@bl_nkdr ♡
Rupa berseri, sepasang telinga kucing imajiner muncul. Tidak tahu saja, orang didepan dirinya sedang mengalami golak batin. Setelah itu, ia menulis lagi dan diperlihatkan.
'Apakah tidak merepotkan?' maksudnya adalah, jika sosok ini susah payah mengantar.
♡
Aahh—! Ada orang baik yang menyapanya. Raut wajah milik Shouko lega luar biasa. Tapi, ia masih takut untuk bersuara; seperti didepan Tadano layaknya biasa, akhirnya mengeluarkan catatannya dan menulis sesuatu disana.
'Apakah anda tahu jalan ke minimarket?'
@Green_Piper106 ♡
Menulis dan begitu selesai, kemudian diperlihatkan. Rupa Shouko menampilkan malu.
'Tidak apa, anda tidak menakuti saya.' Kemudian ia menulis kalimat lain di lembaran baru.
'Dan— iya, saya dari kecil sudah begini.' susah berkomunikasi, maksudnya.
♡
Shouko masih sedikit gemetar, kenapa sulit sekali menyampaikan sapaan sederhana seperti 'halo!' atau 'selamat malam!'?!
"...!" Cepat-cepat meraih notes-nya, ia menulis sesuatu. Kali ini, gagal lagi...
'Aku tidak apa-apa.'
@queserasq ♡
...apakah figur ini mencairkan suasana? Jikalau iya, rupa Shouko mengekspresikan kegembiraan. Ia akhirnya mengambil sesuatu dari tas sandang kecil-nya. Buku catatan dan pensi; ia menulis, dan diperlihatkan.
'Aku ingin berkenalan, kebetulan aku baru saja sampai.'
♡
"...."
Ia paham, sungguh. Tapi, ketika diutarakan selantang itu, menambah perasaan suram saja, kan?
Tapi, Shouko dan permasalahan komunikasi-nya, ia mengekspresikan dengan salah...
@2DimensiMenfess ㅤ
Yang menjadi fokus saat ini yaitu bagaimana ekspresi ditunjukkan. Shigure sempat terkejut melihatnya.
ㅤ " ..... Dengan wajah seperti itu, orang-orang akan melarikan diri, kau tahu? "
ㅤ
♡
Berawal ia ingin memberi sapaan berupa 'halo', tapi akhirnya ia tetap gagal. Pun mengambil catatan miliknya, berserta pensil. Menulis sesuatu disana. Tak lama, ia perlihatkan pada teman bicara.
'Aku hanya ingin menyapa. Aku baru saja sampai di sini.'
♡
Bagaimana ia mau jawab kalau sebenarnya ia gugup dan tidak mampu berkomunikasi secara normal?!
Akhirnya ia mengeluarkan catatan dan pensilnya, menulis dan diperlihatkan.
'M-Maaf, aku gugup.'
♡
Kali ini bertemu orang baik yang menyapa, Shouko tampak terkesan. Ternyata ia tidak perlu susah-susah, 'kan?
"H-h-hallo..." Walau itu berhasil mencairkan suasana, ia masih merespon dengan suara kecil dan gugup.
♡
Nadanya galak; Shouko salah mengartikan ekspresi pemuda di depannya ini. Dengan raut suram, ia mengeluarkan sesuatu; sebuah catatan, menulis disana, dan diperlihatkan. Ia juga mengeluarkan sebuah.... Gantungan kunci?
'Hanya ingin bertanya. Apakah ini milikmu?'
♡
gemetar.
"B-b-bisakah.... B-b-beritahu l-lokasi k-k-kantor polisi t-t-terdekat?"
Suaranya tidak lebih dari pada bisikan, dan ia juga tergagap. Paket komplit sekali.
♡
"...!"
Bagaimana ini, ia terpisah dari temannya, sementara tas-nya bersama Najimi; ponsel, catatan, seluruhnya, ada di sana. Ia harus memaksakan diri untuk bicara atau Shouko tidak bisa pulang!
"B-b-b-b—" gadis dengan kesulitan komunikasi ini
→
♡
"...!"
Shouko berbinar senang, apakah ini pertanda?! Akhirnya gadis dengan kesulitan berkomunikasi itu mengangguk senang akan sapaan yang didapat. Walau ia gagal mengawali.
♡
Yang ini sangat mengintimidasi; tinggi, tegap, berotot. Aduh, padahal yang setipe Katai-kun, juga. Tapi, karena ini orang asing, ia gugup.
Akhirnya berpasrah pada nasib, catatan dikeluarkan berserta pensil, ia menulis sesuatu dan diperlihatkan.
→
♡
Aduh, ekspresinya memang seperti terlihat antara sakit perut atau kebanyakan makan. Tapi, sebenarnya bukan itu?!
Yang ini, gagal. Ya sudah. Ia mengeluarkan catatannya, kemudian menulis sesuatu untuk diperlihatkan.
'Maaf, aku hanya ingin menyapa.'
♡
Oh! Justru yang ini menyapa lebih dulu! Ayo, Shouko! Kamu bisa!
Shouko bermonolog sendiri dengan sepasang telinga kucing mencuat.
"....h-hallo..." Astaga, suara milik Shouko kecil sekali?!
♡
Tidak bisa—! Shouko tidak mampu menyapanya! Aura-nya jelas lebih seram daripada Katai-kun; salah satu temannya.
Kali ini, biarlah ia mengalah. Mengambil notes dengan gemetar. Berhati-hati menulis sesuatu.
'Hallo, apakah anda tahu kantor polisi didekat sini?'
♡
"...?!"
Walau ini kejadian yang sudah lumrah ia hadapi, Shouko tetap memasang ekspresi terkejutnya. Apakah ia semenyeramkan itu?!
Buru-buru meraih sesuatu didalam tasnya; sebuah notes, dan menulis sesuatu.
'Maaf! Aku tidak bermaksud menakuti!'