Terima kasih Presiden joko Widodo, setelah satu dekade yang penuh kerja keras,Presiden @jokowi meninggalkan jejak Pembangunan yang merambah ke seluruh polosok Negeri, tak ada yang bisa mengabaikan warisannya🙏🔥🇲🇨❤️
Ayo Kita ramaikan Hastag
#TerimaKasihPakJokowi
Raja Fir'aun mengumpulkan tukang-tukang sihir terbaik untuk melawan kebenaran. Ada raja sihir dengan tongkat ular, cincin ular, batu kecubung, dll.
Insha Allah mereka akan hancur atas izin Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamiin
Baru kali ini punya kesempatan berbincang panjang dengan Panglima Jillah tentang hukum adat, pelestarian budaya Dayak dan IKN. Pandangannya tentang NKRI sangat apa adanya, tanpa embel-embel politik maupun agama.
"Saya hanya fokus kepada pelestarian alam dan budaya tanpa intervensi apapun serta membumikan toleransi antar manusia", katanya.
Sejak puluhan tahun ketika orang berbicara tentang Kalimantan, orang hanya membahas tentang sumber daya alam yang dikeruk sejadi-jadinya, kata Panglima. "Mereka lupa bahwa di pedalaman Kalimantan ada suku Dayak yang bertekad untuk tetap mempertahankan hukum adat dan keaslian budayanya," tambahnya.
"Mari kita bicara NKRI. Saya tidak mau berpolitik, saya tidak mau terlibat dalam perdebatan agama, saya hanya mau bicara tentang toleransi dan perlawanan terhadap radikalisme", tegasnya lagi.
Dalam sela perbincangan, Panglima Jillah merogoh sesuatu dari dalam tas kecilnya. Dia menyerahkan batu cincin berwarna merah untuk dikenakan di jari saya. "Ini kenang-kenangan dari saya selaku Panglima Jillah, sebagai tanda bahwa kita berada dalam tekad yang sama; demi Pancasila dan NKRI!" kata Panglima.
"Adil ka`talino, bacuramin ka`saruga, basengat ka`jubata".
Sebelum melakukan dialog dengan para tersangka teroris, pada dasarnya saya sudah mendapat petunjuk tentang mereka. Semisal buku apa saja yang dibaca, postingan dan komentarnya di media sosial, kajian agama yang biasa mereka datangi, hingga ustadz siapa saja yang biasa mereka tonton di media sosial.
Tapi semua itu belum cukup tanpa ada pengakuan dari para tersangka. Saya mengajak mereka berdiskusi melalui pendekatan rasionalitas sederhana tentang perbedaan dan diaspora manusia. Tak ada dalil agama yang didebatkan, karena dalil hanya akan menjadikan Tuhan sebagai obyek sengketa.
Proses penyadaran awal dimulai dari diskusi ini. Lambat laun mereka diharapkan akan menyadari bahwa beragama bukan untuk membenci. Sungguh tidak mungkin agama-agama diturunkan Tuhan untuk menjadi sumber huru hara. Juga tidak mungkin suatu agama dirancang Tuhan agar menjadi ruang kebencian antar manusia.
Berbagai konflik yang mengatasnamakan agama hari ini dipicu oleh perbedaan tafsir-tafsir agama. Kita harus mengakui, ada beberapa tafsir agama yang mengklaim dirinya paling benar dengan selalu menyalah-nyalahkan tafsir orang lain. Membid'ahkan dan memfasikkan siapapun yang berbeda tafsir dengan mereka.
Kebencian dan kekerasan atas nama agama selalu dimulai dari "merasa paling benar". Para tersangka teroris yang hampir semuanya menganut tafsir tersebut, lalu menganggap bahwa kebencian, pengkafiran dan disafiliasi kemanusiaan adalah ajaran agama. Mereka merasa diperintah Tuhan untuk membinasakan yang berbeda.
Tersangka S alias Supri (pembuat bom Astana Anyar) ketika saya tanya mengapa ingin membunuh orang lain sebanyak-sebanyaknya, dia menjawab jumawa; "dunia sudah penuh dengan bid'ah, khurafat dan riba. Maka daripada mengganggu kehidupan beragama kami, para pelaku maksiat itu harus kami habisi!"
Klaim kebenaran sepihak cenderung membuat seseorang akan selalu gelisah atas perbuatan yang tidak dikehendakinya. Mereka yang "merasa paling benar" akan selalu menumpahkan kesalahan kepada orang lain, dan memusuhi apapun yang dilihat ketimbang membenci matanya sendiri.
Para teroris melihat kehidupan berketuhanan hanya dalam konteks "kami bukan mereka". Mereka lalai dalam membangun kesadaran kolektif bahwa semua manusia dilahirkan dengan harga diri yang sama. Mereka tidak pernah menyadari bahwa semua manusia, apapun agamanya, diciptakan oleh Tuhan yang sama.
Kontribusi 15% dr reklamasi hilang, Anies pura2 menghentikan reklamasi, pdhal kasi ribuan IMB unt bangunan di atas reklamasi. Kemana duit kontribusi reklamasi? Masuk ke kantong pribadi Anies?
Tapi faktanya hny satu Ganjar yg mengurus provinsi dgn jumlah penduduk 36 juta berhasil mengurangi kemiskinan dan memberikan warganya yg miskin rumah yg layak, sedangkan Anies yg cuma mengurus provinsi dgn jumlah penduduk 11 juta, gagal total dan ga mampu. Bgmn jika 1000 Ganjar?
Bangun drun @HelmiFelis_ 😝😂
Hoak Katanya.
Mario ditahan 14 hari jadi gak mungkin poto2 “Katanya’’ & dipastikan itu poto HOAK .
Gilaak sih yang ngedit emang Jago.
https://t.co/tIuShol85s