@TaliUdeng Pentingnya berbisnis pake nalar. Too good to be true ada bisnis yg mudah, cuan gede, tapi tnpa masalah. MBG ini dr awal bermasalah. Setelah dievaluasi, budget dikurangi. Skrg pada gigit jari. Anggap aja resiko bisnis lah. Mau untung gede, resikonya juga gede. Jangan pada cengeng.
Karyawan kontrak setahun dikasih golden handsake 100jutaan merasa paling disakiti, pdhl asline nepotisme & gak isok kerja, msh mending itu dibayar, kl aku tak golek2no pasal buat SP, berangkat disnaker jg hayuk 🤣
Contoh:
❌ PT Maju Jaya Abadi
✅ PT Maju Jaya Abadi – FMCG distributor with 500+ outlets across Java, annual revenue ±50M USD.
Langsung beda level. Kenapa ini penting?
- Berikan konteks, HR jadi ngerti environment kamu. Startup kecil? Multinational? Local family business?
- Menaikkan value mu, bekerja di company dengan revenue besar atau market luas = exposure mu otomatis kelihatan lebih kuat.
- Bantu positioning, kalau kamu apply ke industri yang sama, HR langsung lihat relevansinya tanpa berfikir keras.
CV itu bukan cuma list kerjaan. CV itu storytelling profesional, dan storytelling tanpa konteks = tidak punya power.
Mulai sekarang, tambahin 2-3 line overview di tiap pengalaman kerja. Karena kadang, yang bikin kamu lolos screening bukan cuma apa yang kamu kerjakan, tapi di mana kamu mengerjakannya.
Masih bingung dengan CV mu? Udahlah, cek out aja di Lynk di Bio. Biar aku review CV mu sampai on point.
Super agree!
Decision making muscle ini super penting karena efeknya langsung ke efisiensi kerja.
Orang yang terlatih taktis dalam decision making itu naturally fokus ke pareto dan bisa ignore noise.
Sementara yang ga terlatih cenderung ngetreat semua informasi seolah2 sama pentingnya, akhirnya sering kedistract noise, kerja ga efisien.
Dari pengalaman kerja di private capital investment yang terbiasa deciding strategic decisions with minimum info, either datanya bolong, waktunya kurang, atau dua2nya.
Dua decision making techniques ini yang selalu bantu saya:
1. Deal killers first.
Dengan info minim, urutan bertanyanya dibalik. Jangan cari data yang mengkonfirmasi thesis, cari 2-3 hal yang bisa KILL thesis.
Kalau lolos, sisanya detail yang bisa dinego.
Kalau ga lolos, stop.
Saving weeks of team and board resources.
Nobody’s time wasted.
2. Sizing effort by reversibility. Keputusan yang murah di-undo, decide cepat walau data kurang.
Sementara yang mahal atau irreversible, boleh diperlambat.
Sering lihat orang kebalik, mikirin hal kecil sampai berminggu2, tapi buru2 di decision besar.
Decision making itu dilatih, kaya muscle. Ga biasa decide, susah akuntabel.
Berlaku laki-laki dan perempuan.
Oot dikit, hal ini yg suka gw tanya saat interview orang as team. Terinspirasi pertanyaan interview chevening: “have you created unpopular decisions? Why? Pros cons”.
Apalagi gw belum bisa nerima “yes man” dan skalanya belum butuh “robot kerjain hal sama seragam”, melainkan owning terhadap keputusan2, dari kecil hingga paham risiko.
@LambeSahamjja doktrin tempur Indonesia kan msh mirip era PD II, human wave, majuin sebanyaknya pasukan cadangan ampe musuh kehabisin amunisi baru pasukan inti maju, jagoan turun belakangan msh sibuk nanem jagung, singkong ama masak mbg
Family office is one of the most underrated career paths if you are in finance or accounting
Great pay, good work life balance, and comp is fantastic for the amount of hours you work
Surprised more people are not going down this route
Efek psikologis ex-big 4.
Terbiasa dapat workload & pressure yang tinggi saat di big-4, terus pindah yang sedikit low pressure, jadi seolah-olah FO keliatan easy
@mhuseinali intinya semakin heterogen masyarakat akan semakin banyk kepentingan. Semakin banyak kepentingan maka akan semakin berlomba-lomba menjadi yang terbaik sehingga kepentinganya bisa jalan
@hanifproduktif 1. Ekonomi muter saat ini kebantu paylater
2. Debt krisis akan terjadi soon
3. Rupiah akan stabil diatas 17800 keatas
4. Suku bunga the fed most likely akan naik = TAMBAH MAMPUS
5. Suku bunga BI bakal naik lagi untuk menstabilkan rupiah.
Suku bunga tinggi = uang seret. Good luck
Indonesia tidak kaya akan sumber daya alam. Kalau semua hasil sumber daya alam kita dibagi ke 290 juta populasi, setiap orang cuma dapet receh.
China bahkan lebih kaya sumber daya alam dibanding kita. Batu baranya lebih melimpah. Monopoli logam tanah jarang dunia. Tapi ya dibagi ke 1.5 milyar penduduk ga akan cukup.
Di Indonesia, orang tua sering mati-matian nabung buat ninggalin warisan tanah, rumah, atau kos-kosan. Tapi, ada satu warisan antargenerasi (generational wealth) yang paling diremehkan: exposure (paparan dunia luar). Ngajak anak merantau, nyobain makanan daerah yang aneh di lidahnya, ngobrol sama orang beda suku/agama, atau sekadar lihat cara hidup orang di beda kota ⬇️
Obat generik = obat paten. Sama persis.
Zat aktifnya identik, dosisnya sama, dan sebelum boleh beredar, BPOM wajibkan uji bioekivalensi—obat generik harus terbukti diserap tubuh sama cepat & sama banyak dengan obat originator.
Bedanya cuma satu: harga. Karena originator sudah lunas biaya riset & paten, generik tinggal produksi.
Jangan ragu minum obat generik. 🩺
Pukulan telak bagi Saudi Arabia dari Iran.
Ketika utusan KSA datang memberikan penghormatan terakhir untuk Ali Khamenei, Iran menyambutnya dengan lantunan Ali 'Imran, ayat 13.
Ayat ini membicarakan soal pertempuran antara golongan Muslimin dengan Musyrikin di gelanggang Badar. Pertempuran yg sebenarnya didominiasi oleh golongan Musyrikin ini, baik dari segi kuantitas juga kualitas, ternyata mampu dimenangkan oleh golongan Muslimin.
Dengan pertolongan Allah, golongan Muslimin mampu merobohkan 900an lebih golongan Musyrikin, jumlah yg sebenarnya tidak sebanding dengan golongan Muslimin yg hanya menerjunkan 300an pasukan.
Kunjungan Tim Agrinas ke Kopdes di NTT membuka mata:
1️⃣ Karyawan Kopdes cuma gotong royong tanpa gaji, hanya manajernya yg dibayar Agrinas.
2️⃣ 400 KK di Desa tersebut diminta belanja Rp1 juta/bulan, agar omset Kopdes Rp400 juta/bulan.
Inilah program yg membebani warga desa.