hasil putusan sidang vonis nadiem makarim :
- 10 tahun penjara
- pidana denda Rp 1M
- pidana tambahan pembayaran uang penganti senilai Rp 809 M sekian, apabila tidak dibayar dalam kurun waktu 1 bulan maka diganti dengan pidana penjara selama 5 tahun
Kalo ada seorang laki2 yg hampir tiap malam tidur hingga larut. Kadang sampe jam 1-2 pagi msh melek. Dan di waktu belum bisa tidur, dia bukan chatting sama siapa pun, gak curhat sama orang lain. Dia cuma diem di kegelapan, tiduran sambil main hp, scroll2 facebook marketplace.
Dari situ bisa kita tarik kesimpulan, perjuangan seseorang yang mungkin saat ini kita liat "wah" ternyata ada banyak pengorbanan yg dilakukan tapi gak keliatan dari luar.
Semua pekerjaan ada pro-cons nya & variabel penentunya random. Tinggal kita mau pilih lewat jalur mana. ✨
Ini valid. 2014'an pernah ngobrol sama senior yg udah level Manager - GM (lupa persis posisinya apa). Masa kerja diatas 10 tahun, beliau cerita mentok²nya kita kerja mungkin cuma sampe 30jt.
Untungnya gue sadar pas masih 23 tahun.
Pas Gue lagi kerja di top 6 tambang batubara terbesar di indo.
Suatu hari ngobrol sama manager gue yang udh 10+ tahun kerja, dia tb tb bilang:
“Kalau gue dapet gaji 27 juta, gue resign.”
Di company sekelas itu, ternyata ceiling-nya segitu.
Akhirnya gue cuma 12 bulan (termasuk probation) di tambang. Resign.
Gue pindah ke tech sales sebagai Senior Sales Development Representative
di US-based company.
Dan dalam 2 tahun kerja, gapok gue udah nyampe bahkan lewat angka itu,
padahal gue cuma senior staff.
Hidup ada2 aja, drastis banget dipikir2 dari ngurusin batubara malah ngurusin Tech wkwkkw.
Tapi dalam obrolan itu yang kami hightlight bukan soal gajinya tapi karena pernyataan beliau "Jika waktu bisa diulang, aku akan memilih kerja dekat bersama keluarga daripada kerja di remote area, karena selama ini aku kehilangan moment emas bersama anak-anakku".
Jatuh cinta secara organik tuh kaya kita ketemu di konser musik sama-sama dateng sendirian, ketika ada orang baru di kantormu terus sedivisi atau ketika kamu caper dengan mbak-mbak es teh dan rela beli tiap hari sampe gulomu duwur.