Setiap melihat kebakaran hutan di Kalimantan, selalu ingat pernah menulis ini. Pulau yg dulu jadi sumber keragaman hayati dan paru-paru dunia ini, kini begitu hancur. Ini jadi bukti nyata betapa ekstraksi sumber daya alam tanpa kendali telah merusak daya dukung lingkungan, menyisakan bencana berulang yg kian ekstrem: dari banjir ke kebakaran.
Bebas dibaca di sini, cuman agak panjang: https://t.co/bTwPPgjsDC
@alexandermatius Pulang sekolah waktu SMP mutusin mau nobar di rumah temen, jadilah rental film Ekskul (2006)--gak punya bioskop. Yarob itu menangos kejer bgt. Pas udah gedean dikit (lupa era kuliahan/jobseeker rewatch Gladiator) baru ngeh kyanya menangos se-dramatis itu dibantu Hans Zimmer 😅
@AldhitamaR Sudah sering direport tapi itu tdk cukup, video-video dia yg mengandung informasi salah saja tdk akan serta merta dihapus krn acuan Instagram Community Guidelines blm merangkul sedetail itu. Jd sebaiknya tetap di-counter balik smua narasi narasi ngaco belio
Kalo saya sih sebaiknya gak perlu. Ini cm ngasih umpan traffic sosmed ke Ferry lagi.
Yg seneng dia dan mas Iman belom tentu tercapai goalnya untuk edukasi publik soal guru honorer.
Karna bisa jd selama "diskusi" yg dia pedulikan cuma soal menang-kalah.
Awalnya ambil fokus komunikasi politik tp terkendala ijin dosen PA (yg sensian, marah2 tdk jelas). Akhirnya stlh diskusi dg dosen lain (yg kemudian justru jd penguji) ambil fokus manajemen konflik. Kalau skripsi itu diberi judul spt film-film maka ia adl One Battle After Another
Jujur ‘membersamai’ doesn’t make any sense, like why don’t we just use ‘menemani’ / ‘mendampingi’ 😭
Grammatically it doesn’t make any sense as well?? Kata dasarnya apa? Kenapa ada dua imbuhan awal? 😭😭😭
Jail for whoever started this
Tapi terlalu kentel (kaya minum krimer) dan terlalu manis. Ini pesan dua kali, pertama pesan normal sugar, lalu besoknya varian yg sama tapi less sugar, dua-duanya masih terlalu manis 🥲
Fore tetep menjaga ke ekslusif-an nya, gak setiap di belokan ada kayak tomoro, branding di mata konsumen fore pun gak pernah jd "kopi murah", apalagi murahan.
Fore kalo ada store yg terlalu berdeketan juga gak mau, krn nantinya bakal ada kanibalisme pasar. Tipe store nya fore pun macem2, dr yg pick-up and go, store standar dengan 10-20 seating, sampe store2 flagship nya up to 100 seating.
Fundamental company fore emg bagus banget, prospek kedepannya juga masih panjang, skrg menyasar buka di kota2 kecil dengan konsep store yg gak kaku (contoh store: Fore Semeru).
Menu andalan punya, menu seasonal ada, setiap collab sama BA selalu meledak penjualannya.