nempel ke keluarga dia, karena akadnya di rumah dia.
Bapaknya sempet nanya baik-baik soal itu.
Jawabannya lewat tante si cowok, bukan lewat calonnya sendiri.
Lima minggu sebelum hari H, dia masuk rumah sakit 2 malem gara-gara tipes.
Calonnya dateng sekali, 40 menit, sambil buru-buru karena ada urusan seragam.
Yang nginep nemenin dia malah sepupunya.
Dia bilang ke gue, malem itu pertama kalinya dia mikirin hal yang gak berani dia namain.
Dua minggu sebelum hari H, dia akhirnya ngajak ngomong serius.
Dia sebutin semuanya, soal rumah, soal biaya tamu, soal rumah sakit.
Calonnya jawab, "nanti kalau udah nikah juga beres sendiri, sekarang jangan dibikin ribet."
Tiga hal yang beda-beda, ditutup satu kalimat yang sama.
Tiga hari sebelum hari H, badannya mulai ngasih kode.
Tidur paling lama 3 jam, makan cuma masuk beberapa suap, tiap inget hari H perutnya mules.
Dia cerita ke ibunya, dan ibunya jawab, "sabar, undangan udah nyebar semua."
Dia nurut, dan tetep lanjut nyiapin.
Pagi hari H, jam setengah 7, calonnya mampir ke kamar rias sebentar.
Dia nanya satu hal terakhir, soal nanti kalau ada yang gak cocok di rumah ortu, siapa yang bakal ngomong ke ibunya.
Calonnya jawab sambil ketawa, "ya kamu lah, kan kamu yang tinggal di situ nanti."
Tiga tahun lebih, dan itu jawaban yang paling jujur yang pernah dia denger.
Jam setengah 9, dua jam sebelum penghulu dateng, dia manggil ibunya masuk.
Kalimatnya cuma, "Bu, aku gak sanggup. Kalau aku lanjut, aku bakal sendirian seumur hidup di rumah orang."
Bapaknya yang akhirnya keluar ngomong ke tamu yang udah dateng duluan.
Gak ada yang teriak, gak ada yang gebrak meja.
Yang paling kedengeran malem itu cuma suara kursi digeser.
Setelah itu rame, jelas.
Dia dibilang mempermalukan dua keluarga, ibunya dibilang gagal ngedidik, bapaknya dibilang gak enak diajak kompromi.
Sampe sekarang, setahun lewat, masih ada yang ungkit tiap ada kondangan.
Tapi dia bilang ke gue, malem itu dia tidur 9 jam, dan itu tidur paling nyenyak dalam dua bulan terakhir.
Yang paling nempel buat gue, kalimat bapaknya waktu kami ngangkatin kursi.
"Undangan itu 380 lembar. Anak saya cuma satu."
Kalau lo lagi nyiapin acara dan ada yang terus ganjel, jangan ditelen sendiri cuma karena semuanya udah kadung jalan.
Share ke temen lo yang lagi nyiapin nikahan.
Astaghfirullah kok ada perlombaan yg gak mendidik begini , memalukan banget di lihat anak anak . Harusnya perlombaan 2 yg gak senonoh begini di larang .
Di mana otaknya itu yg ikut perlombaan & penyelenggara nya 🤦♂️
Sumber : fb/ahmad bustomi
Pembalut sekali pakai (disposable) -> bungkus & buang, tidak perlu dicuci.
Pembalut kain (reusable) -> harus dicuci karena dipakai berulang, tapi alasannya kebersihan (mencegah bakteri/jamur akibat sisa darah yang lembap), bukan karena jin.