Ia ingin mengiba dalam rahasia.
Kepada yang hilang; sebelum mengabur asal rindu dan sebelum penantian disusul perhentian,
biarlah suaraku tembus sunyi, di mana kau
--akan tabah aku temui.
~@kuncian87
Ia ingin mengiba dalam rahasia.
Kepada yang hilang; sebelum mengabur asal rindu dan sebelum penantian disusul perhentian,
biarlah suaraku tembus sunyi, di mana kau
--akan tabah aku temui.
@PelangiPuisi
Hujan malam bertandang, selamat tiba di ingatan yang tak beku. Membawa rindu-rindu bertamu dan buah tangan
dingin------- yang paling tak kuingin.
~@kuncian87
Hujan malam bertandang, selamat tiba di ingatan yang tak beku. Membawa rindu-rindu bertamu dan buah tangan
dingin------- yang paling tak kuingin.
@PelangiPuisi
Ada rimba dalam dadaku, belukar sunyi merambat tinggi nan lebat.
Sementara... Dari luar mata, cinta begitu leluasa tumbuh bertaman-taman.
#FesSS@SelarikSyair
Kehilangan datang pagi s'kali, sebelum sajak ini mencuci diri dan kata belum membuka mata. Masih setengah nyawa. Kehilangan sedang senang. Menangkap- mendekap. Kulihat dari mata jendela, sedang kaurapal doa-doa selamat tinggal, padaku.
#FesSS
~ @kuncian87
Mimpi-mimpiku palsu. Lari dari cahaya melewati celah pintu dan jendela tubuhku. Tapi sajak ini, berkali-kali tumbuh, hidup sebagai yang tak terbunuh.
»@kuncian87
Kehilangan datang pagi s'kali, sebelum sajak ini mencuci diri dan kata belum membuka mata. Masih setengah nyawa. Kehilangan sedang senang. Menangkap- mendekap. Kulihat dari mata jendela, sedang kaurapal doa-doa selamat tinggal, padaku.
#FesSS@SelarikSyair
Mimpi-mimpiku palsu. Lari dari cahaya melewati celah pintu dan jendela tubuhku. Tapi sajak ini, berkali-kali tumbuh, hidup sebagai yang tak terbunuh.
@PemetikAksara
Sebagai cinta yang sunyi
dan rindu yang gelora
mereka berdiam,
menunggu waktu pukul bunyi sampai padamu
sebelum padam.
Kau tahu yang akan mereka bisikkan ke telingamu?
Bahwasanya;
Laut hidup di matamu.
Di mana aku tenggelam dan karam, tinggal begitu dalam.
~@kuncian87
Sebagai cinta yang sunyi
dan rindu yang gelora
mereka berdiam,
menunggu waktu pukul bunyi sampai padamu
sebelum padam.
Kau tahu yang akan mereka bisikkan ke telingamu?
Bahwasanya;
Laut hidup di matamu.
Dimana aku tenggelam dan karam, tinggal begitu dalam.
@PelangiPuisi