Baru kelar nonton Inglorious Basterds, sumpah ini film bagus banget 😭
Heran gue kemana aja ya selama ini 😔
Ini salah satu scenes terbaiknya, dimana seorang perwira Inggris yang fasih berbahasa Jerman ditugaskan untuk menyamar sebagai tentara Jerman di Perang Dunia 2. Identitasnya kemudian ketahuan hanya karena hal sepele, yaitu dari cara dia memesan tiga gelas. Dia memesan 3 gelas minuman dengan mengangkat tiga jari ala Inggris (telunjuk, tengah, manis), padahal orang Jerman biasanya memulai hitungan dari ibu jari.
Yang menyadarinya adalah seorang tentara Jerman berpangkat Mayor, yang langsung curiga karena melihat detail kecil tsb. Hanya dari satu gestur sederhana tsb, seluruh penyamarannya runtuh dalam hitungan detik.
Fix ini film terbaik yang gue tonton di 2026. Ini gue cerita baru 1 scene doang. Masih banyak scene lain yang gak kalah brilian di sepanjang film. Belum lagi Karakter Hans Landa yang diperankan dengan sangat luar biasa oleh Christoper Waltz. Dia menampilkan kemahiran multi-bahasanya di film ini: bahasa Jerman, Prancis, Inggris dan Italy. Akibat penampilannya, Waltz dapet Oscar lewat perannya di film ini.
Masih tayang di Netflix sampai 18 juli btw, setelah itu bakal keluar dari katalog Netflix Indonesia. So please, gue ngerasa lo harus nonton film ini minimal sekali seumur hidup sebelum lo mati 😭😅
ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
Ada sepupuku, laki-laki. Menikah di usia 21 tahun. Demi menghidupi keluarga, dia rela mengerjakan apa saja. Pernah jadi kuli, narik ojek, sampai kerja serabutan di Bogor. Sementara itu, salah satu om di keluarga punya toko bangunan besar dan hidup berkecukupan.
Setiap ada kumpul keluarga atau arisan, sepupuku hampir selalu jadi bahan perbandingan. Dia sering dianggap sebagai cucu yang paling gagal. Pertanyaan dan komentar yang diterimanya juga nggak enak didengar.
"Kerja kamu kok gitu-gitu aja?"
"Anakmu sekolah di tempat gratis aja, biar nggak nambah beban."
"Nikah muda, kasihan nanti istrimu."
Semua itu diucapkan di depan banyak orang. Tapi dia nggak pernah membalas. Dia cuma diam, menunduk, lalu lanjut bantu angkat galon atau beres-beres seolah nggak terjadi apa-apa.
Yang nggak banyak orang tahu, setiap pulang dari acara keluarga dia memilih jalan kaki beberapa kilometer karena ongkos angkotnya lebih baik dipakai beli susu buat anaknya. Cerita itu bahkan baru aku tahu bertahun-tahun kemudian.
Suatu hari ayahnya harus operasi dan butuh biaya sekitar Rp1,2 juta. Dia sempat mencoba meminjam uang ke omnya, tapi ditolak dengan alasan kondisi usaha juga sedang pas-pasan. Malam itu juga dia menjual satu-satunya motor yang dimiliki dengan harga jauh di bawah pasaran karena butuh uang secepatnya. Sejak saat itu dia bertekad untuk berhenti bergantung pada siapa pun.
Dia nggak marah, nggak ribut di grup keluarga, juga nggak bikin status menyindir. Dia memilih fokus memperbaiki hidupnya. Bermodal laptop bekas hasil utang ke teman dan belajar dari video di internet, dia mulai mendalami desain grafis dari kamar kontrakan yang sederhana.
Awalnya nggak mudah. Puluhan pelaku UMKM menolak hasil desainnya. Ada yang bilang hasilnya masih jelek. Dia tetap belajar sambil hidup sangat sederhana. Makan seadanya, tidur beberapa jam saja, yang penting tetap bisa berkembang.
Sampai akhirnya ada satu warung kecil yang mau mencoba jasanya. Dari proyek kecil itu, dia terus belajar pemasaran dan membangun portofolio. Klien mulai bertambah sedikit demi sedikit karena rekomendasi dari mulut ke mulut.
Beberapa tahun kemudian, sebuah kontraktor besar tertarik dengan hasil kerjanya dan memberikan proyek branding bernilai puluhan juta rupiah.
Dari sana usahanya berkembang pesat hingga mampu membuka percetakan sendiri dan mempekerjakan belasan karyawan. Bahkan kini, usahanya menjadi salah satu pemasok kebutuhan percetakan untuk banyak toko bangunan di daerahnya, termasuk toko milik om yang dulu sering meremehkannya.
Yang paling membuatku kagum terjadi saat omnya sedang mengadakan hajatan dan kekurangan dana beberapa hari sebelum acara. Sepupuku datang tanpa membawa rasa dendam. Dia membantu kebutuhan percetakan acara, membawa beberapa karyawannya, bahkan menggratiskan semua sebagai hadiah pernikahan untuk anak omnya.
Dia nggak pernah mengungkit semua perlakuan yang dulu pernah diterimanya. Menurutnya, balasan terbaik bukanlah membuat orang yang pernah meremehkan kita merasakan penderitaan yang sama, melainkan membuktikan bahwa kita bisa berhasil tanpa kehilangan sikap baik kepada orang lain.
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.
pendapat Guru Gembul soal Prabowo:
- Pecundang yang hanya menang sekali karena curang
- Pengkhianat prinsip sendiri semua kritikannya dulu kini dilakukannya
- MBG bukan untuk rakyat, tapi untuk bagi-bagi kekuasaan ke lingkar dalam
- Kabinet paling gemuk sepanjang sejarah, padahal dulu kritik kabinet SBY gemuk
- Deforestasi naik 166% padahal dulu vokal kritik SBY soal penggundulan hutan
- Paling banyak kunjungan luar negeri, padahal dulu mau coret anggaran ke luar negeri
- Anggaran kesehatan dipotong 15%, pendidikan 44% padahal janji gratis
- Dinasti politik dipeluk, padahal dulu sebut nepotisme musuh demokrasi
- Rupiah anjlok karena kebijakannya sendiri, tapi bilang rakyat desa tidak pakai dolar
- Semua program ujungnya satu: melanggengkan kekuasaan yang susah payah didapat
- dadan disalahin korupsi MBG
- padahal dia yang ngangkat dadan harusnya dia udah tahu bibit,bebet,bobotnya
Tetangga gue. Bapaknya meninggal ninggalin rumah 800 juta. 2 bulan kemudian,
ibunya jual rumah itu diam diam.
Pas anaknya nanya, ibunya jawab:
"Kan rumah punya ibu. Ibu yg jaga bapak pas sakit."
Anaknya nggak berkata apa².
Tapi 3 bulan kemudian dia gugat ke PA.
Ibunya kaget. "Lho kok anak gugat ibu sendiri?"
Gue tanya pengacara PA.
Dia bilang: "Banyak yg gak tau. Pas bapak meninggal, rumah itu langsung jadi harta warisan."
Statusnya milik bersama semua ahli waris.
Siapa ahli waris? Istri dapet 1/8. Anak dapet sisanya.
Jadi ibu itu cuma punya hak 1/8 doang. Sisanya 7/8 punya anak anaknya.
Jual tanpa TTD anak = jual barang orang.
Ini dalilnya jelas banget.
Allah bilang di QS An Nisa ayat 7: "Bagi laki laki ada hak bagian dari harta peninggalan... dan bagi perempuan ada hak bagian pula."
Terus di KHI Pasal 174: "Harta warisan belum dibagi = milik bersama ahli waris."
Jadi sebelum dibagi lewat PA, gak ada yg boleh jual seenaknya. Mau itu ibu kandung sekalipun.
Kenapa banyak ibu nekat jual?
1. Butuh uang cepet buat biaya hidup
2. Ngiranya "kan aku istrinya, pasti hak aku semua"
3. Gak tau hukum. Dikira anak nurut aja
Padahal secara syariat itu haram. Ngambil hak orang lain. Secara hukum negara = perbuatan melawan hukum.
Bisa dibatalin jual belinya.
Temen gue cerita kasus nyata di PA Jakarta.
Ibu jual rumah 1,2 M tanpa TTD 3 anaknya. Pembeli udah bayar lunas, udah balik nama.
Anak gugat. Pengadilan mutusin: Jual beli BATAL. Sertifikat dibalikin ke nama almarhum bapak.
Pembeli rugi 1,2 M. Nuntut ibu itu. Ibu itu jual sawah buat balikin duit.
Nyesel seumur hidup.
Terus gimana biar aman?
Kalo bapak meninggal, langsung urus 3 ini:
1. Surat Keterangan Waris di Kelurahan
2. Penetapan Ahli Waris di Pengadilan Agama
3. Balik nama sertifikat ke semua ahli waris
Baru setelah itu boleh dijual. Dan uangnya dibagi sesuai faraidh.
Ini prosesnya makan 2-3 bulan. Tapi lebih baik daripada sengketa 5 tahun.
cc:threadbongkarsistem
Guys, ada satu wawancara budayawan senior yang menurut gue paling jujur soal apa yang sebenarnya terjadi di lingkaran kekuasaan sekarang.
Dan ini bukan dari orang sembarangan ini Eros Jarot, yang sudah kenal Prabowo sejak masih jadi perwira, dan ngomongnya bukan dengan kebencian tapi justru sebagai sahabat lama.
Intinya satu: Prabowo sedang dininabobokan.
Dan 100 lebih menteri serta wakil menteri di sekelilingnya tidak ada satupun yang berani jujur kasih masukan ketika ada blunder.
Yang pertama harus dipahami:
kata Eros, kebenaran, kebenaran itu sendiri, dan pembenaran tiga hal yang seharusnya berdiri di tiga lembaga berbeda sesuai ajaran Montesquieu sekarang sudah berada di satu level dan dikooptasi oleh satu kekuatan yang sama.
DPR yang seharusnya merumuskan kebenaran dari aspirasi rakyat sekarang yang menentukan "kata benar" cuma eksekutif.
Yudikatif yang seharusnya melakukan pembenaran atas nama konstitusi malah ada lembaga tambahan bernama buzzer yang tugasnya memperkuat pembenaran apapun yang sudah diputuskan pemerintah.
Begitu tiga hal ini sudah satu level dan dikooptasi kekuasaan ini bukan lagi negara hukum.
Ini negara kekuasaan.
Dan ini yang paling penting soal demo mahasiswa:
Eros dengan tegas bilang dia bersimpati dan mendukung gerakan mahasiswa.
Bukan karena ditunggangi asing seperti yang sering dituduhkan.
Tapi dia juga kasih peringatan keras ke Prabowo:
"Dia ngusir para mahasiswa demo itu bukan dengan menurunkan ribuan dan ratusan ribu tentara dan polisi. Enggak akan mereka enggak akan surut. Mereka akan bertambah besar."
Caranya bukan represi.
Kalau mau mahasiswa berhenti turun ke jalan benahi kabinetnya.
Benahi cara bicara sebagai presiden supaya tidak gampang mengeluarkan janji yang tidak bisa dipegang.
Dan inilah inti masalahnya:
ada Super Menko di dalam kabinet.
Orang paling dekat dengan Prabowo yang bisa di-reach langsung lewat satu pintu sementara menteri lain dan bahkan duta besar harus lewat dia dulu.
Eros mempertanyakan ini dengan jujur:
levelnya menteri apa?
Kapasitasnya apa?
Bandingkan dengan era Soeharto yang meskipun banyak kesalahannya, tapi dalam memilih pembantu ada proses seleksi yang berat.
Sekarang?
Orang dengan pangkat menengah tiba-tiba jadi menteri tanpa jenjang yang jelas.
Bahkan ada yang baru menjabat beberapa bulan langsung dapat Bintang Mahaputra.
"Ini kan satu pertanyaan.
Bintang Mahaputra itu yang dicetak diren atau apa sudah serdadu sekarang?"
Dan ini bagian yang paling menohok soal pola yang berulang: setiap kali Prabowo bikin blunder entah soal dolar, rupiah, saham, atau kebijakan yang merugikan rakyat selalu dibela habis-habisan oleh menterinya sendiri. Bukan dikoreksi. Dibela.
"Katanya bensin enggak naik-naik.
Kalau enggak naik jangan terlalu cepat-cepat bilang enggak naik dong.
Lihat menteri-menteri Anda."
Para menteri yang seharusnya berani bilang "Pak, ini salah, harus dikoreksi" malah dengan mudahnya bicara "nanti rupiah akan menguat" padahal tidak terjadi.
Dan ketika itu tidak terjadi yang jadi sasaran tetap kepala. Bukan menterinya.
Kasus Dadan dan BGN jadi contoh paling nyata. Seorang profesor, intelektual, yang harusnya punya integritas moral lebih baik justru terbukti korupsi besar-besaran.
Tapi Eros melihat ini lebih dalam dari sekadar karakter satu orang:
"Dia nyemplung ke laut, ya pasti basah.
Tapi begitu laut besar penuh tantangan dicemplungin tanpa persiapan seharusnya bikin dermaga-dermaga dulu, pilot project dulu, baru perlahan diperbesar."
Yang terjadi malah sebaliknya dari nol langsung digelontorkan ribuan dapur SPPG sekaligus, tanpa infrastruktur yang matang, tanpa pengawasan yang ketat. Dan ketika hasilnya berantakan yang disalahkan cuma satu kepala BGN, sementara desain sistem yang cacat dari awal tidak pernah benar-benar diperbaiki.
Dan ini analisis paling tajam dari Eros:
dia menduga ini bukan kebetulan.
Mungkin memang ada yang sengaja tidak menerjemahkan niat baik Prabowo dengan benar supaya semua kebusukan jatuh ke tangan dia, padahal sistemnya sendiri sudah bobrok dari sebelumnya.
"Tonggak-tonggaknya memang sudah didesain bahwa itu akan runtuh.
Cuma karena orang baik ini saking baiknya sampai tidak melihat itu dan memang sengaja ditutup matanya."
Orang-orang baik di sekitar Prabowo termasuk yang disebut Eros sebagai kenalan dekatnya justru lebih mudah dimanfaatkan karena terlalu baik dan tidak punya pikiran buruk.
Dan itu yang membuat tikus-tikus di sekitarnya bisa menggerogoti tanpa terdeteksi.
Soal geopolitik dan ketergantungan asing juga disinggung tajam. Eros membandingkan: Prabowo sering menuduh demo mahasiswa ditunggangi asing.
Tapi bagaimana dengan kebijakan investasi asing yang membuka pintu dapur, lalu pintu tengah, lalu pintu depan, sampai semua jendela dan atap dibuka untuk modal asing?
"Negara kita dijadikan negara subordinat dari negara lain. Ini bukan lebih ngeri daripada orang per orang? Kalau orang per orang bisa kita tangkap. Kalau negara gimana?"
Dan soal reformasi 98 Eros yang waktu itu ada di lingkaran dekat sendiri mengakui dengan jujur: reformasi waktu itu cuma pergantian, bukan perubahan. Pijakan dasarnya tidak pernah benar-benar diubah.
Itulah kenapa pola yang sama terus berulang sampai sekarang ganti orang, tapi sistem yang busuk di bawahnya tetap sama.
Eros tidak sedang menyerang Prabowo secara personal. Dia justru bilang niatnya bagus, masih kenal dia sebagai sosok yang ingin baik.
Tapi niat baik saja tidak cukup kalau orang-orang di sekelilingnya para menteri, super menko, sampai aparat penegak hukum tidak berani jujur mengkritik, dan malah terus membela setiap blunder yang terjadi.
Dan kalau pola "dininabobokan" ini terus berlanjut di mana tidak ada satupun dari ratusan menteri dan wakil menteri yang berani kasih masukan jujur,
sementara aparat keamanan terus dipakai untuk membungkam suara kritik bukan mendengarkannya maka demo mahasiswa bukan akan surut. Justru akan terus bertambah besar.
Karena yang membuat rakyat marah bukan mahasiswanya yang turun ke jalan. Yang membuat rakyat marah adalah cara kekuasaan ini dikelola.
Guys, ada satu kutipan Jokowi yang perlu gue ingatkan dulu sebelum gue bahas berita ini.
Waktu mau lengser dia bilang:
Saya akan pensiun.
Kembali ke Solo.
Jadi rakyat biasa.
Sekarang PSI mengumumkan Jokowi siap keliling Indonesia sampai tingkat kecamatan demi pemenangan Pemilu 2029.
Rakyat biasa yang keliling Indonesia
untuk kampanye partai. Oke.
Yang paling menohok dia bilang ini sendiri di Rakernas PSI Makassar Januari 2026:
Bukan kabar burung.
Bukan asumsi.
Bestari Barus Ketua DPP PSI
mengutip langsung pernyataan Jokowi:
"Beliau sudah sampaikan masih kuat turun sampai ke kabupaten kota."
Jadi di Rakernas Januari 2026 hanya beberapa bulan setelah lengser Jokowi sudah bilang siap turun sampai level kabupaten kota untuk PSI.
Sementara di depan publik dia bilang mau pensiun dan jadi rakyat biasa di Solo.
Dua pernyataan yang sangat berbeda.
Diucapkan dalam rentang waktu yang sangat berdekatan.
Kepada audiens yang berbeda.
PSI bahkan sudah menyusun roadmap perjalanan politik Jokowi keliling Indonesia:
Ini bukan wacana.
Ini sudah ada roadmap-nya.
Sudah ada perencanaan.
Sudah ada koordinasi.
Dan PSI menegaskan bahwa agenda ini sepenuhnya diatur partai bukan oleh relawan Projo.
Artinya ini bukan inisiatif orang-orang di sekitarnya. Ini keputusan yang sudah dibicarakan.
Sudah disepakati. Dan Jokowi ada di dalam pembicaraan itu.
Yang paling ironis PSI adalah partainya siapa:
PSI adalah partai yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep anak bungsunya Jokowi.
Partai yang mendadak naik pamor
karena nama keluarga.
Partai yang sekarang menjadikan sang ayah sebagai patron politik untuk Pemilu 2029.
Jadi "pensiun dan jadi rakyat biasa" ternyata artinya: keliling Indonesia kampanye untuk partai milik anaknya.
Yang perlu digarisbawahi untuk rakyat:
Tidak ada yang salah secara hukum dengan mantan presiden aktif di partai politik.
Itu hak demokratis setiap warga negara.
Yang bermasalah adalah kesenjangan antara apa yang diucapkan di depan publik dengan apa yang direncanakan di belakang layar.
Antara narasi "kembali jadi rakyat biasa" dengan realita "patron politik yang akan keliling Indonesia sampai tingkat kecamatan."
Rakyat yang mendengar janji pensiun itu berhak untuk tahu bahwa janji itu tidak pernah dimaksudkan untuk dipegang.
yang jadi pertanyaan sekarang apakah yang membuat jokowi harus keliling indonesia ?
di kala baru sembuh?
apakah akan naik jadi capres lagi?
atau mendukung sang anak kelak?
Tadi sore diriku keluar buat beli bukaan. Di deket rumah ada 3 stand gorengan. Gak sebelahan, tapi yaa berdekatan jaraknya. Radius 100m
Dari awal puasa, ku perhatiin yang 2 ini lumayan rame nih (salah satunya langganan tempatku beli takjil & gorengan). Kayak ada aja lah pembelinya. Sementara yg satu sisanya sepi. H-30 menit buka, stok dagangan blio masih full, baru laku dikit. Jujur kasian dul.. yg jualan anak muda cewe.
Coba deh beli risol bihun sm bakwan, beli 3 pcs aja buat nyoba sekaligus bantu blio. Cuma kok pelayanannya RAMAH alias judes bangeet.. kayak gak niat.. padahal gue mau bantu aja.. begitu sampe rumah ku coba, ga enak rasanya. Adonannya keras 🥀
Jadi ada alasannya kenapa dari 3 penjual gorengan itu ada 1 yg dr awal puasa kalah terus. Begitu kita milih dia karena kasian, di situ baru kita tau alasan kenapa dia kalah melulu
Fyi aja, populasi dunia ada 8,3 miliar manusia dengan perjuangan yg beda2. Banyak yg terlalu sibuk bertahan hidup sampe ga sempet ngikutin isu2 terkini. Kalo semisal ketemu org yg ga tahu apa2, cukup beri tahu aja, ga perlu ngehujat. Edukasi itu merangkul, bukan memukul.