“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Mantab mbak 👍🏻
Terus berisik smp MBG berhenti.
Tone deaf hrs dibongkar
Evaluasi MBG
Tidak sekedar ganti kepala, cari sumber dana yg baru, suspen bbrp SPPG.
Tp menghentikan dahulu, evaluasi besar2an..
Krn klo tidak, APBN akan terus bocor & sasaran tdk pernah tercapai.
Proyek apa program sih? 😒
Kegiatan penyampaian pendapat oleh elemen mahasiswa pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 15.36 WIB di kawasan Pertigaan Colombo, UNY Gejayan.
Sc: Lydia
#GejayanMemanggil
Saat aksi geruduk kantor Badan Gizi Nasional (BGN) berlangsung, seorang ibu pedagang melintas. Kemudian dengan lantang ia meluapkan kemarahannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
#MBG#Watchdoc
Saat hendak menuju lokasi salat Jumat, massa aksi tidak diperbolehkan melintas dan diarahkan untuk tetap bergerak ke arah Gedung DPR.
Berikut pernyataan Ketua BEM UI 2026 di lokasi kejadian.
Hidup mahasiswa. Dukung penuh aksi teman-teman BEM UI dkk hari ini. Di tengah melonjaknya harga BBM dan kebutuhan pokok, suara mahasiswa adalah suara rakyat yang sedang kesulitan. Saatnya pemerintah stop mengelak dan fokus selamatkan ekonomi rakyat.
Ini buktinya kalau negara kita salah urus.
Pak Prabowo dilantik jadi Presiden pada Oktober 2024 dengan utang warisan sebesar Rp8.560 triliun.
Per Maret 2026 dalam 516 hari, atau 17 bulan utang itu membengkak jadi Rp9.920 triliun.
Artinya: Rp1.360 triliun tambahan utang dalam 17 bulan.
Bagi 516 hari?
Pemerintah menambah utang Rp2,6 triliun setiap harinya.
Setiap hari.
Termasuk hari libur.
Termasuk hari ini.
Tapi yang paling berbahaya bukan angkanya.
Yang paling berbahaya adalah: rakyat dipaksa membayar tanpa tahu uangnya lari ke mana.
Sebab rakyat tidak melihat hidupnya jadi lebih baik.
Apakah pendidikan makin murah?
Tidak.
Yang ada cuma MBG program makan bergizi yang fotonya viral karena isinya lebih cocok disebut sampah.
Apakah ada pembangunan besar dari utang itu?
Tidak.
Dana desa malah dipotong buat mendanai Operasi Merah Putih.
Apakah harga pangan turun?
Tanya aja mama di pasar.
Sembako makin mencekik.
Apakah rakyat lebih sejahtera?
Tidak sama sekali.
Apakah lapangan kerja makin luas?
Enggak juga.
Jembatan baru?
Tidak.
Gaji guru naik?
Tidak.
BPJS makin terjangkau?
Juga tidak.
Lalu uangnya ke mana?
Ketika tidak ada satu pun perbaikan nyata yang dirasakan rakyat, wajar kalau pertanyaan itu terus bergema.
Dan yang menyakitkan: utang negara tidak dibayar dari kantong pejabat.
Tapi dari pajak kita.
Pajak saya, pajak kamu, pajak kita semua.
Maka izinkan kami bertanya langsung, Pak Presiden:
Dengan tambahan utang Rp2,6 triliun per hari, apa yang berubah di hidup rakyat?
Siapa yang benar-benar merasakan manfaatnya?
Dan kalau jawabannya bukan rakyat lalu untuk siapa semua ini?
BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa “Pesta Babi” adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?
Konspirasi tambahan:
Sumatera “dilarang” nonton film ini beramai-ramai, makanya dimatikan listriknya.
Paling tidak saat tren film ini naik dan rilis resmi di Youtube, orang Sumatera akan kesulitan mengadakan nobar film ini (momennya hampir bertepatan).
Kenapa hanya Sumatera?
Karena tanah Sumatera tak beda jauh nasibnya dengan Papua.
Jika rakyatnya menyadari itu, akan ada gerakan yang masif.
izin tag @indepenSumatera
BEM se-DIY SERUKAN REFORMASI JILID DUA
Para mahasiswa dari 17 kampus yang tergabung dalam forum BEM se-DIY menyuarakan ajakan untuk dilakukannya Reformasi Jilid II sebagai upaya memperbarui tata kelola negara
Ditengah terik matahari, para mahasiswa berjalan menyusuri kawasan Malioboro sembari membentangkan spanduk yang bertuliskan kekecewaan terhadap rezim Prabowo-Gibran
Bapa Vincen Kwipalo, Masyarakat Adat Yei yang menjadi salah satu tokoh di film Pesta Babi, secara simbolis mengunggah film Pesta Babi ke Youtube.
Tonton film asli di YouTube Jubi https://t.co/zwjzb3kaK1
[DARURAT AGRARIA]
LUBANG KEDUA! PT. WKS (Sinarmas) kembali MENGGALI JALAN warga Desa Bukit Bakar, Tebo — bukan untuk membangun, tapi untuk MENGURUNG rakyat!
“Kalau hutan hilang, ya hilang sudah bahasa kami.” Kalimat di atas terlontar dari mulut Regina Bay, seorang tokoh perempuan adat Papua yang aktif memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, kelestarian lingkungan, dan budaya di wilayah Grime Nawa, Kabupaten Jayapura. Kalimat itu jauh dari sebuah retorika. Bagi masyarakat adat, khususnya suku Namblong, hutan adalah segalanya. Hutan berkaitan erat dengan identitas budaya, ruang hidup, sumber pangan, dan masa depan masyarakat adat.