Gempa bumi bisa terjadi kapan saja. Lebih baik mencegah dan tau langkah-langkah pentingnya ya, Taruwit.
📞 Nomor darurat: 110, 112, 113, 115, 119, 123
🏃♀️ Berlindung & evakuasi aman
🎒 Tas siaga = obat, air, makanan, dokumen
Diperkosa oleh 27 orang laki-laki.
Bentuk penyimpangan yang harus selalu ditolak adalah yang begini.
Tak salah jika perempuan akan merasa lebih aman jika laki-laki tertarik secara seksual kepada laki-laki.
Otak kelamin kek gini lebih berguna buat pakan hewan buas!! Kasus seperti ini sebenarnya banyak tp korban memilih tidak melaporkan krn takut diintimidasi & berakhir dinikahkan dgn pelaku & kekerasan tetap berlanjut. Semoga semakin banyak korban yg melapor.
Seorang remaja putri di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh 27 pria dalam rentang Februari hingga Mei 2026. Hingga kini, polisi telah menangkap dan menetapkan 12 orang sebagai tersangka, sementara 15 lainnya masih dalam pengejaran.
Kapolres Sampang AKBP Hartono mengatakan para tersangka diduga menjalankan aksinya di beberapa lokasi, mulai dari area semak-semak, belakang sekolah, hingga rumah milik salah satu tersangka di Kabupaten Sampang. Salah satu modus yang digunakan adalah mengajak korban berkeliling dengan sepeda motor sebelum membawanya ke lokasi kejadian.
"Awalnya korban menolak, namun saat itu tersangka mengancam korban dengan cara membawa korban ke tempat yang lebih jauh lagi dan tidak akan mengantarkan korban pulang," kata Hartono.
Polisi juga mengungkap korban sempat dipaksa mengonsumsi minuman beralkohol di salah satu lokasi kejadian. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami trauma dan akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Sampang. Polisi menyatakan proses pencarian terhadap para pelaku yang belum tertangkap masih terus dilakukan.
📸: Dok. Istimewa, Polres Sampang.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R158 | E164 | E103 | V368
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Kegiatan performative berfoto di depan tumpukan uang hasil pengungkapan kasus oleh JAMPIDSUS ini sangat disukai oleh Presiden Prabowo.
Sekarang JAMPIDSUS tertangkap basah korup.
Ketika Polisi dan TNI ikut-ikutan dalam pusaran konflik, ini semakin menegaskan secara terang-benderang bahwa penegakan hukum di Indonesia tidak bebas kepentingan dan membuat kita bertanya-tanya tentang kasus-kasus yang diungkapkan kejaksaan akhir-akhir ini.
KPK-Polisi vs Jaksa-TNI
Sebagai rakyat, kita nonton aja drama elite ini.
Miris banget liat foto ini…
Foto yang seharusnya jadi kebanggaan, malah jadi bahan tertawaan sekaligus sedih mendalam.
Seorang pria asing, Gaurav Srivastava, berpakaian biasa, tersenyum lebar sambil “memberi penghargaan” ke Presiden Prabowo Subianto. Senyumnya lebar, tangannya mantap. Sementara Prabowo terima dengan serius.
Tapi kenyataannya?
Pria itu penipu kelas internasional yang pura-pura jadi agen CIA.
Dia sukses menyusup ke lingkaran elite pertahanan Indonesia, mendekati Presiden dan adiknya Hashim, lalu mengalirkan puluhan juta dollar ke perusahaannya.
Investigasi Tempo + jurnalis India ungkap semuanya.
Tepatnya bkn sungkan, tapi takut Amerika. Bahkan Prabowo tdk mengucapkan belasungkawa secara langsung atas wafatnya Khamenei & tdk mengutuk kejahatan AS yg sdh melakukan penyerangan ilegal. Presiden Indonesia itu sebenarnya badut berlagak patriot. Memalukan sekali.
Apa yg barusan W bilang terus terjadi kan gmn dalih2 swadaya yg selalu dibanggakan ini justru jadi ruang bagi pemerintah maupun orang2 kaya utk menyerahkan soal publik pada soal swadaya & "kebaikan hati" bukannya soal tata kelola. Yg sprt ni sebenarnya sangat berbahaya.
Poster ini diunggah akun Instagram Gerindra Jepara di tengah musim kampanye, 3 Desember 2023 atau 72 hari sebelum Pilpres.
Orang menuduh motif pelangi di poster ini adalah usaha Prabowo-Gibran mencari dukungan politik dari kelompok pemilih tertentu.
Tim Kampanye membantah, dan menyatakan “pelangi lebih dulu (ada) dari urusan LGBT”.
Tentu kita setuju. Anak-anak juga menyanyikan lagu “Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan”.
Ada yang keberatan?
Kita percaya pada Tim Kampanye Pra-Gib bahwa poster ini tak punya motif politik untuk mendapatkan suara pemilih tertentu.
Jadi ketika sekarang rezim Prabowo-Gibran menyatakan LGBT ancaman bagi negara, mestinya mereka tetap santai memakai dasi atau pin bermotif pelangi.
Yang dilakukan Prabowo dengan menyatakan LGBT sebagai ancaman negara adalah stempel-stempel yang sudah dipakai banyak penguasa sepanjang sejarah. Terutama mereka yang gagal memajukan kesejahteraan rakyatnya.
Hitler memainkan kebencian terhadap Yahudi. Soekarno menstempel pengkritiknya sebagai kaum kontra-revolusi. Soeharto dengan stigma komunis. Jokowi memakai cap radikalisme dan menyingkirkan pegawai KPK dengan stempel “Taliban”.
Semua diambil dari bahan bakar yang sama: Kebencian sosial terhadap minoritas.
Saat rezimnya yang korup mulai bangkrut, Soeharto mengkambinghitamkan asing dan Tionghoa. Lalu mereka jadi sasaran amuk massa. Bukan Soeharto dan kroninya.
Resep serupa dipakai rezim militer Fiji terhadap peranakan India atau junta Myanmar terhadap etnis Rohingya.
Dan Donald Trump menjadikan imigran sebagai kambing hitam kemunduran ekonomi Amerika dan memudarnya pengaruh politik internasional mereka.
Pembantaian 253 guru ngaji dan kiyai NU pada 1998 di Jawa Timur juga diawali dengan daftar nama “Dukun Santet”. Investigasi menunjukkan, para pembunuh adalah orang-orang terlatih yang berkaitan dengan anasir militer untuk menghabisi basis pendukung Gus Dur.
Jauh sebelum Prabowo dan Trump, para raja dan kaisar yang gagal menyejahterakan rakyatnya, yang istananya dipenuhi skandal, dan rakyatnya kelaparan karena gagal panen, akan membuat daftar nama “Tukang Sihir” untuk diburu.
Dan kaum agamawan dengan suka cita menyiapkan tiang pembakarannya. ***
Klasik banget.
Ketika gak bisa nyelesaiin masalah riil kayak korupsi, judi online, program cacat, yang disasar malah kelompok rentan dan minoritas.
Perpres ini cuma pengalihan isu murahan buat nutupin ketidakmampuan pemerintah. Musuh imajiner sengaja diciptain biar rakyat hilang fokus dari bobroknya sistem dan ujung-ujungnya apa?
Benar,
Konflik horizontal.
Memainkan isu sensitif gini malah makin membuktikan kalo orang ini gagal, gak bisa kerja, gak bisa mensejahterakan rakyat.. Mau ngetawain tapi lama2 kebijakannya membahayakan orang2 yg gak salah apa2.. Dasar 🐷🐷🐷
Dalam UU PSDN Pasal 33, disebut calon Komcad disyaratkan tidak memiliki catatan kriminal.
Jadi kalau narapidana mau diarahkan masuk Komcad, apakah ini tidak bertabrakan dengan syarat hukumnya sendiri?
Cc: @dosenhukumnotes
Saat ini ada 25 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN.
Padahal putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 jelas menegaskan bahwa wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan.
Valid banget. Sdh berlangsung dari zaman fir'aun solo periode 2, aturan diubah seenak jidatnya. Sekarang makin parah dgn aturan mengikat, intervensi kaum lo*reng, dividen yg seharusnya jadi modal malah dipake judi di bursa saham.. 🫠
Pernyataan ini terdengar heroik, “Pangkas 1.000 BUMN jadi 250, bayangkan rakyat yang gaji komisaris, perusahaannya tak untung.”
Tapi bisa jadi ironis. Karena di era kekuasaannya, komisaris BUMN justru penuh dengan titipan politik dari timnya sendiri.
Kalau benar mau dibenahi, bagaimana caranya?
Realitanya, BUMN menghadapi hambatan besar berupa patronase politik yang sudah sangat mengakar. Studi Transparency International (TI) Indonesia mengungkap fakta itu, kursi komisaris sering jadi tempat penampungan atau balas jasa.
Data per September 2025, dr 562 posisi komisaris di 119 BUMN. 60% di antaranya diisi oleh birokrat dan orang-orang dengan afiliasi politik langsung. Enam puluh persen. Bukan angka kecil lho.
Ini artinya, meski ada wacana memangkas jumlah BUMN dan mengganti komisaris dengan “orang rakyat”, struktur patronase politik masih sangat dominan.
Bagaimana mungkin efisiensi tercapai kalau meritokrasi kalah dengan kedekatan?
Ospek di kampus aja kalo ada 1 orang yg meninggal pasti diusut penegak hukum. Dikejar sampe ke pucuknya. Latsarmil Kopdes ini 5 orang meninggal, terus dibiarkan aja karena melibatkan struktur tentara, gitu?
Tajam ke sipil, tumpul ke tentara. Negara hukum macam apa kita ini?
prabowo lagi lagi masuk media asing karena:
- Bank asing pilih cabut daripada ikut agenda Prabowo
- 11,5 triliun rupiah juta ditarik Citigroup, StanChart, HSBC sejak 2024
- OJK diduga lobi bank untuk biayai MBG & Kopdes
- Sebab takut kebijakan Prabowo terlalu dikuasai negara
- Danantara minta pinjaman $10 miliar bank merasa ditekan
- Rupiah melemah makin tidak menarik simpan uang di sini
- Danantara jual obligasi bunga 2% ke konglomerat
- Danantara dikecualikan dari pengawasan pajak & hukum
- danantara tidak pernah rilis laporan keuangan
- analis khawatir jadi sarang uang kotor