TAUFIK HIDAYAT - PENYIKSA, PENCULIK, PEMERKOSA - BURON POLISI
Ini muka asli & KTP dia, tolong bantuan netizen untuk mencari manusia biadab bejat laknat ini 🤬 Segera hubungi:
Polda Jabar: https://t.co/d2zRddePkf
Polri: 021-110 atau 021-72120599
Luis David Hutabarat, 32 tahun.
Kerjaannya nimbang sawit.
Selasa sore kemarin dia pulang naik motor dari kebun mertuanya.
Yang ditinggalin di rumah: istri, sama 4 anak.
Di jalan, dia dicegat 6 orang petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara , perusahaan sawit BUMN. Motornya ditabrak gantian sampai jatuh.
Dia lari sekitar 100 meter, jatuh lagi, sembunyi di semak. Ketemu, dikeroyok.
Ditemukan tewas dengan memar di wajah dan leher.
TNI sendiri yang konfirmasi ke media: dua dari terduga pelaku, berinisial B dan BD, lagi bertugas BKO (Bawah Kendali Operasi) di perusahaan itu.
Satu prajurit aktif dari Kodim Iskandar Muda Aceh, satu lagi purnawirawan yang baru pensiun April kemarin.
Per kemarin, keduanya resmi jadi tersangka, bareng dua warga sipil.
Motifnya apa?
Dandim Labuhanbatu sendiri yang sampaikan ke pers: pelaku curiga korban mencuri buah sawit.
Dan sebelum hasil visum keluar, sebelum proses hukum jalan , pihak Agrinas sudah lebih dulu bicara ke media, menyebut korban yang sudah tewas itu sebagai pelaku pencurian.
Mati duluan, dituduh pencuri belakangan, tanpa pernah masuk ruang sidang.
Besoknya, ratusan warga membakar kantor dan mes perusahaan itu.
Bukan karena mereka tiba-tiba brutal.
Itu ledakan dari sesuatu yang sudah lama dirasakan: aparat negara dipakai menjaga kebun korporasi, bukan menjaga nyawa rakyat di sekitarnya.
Jadi pertanyaannya bukan cuma soal sawit siapa yang dicuri.
Pertanyaannya: kalau personel TNI resmi ditugaskan menjaga aset korporasi sawit, dan ujungnya seorang ayah dari 4 anak mati dikeroyok cuma karena DICURIGAI mencuri buah, bukan terbukti, cuma dicurigai ,
sistem macam apa yang lebih sigap melindungi tandan sawit ketimbang nyawa rakyatnya sendiri?
BANGSA YANG DUNGU? https://t.co/ZZxgVkdoPf adalah salah satu tulisan Elizabeth Pisani tentang kondisi pendidikan Indonesia yang sudah menjadi bahan cemoohan dunia. Seperti janji saya, saya share untuk warga X. Silahkan jika ingin mendiskusikan tulisan ini. Saya dulu kesel dan sakit hati saat membacanya, tetapi ternyata benar juga isinya hehehe.....
Aku selalu gak habis pikir kalau PLN selalu bisa bebas lepas tangan dengan kerugian yang masyarakat hadapi ketika pemadaman listrik di luar kewajaran.
Berkaca dengan kasus krisis pemadaman listrik massal yang menimpa Sumatera kemarin: ada dampak finansial yang menghancurkan bagi para pelaku usaha kecil dan peternak. Kalau kalian baca laporan Projectmultatuli, miris rasanya melihat data yang ada.
1. Peternak ayam mengalami kerugian karena sistem ventilasi (blower fan) mati, yang menyebabkan ribuan ternak mati akibat suhu panas dan gas beracun. Sebagai contoh, seorang peternak di Deli Serdang kehilangan lebih dari 3.000 ekor ayam dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp100 juta.
2. Pembudidaya ikan hias mengalami kematian komoditas berharga karena pompa udara tidak berfungsi. Salah satu warga kehilangan indukan ikan pari Brasil yang bernilai sekitar Rp30 juta, yang juga berarti hilangnya potensi penghasilan berkelanjutan dari anakan ikan tersebut di masa depan.
3. Pelaku usaha makanan beku (frozen food) mengalami kerusakan stok produk seperti daging dan saus karena mesin pendingin (freezer) berhenti beroperasi. Bagi pelaku UMKM, kerusakan bahan baku dalam satu hari dapat berarti hilangnya keuntungan selama berminggu-minggu.
4. Warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar solar guna menghidupkan genset. Namun, harga solar yang sedang tinggi dan kelangkaan stok membuat beban biaya semakin berat. Seorang peternak menyebutkan butuh setidaknya Rp900 ribu per hari hanya untuk membeli solar agar genset tetap menyala.
5. Pekerja jasa yang bergantung pada listrik dan internet, seperti penyunting naskah, mengalami hambatan dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, yang berisiko pada komplain klien dan denda deadline.
Usaha jasa lain, seperti pemangkas rambut, terpaksa bekerja dalam gelap dengan pencahayaan terbatas, yang membuat hasil kerja tidak maksimal dan mengganggu kenyamanan pelanggan.
Pemadaman kemarin menyebabkan mereka menderita kerugian finansial yang menggunung tanpa kepastian skema kompensasi yang jelas dari pihak PLN.
Baca lengkap: Beban Pelanggan PLN di Sumatra: Patuh Bayar Demi Terang, Dibiarkan Merugi Saat Gelap https://t.co/nfbhQz1E17
bayangin lu udah belajar mati-matian pagi, siang, dan malam buat kampus impian lu, tapi tiba-tiba pas ujian mati listrik tampa pemberitahuan yg jelas dari perusahaan negara yg monopoli urusan listrik dan ini efek domino dari kebijakan program MBG 🤡🤡🤡
nemu pujian untuk KRL China sangat mudah
di X dan di sosmed lain banyak yg muji2 KRL buatan CRRC Sifang alias KRL China
pujian untuk KRL Jepang pun masih cukup mudah ditemukan
nah yang susah itu nemuin pujian untuk KRL produk lokal alias buatan INKA 😅
tapi biar fair aku mau nanya: menurutmu apa yang bisa dipuji dari KRL INKA?
Hai semuanya, aku kerja di sektor energi & iklim udah ~10 tahunan.
Mari kujelaskan mengenai pemadaman ini, tapi nggak bisa pendek ya hehe :)
1️⃣ Perjalanan listrik ke rumah kita = panjang
Ini ilustrasi sederhana ya, ada 4 titik penting:
📌 Pembangkitan ➡️ apapun sumber energinya, PLTU = batu bara, PLTD = solar, PLTS = listrik dst
📌 Transmisi ➡️ jalur logistik utama dan jarak jauh (jalan tol)
📌 Distribusi ➡️ jalur cabang mendekati konsumsi, ibaratnya jalan raya dan jalan gang
📌 Konsumsi ➡️ pelanggan, dari rumah sampai pabrik besar
halah elektrifikasi elektrifikasi, itu PLN sering pemadaman gak jelas kok masih ngotot pengen rakyat beli EV, mana kuat itu gridnya kalau semua pindah ke ev... ngadi2 emang ni negara terbelakang
Udah bikin:
1) Sekolah rakyat - di bawah mensos
2) Sekolah garuda - di bawah mendikti
Mau bikin:
3) Sekolah nasional terintegrasi
SD, SMP, SMA, SMK negeri yang udah ada di bawah dikbud:
a) Dikasih MBG
b) Motong anggaran pendidikan
c) Pemborosan anggaran buat MBG 1.2 triliun per hari
d) Dikorupsi Dadan CS 1 miliar per hari
Hingga saat ini, load shedding masih terjadi. Udah gitu,
📌 Informasi ke pelanggan simpang siur nggak jelas
📌 Kerugian ekonomi di mana-mana, usaha rumah tangga sampai level pabrik
📌 Belum jelas juga pemerintah antisipasi dan langkah jangka pendek-menengah mau gimana
PLN mati lampu bergilir awalnya konon karena batu bara menipis. Kebanyakan diekspor mumpung dolar lagi tinggi.
Belakangan mereka yang bekerja di industri tambang batu bara menertawakan pernyataan itu.
Sekarang timbul selentingan yang sepertinya sesuai dengan kenyataan yang sedang berjalan. Akibat MBG. PLN tidak mampu membeli pasokan batu bara seperti seharusnya.
Nah, daripada kalian baca e-book AI-slop gak jelas kayak tadi, mending kalian baca buku ini aja. Versi e-book gratis dan legalnya bisa diunduh di Google PlayBook: https://t.co/xxbb1xJ7AI
Soalnya ada tulisanku juga di situ. 😆
https://t.co/Va2jpMq9TP
Gue berusaha mengurangi menonton short video setelah tahu akibatnya bisa mengubah struktur otak.
Jadi ada penelitian tahun 2025 yang melakukan MRI otak pada 111 mahasiswa untuk dilihat hubungan antara sering menonton short video dengan volume gray matter otak.
Hasilnya menunjukkan orang yang rutin menonton short video ternyata memiliki area otak yang lebih sensitif terhadap instant gratification. Penelitian ini menyebutkan bahwa perubahan struktur otak tersebut bisa semakin membuat scrolling video menjadi tidak terkendali.
Penelitian lain menunjukkan bahwa rutin menonton short video berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif serta penurunan kemampuan untuk mengontrol diri sendiri.
Sumber:
Neuroanatomical and functional substrates of the short video addiction and its association with brain transcriptomic and cellular architecture
Plis @ruangguru bikin COC tapi pesertanya dari IPDN, Akpol, Akmil, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, dkk (yg halo dek semua). Setiap mau mulai dan selesai ngerjain soal harus bilang, "Mohon izin soal siap dikerjakan/sudah selesai". Yg kalah push up 100×
Barusan saya dapat khabar dari salah satu tim penguji S3 dr Tifa, bahwa rencananya jam 9.00 hari ini dia akan ujian Seminar Hasil doktoral di FK UI. Namun tiba tiba Jam 6.30 tadi di parkiran, dr Tifa didatangi petugas dari Polda Metro Jaya. Mereka menunjukkan surat untuk membawa dr Tifa ke Polda Metro, padahal Ujian S3 menunggu dr Tifa pagi ini.
Walau sudah minta ijin penangguhan untuk ujian. Petugas kekeuh membawa dr Tifa ke Polda. Ada kemungkinan besar Polda Metro akan melakukan penahanan.
Inilah wujud polisi sudah tidak lagi menegakkan hukum, dan keadilan tapi lebih menegakkan perintah yang bertentangan dengan hukum dan Keadilan itu sendiri.