Nadiem Makarim Ungkap Perbedaan Harga Lisensi Chrome dan Windows Yang Membuat Perbedaan Harga Sangat Jauh..
Kenapa memilih Harga yang lebih murah malah dijadikan tersangka?!
Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang tukang sayur menyampaikan kritik terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai penciptaan lapangan pekerjaan.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menyatakan:
"Pada pembuatan becak tersebut ada penggunaan komponen lokal yang dipasok oleh UMKM."
Ini ada vidio dari salah satu UMKM atau bengkel yang dapat proyek becak listrik pindad 😁
Kehadiran Jokowi dipersidangan diperlukan untuk selesaikan masalah satelit yang melibatkan salah seorang tenaga ahli asing.
Masalah ini belum semua orang Indonesia tahu. Satu persatu kejahatan Jokowi terungkap.
Listrik Padam, Ekonomi Terganggu. PDI Perjuangan lewat Puan Maharani dorong PLN Evaluasi dan Mitigasi. Apakah kritik seperti ini dianggap serangan juga oleh Golkar dan partai pendukung pemerintah?
Jangan sampai kritik dan masukan bagus seperti ini dimaknai sebagai posisi abu-abu PDI Perjuangan oleh ketua umum Golkar yang jadi menteri ESDM, Bahlil Lahadalia hanya karena tidak mampu menuntaskan visi Presiden Prabowo.
Masyaa Allah…
Bukan sembarang emak-emak.
Inilah wajah ibu yang merekam video lapak narkoba di Labuanbatu, Sumut.
Beliau berterima kasih kepada Polres yang telah menindaklanjuti info peredaran narkoba.
Sehat selalu, bu…
Ironi: lucu tapi tragis.
Indomaret & Alfamart tak butuh Latsarmil untuk ribuan karyawannya, bisnis lancar.
Tapi calon manajer Kopdes Merah Putih wajib ikut latihan militer, dan dua orang meninggal dunia.
Ngapain sih pakai cara militer buat kelola koperasi yang uangnya dari rakyat?
Emang bener Pak
BUMN pemerintah.. wis pokoe paket ini
Sukanya merepotkan rakyat 😤
Kendala rakyat yg nanggung
Kerugian rakyat yg nanggung juga..
Tapi untung, mereka semua yg bancakan!!
Itu kan kurang ajar!!!
Anggota Komisi VI DPR dr Fraksi PDIP, Mufti Anam, melihat sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin kurang ajar kepada rakyat.
"hanya di Indonesia polisi ngurus pertanian. tentaranya sering di sawah, angkatan laut tanam kedelai, angkatan udara tanam tebu"
"ini adalah stategi, Indonesia akan bangkit jadi negara hebat”
dan dia ngomong gitu di depan para petani, sangat ga make sense
Mahasiswa UBK terima Rp 20 juta dari oknum polisi → demo dipindah → ketemu Wapres Gibran di Istana.
Respons Fraksi Gerindra DPR?
"Saya yakin tidak ada sangkut pautnya dengan Mas Gibran."
Pak , nggak ada yang nuduh Mas Gibran.
Yang jadi pertanyaan publik itu sederhana:
Kok bisa mahasiswa yang belakangan ketahuan menerima uang untuk geser lokasi demo , justru yang paling gampang masuk Istana Wapres dan duduk diskusi di sana?
Sementara mahasiswa yang demo murni, tanpa amplop, tanpa negosiasi lokasi , berdiri di luar pagar.
Bambang juga bilang:
"Jangan sampai ada isu yang memecah belah Presiden dan Wapres."
Pak ,rakyat nggak sedang ngurusin hubungan Prabowo-Gibran.
Rakyat lagi ngurusin kenapa pintu Istana lebih mudah terbuka untuk demo yang sudah dikondisikan daripada untuk suara yang datang dengan tangan kosong.
Itu bukan isu perpecahan.
Itu pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya didengar di sana.
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
Wakil Rektor SDM Universitas Negeri Yogyakarta menyebut spanduk kritik mahasiswanya:
"Sampah. Kotor. Mengotori lantai, mengotori pandangan. Tidak pantas ada di sini. Yang bilang ini bersih ,itu yang tidak waras."
SDM. Sumber Daya Manusia.
Tugasnya: membangun manusia unggul, kritis, berdaya.
Yang disebut "tidak waras": mahasiswanya sendiri yang berani berpendapat di kampus sendiri.
Di Yogyakarta ,kota yang tradisi gerakan mahasiswanya lebih tua dari banyak pejabat negeri ini.
Ketika "Wakil Rektor SDM" menyebut suara mahasiswanya "sampah" , pertanyaan yang tersisa bukan soal spanduknya.
SDM seperti apa yang sedang dibangun di sana?