Rp28 miliar uang jemaat gereja raib. Dikumpulkan selama 45 tahun, habis karena satu orang.
Pelakunya? Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Korban? 1.900 anggota Credit Union (CU) Paroki St. Fransiskus Assisi Aek Nabara. Mayoritas petani dan pedagang kecil. Dana ini dikumpulkan selama lebih dari 40 tahun.
Modusnya? Sejak 2019, Andi menawarkan produk “BNI Deposito Investment” dengan bunga 8% per tahun, dua kali lipat bunga deposito normal. Produk ini tidak pernah ada di sistem resmi BNI. Andi memalsukan bilyet deposito, memalsukan tanda tangan nasabah, lalu mengalihkan dana ke rekening pribadinya. Agar korban tidak curiga, ia rutin mentransfer “bunga” palsu ke rekening CU. Total bunga palsu yang diterima gereja selama bertahun-tahun mencapai Rp3 miliar.
Pada Februari 2026 perlahan terbongkar, saat itu gereja minta pencairan Rp10 miliar untuk pembangunan sekolah. Andi terus mengulur waktu. Pada 23 Februari 2026, Kepala Cabang BNI Rantauprapat datang langsung dan menyampaikan bahwa Andi sudah tidak bekerja di BNI dan produk deposito itu bukan produk resmi bank.
Suster Natalia, bendahara CU yang selama ini memegang kepercayaan umat, langsung pingsan di tempat.
“Dari tangan saya, yang seorang suster ini, uang umat hilang. Inilah yang membuat saya syok.”
Dua hari setelah kasus dilaporkan ke Polda Sumut pada 26 Februari 2026, Andi kabur ke Australia bersama istrinya. Interpol menerbitkan red notice. Pada 30 Maret 2026, keduanya menyerahkan diri di Bandara Kualanamu. Dalam pemeriksaan, Andi mengakui seluruh perbuatannya.
BNI baru menyalurkan dana talangan Rp7 miliar. Sisa Rp21 miliar lebih belum ada kejelasan. Somasi dari CU Paroki masih menunggu respons resmi BNI.
“Uang yang dikumpulkan selama 40-45 tahun oleh umat yang sangat sederhana. Ini masa depan anak-anak mereka. Tapi semua itu hilang. Saya mohon, BNI kembalikan uang kami.” Kata Suster Natalia Situmorang pada Konferensi Pers Gereja Katedral Medan, 10 April 2026
Ini bukan soal satu oknum aja sih, tapi soal sistem pengawasan perbankan yang memberi ruang praktik ini berjalan selama tujuh tahun tanpa terdeteksi. Tersangka sudah ditangkap dan mengaku. Uang umat yang hilang belum kembali.
BNI harus segera memberikan kepastian dan mengembalikan seluruh dana sebesar Rp28 miliar kepada jemaat yang telah puluhan tahun menaruh kepercayaan mereka.
WTS 1 tix Cat 2 Maroon 5 Jakarta 1 Februari 2025. Tiket atas nama sendiri. Harga 2.600.000. Langsung COD di venue aja. DM me. Thank you.
#Maroon5LiveinJakarta
WTS 1 tix Cat 2 Maroon 5 Jakarta 1 Februari 2025. Tiket atas nama sendiri. Harga 2.600.000. Langsung COD di venue aja lusa. DM me. Thank you.
#Maroon5jakarta
mari jadikan pesta demokrasi kepala daerah kali ini jadi pesta gagasan yang seru dan menjadi harapan baru untuk kesehatan demokrasi di negara tercinta kita ini. 🫶🏻
Dear Pak Jokowi, as your voter and admirer for a decade, ayo Pak pulang, main sama cucu and enjoy your retirement. Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya.
Dear partai-partai di DPR/DPRD i believe setelah liat putusan MK ini you guys pasti mau kan majuin kader terbaik kalian tapi terhalang karena sudah terikat dengan komitmen sebelumnya. Yuk, masih ada waktu sampai tanggal 27 besok untuk berfikir ulang.
[ANAK HASIL INCEST TERBURUK DALAM KELUARGA KERAJAAN]
ERAmania, udah tau kan incest tuh dilarang? Selain karena amoral, perkawinan sekerabat bisa ngewarisin kecacatan fisik & mental loh ke keturunan! 🤕
Berikut 8 contoh kasus anak hasil incest terburuk di keluarga kerajaan~
🧵
Stok gudang Tiongkok berlimpah, dan ini bukan pertanda baik buat ekonomi global dan Indonesia.
🧵 dari special report kami.
1/28
https://t.co/WMijHerWFx
PDIP sdh milih Ganjar sbg capres. Siapa cawapres yg tepat dampinginya? Mahfud MD, sosok pemberani, tegas, bersih & religius. Kendalanya Mahfud itu ditakuti & ditolak politisi bermasalah. Mahfud jg tak punya dana. Tp kekuatannya ia ada di hati rakyat, ini bisa jd energi gerakan.