Dihina. Dicemooh. Dijadikan bahan olokan di seluruh dunia. Dicabut ban kaptennya, bahkan dapat ancaman pembunuhan.
Mungkin gak ada situasi yang lebih berat dari yang pernah dijalani Maguire. Saat semua orang pergi, dan yang tersisa cuma dirinya sendiri. Saat dunia gak ada di pihaknya. Tapi dia gak lari. Dia gak menyerah. Meski klub sempat ingin melepasnya, dia tetap memilih bertahan. Diam, menunggu, dan bicara dengan caranya; lewat permainan.
Kita sering memuja pemain sempurna. Yang penuh trofi, statistik, dan sorotan. Tapi kisah seperti ini jauh terasa lebih manusiawi: tentang seseorang yang pernah jatuh sedalam itu, lalu berusaha bangkit tanpa banyak bicara.
Harry Maguire bukan lelucon. Bukan meme. Dia pemain yang akan menaruh tubuhnya demi tim. Seorang pekerja keras yang memilih diam dan membiarkan lapangan jadi tempatnya menjawab semua ejekan. Ia adalah definisi sejati dari seorang pemimpin. He leads by example.
Sama seperti kita, dia juga manusia, bisa salah, bisa gagal. Tapi yang membedakan, dia terus mencoba, bahkan saat gak ada satu pun yang percaya.
Dengan dada tegap. Dengan kepala tinggi. Dia membuktikan semuanya.
Remember his name: Jacob Harry Maguire. 👏🥶
#utdfocusid
@manutd_world gue heran, pacarnya aja udah maafin dan udah balikan kurasa, dan dia udah nempuh jalur hukum, kenapa para fans ga ngasih kayuijo kesempatan? berasa paling sempurna
Paul Scholes: "Anda dapat melihat apa artinya bagi para pemain. Kita sudah lama tidak melihatnya, ini benar-benar brilian. Melihat semangat yang dimiliki pemain-pemain ini untuk #mufc sungguh luar biasa, terutama reaksi terhadap penonton."
#PostMatchReaction#MUNBAR#UEL