Thomas Djiwandono adalah keponakan kandung Prabowo, anak dari kakak kandungnya.
17 tahun jadi Bendahara Umum Gerindra , pengendali keuangan partai pamannya sendiri.
Juli 2024: Jokowi tiba2 lantik dia jadi Wamenkeu II — empat bulan sebelum Prabowo resmi jadi presiden.
Analis langsung soroti: ini berpotensi konflik kepentingan dan nepotisme.
Januari 2026: Thomas mau digeser ke Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Masalahnya , tidak ada kursi kosong.
Solusinya? Deputi BI Juda Agung tiba2 mundur padahal masa jabatannya sampai 2027. Thomas masuk.
Juda digeser ke posisi Wamenkeu yang Thomas tinggalkan.
Tukar guling jabatan strategis negara.
Menkeu Purbaya ditanya wartawan soal ini, jawabnya: "Kelihatannya begitu [tukar guling]. Saya dengar juga begitu."
Thomas baru mundur dari Gerindra Desember 2025 , sebulan sebelum masuk BI.
Bukan dari awal dia memegang kendali fiskal negara.
17 tahun pegang dompet partai, baru keluar saat mau masuk bank sentral.
Reaksi pasar tidak bohong: rupiah nyaris Rp17.000 saat isu ini mencuat.
Analis sebut itu hukuman pasar.
BI itu harusnya independen dari politik.
Kini dijaga keponakan presiden, mantan bendahara partai presiden.
Di negara lain ini sudah cukup memicu krisis kepercayaan institusi.
Di sini? DPR menyetujuinya.
Guys, ada momen di podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang menurut gue paling menggetarkan dan paling menyentuh yang pernah gue dengar dari siapapun yang keluarganya terjerat kasus hukum.
Franka Makarim
istri Nadiem bicara untuk pertama kalinya
di depan kamera.
Dan cara dia bicara menurut gue jauh lebih keras dari tuntutan 27 tahun yang dilempar ke suaminya.
Satu fakta yang perlu diingat dulu sebelum membaca ini:
Nadiem Makarim adalah lulusan Harvard.
CEO startup termuda yang pernah masuk daftar paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Meninggalkan semua itu untuk jadi menteri.
Dan berdasarkan catatan pajak pribadinya hartanya tidak bertambah selama menjabat.
Justru berkurang.
PPATK sudah memeriksa.
Tidak ada aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
Dari vendor, dari Google, dari PT manapun. Nol.
Tapi dia masih ditahan 8 bulan.
Dituntut 27 tahun. Dengan uang pengganti Rp5,6 triliun yang diambil dari nilai IPO Gojek di SPT pajak bukan dari uang yang pernah dia terima.
Dan di tengah semua itu Franka pasang badan:
Franka bukan tipe orang yang sering muncul di publik.
Selama hampir satu tahun dia diam.
Menjaga empat anak.
Hadir di setiap sidang.
Menemani dari kejauhan.
Dan ketika dia akhirnya bicara yang pertama dia katakan bukan pembelaan.
Tapi pertanyaan:
"Jadi kejahatan suami saya apa?"
Yang paling miris momen anak-anak yang tidak mengerti:
Franka cerita soal putrinya yang berumur lima tahun.
Satu hari setelah jam kunjungan habis
anaknya berdiri di pojok lobi, menangis, dan bertanya:
"Kenapa Siera enggak bisa nginep di sini sama Dada?
Emang Dada enggak punya tempat tidur di situ?"
Dia tidak mengerti kenapa ayahnya
harus tinggal di sana.
Dia pikir ayahnya hanya menginap saja.
Dan Franka tidak bisa menjelaskan kenapa.
Karena memang tidak ada penjelasan yang masuk akal untuk anak usia lima tahun soal mengapa seorang ayah ditahan untuk sesuatu yang tidak pernah bisa dibuktikan.
Yang paling mengena dari seluruh obrolan ini:
Franka ditanya:
seberapa jujur Nadiem di matanya
dalam skala 1 sampai 10?
Jawabannya: 10.
Tidak ada bohong satu pun.
Dan dia kasih bukti yang sangat konkret:
Nadiem selama 20 tahun
hanya punya satu nomor HP.
Tidak pernah ganti.
Tidak ada yang perlu disembunyikan.
"Siapapun bisa lihat.
Anak buahnya bisa buka.
Istrinya bisa buka.
Everybody can access that."
Fakta persidangan yang perlu diketahui publik:
Pertama — grup WA yang disebut berulang kali sebelum penangkapan sebagai bukti perencanaan korupsi? Tidak pernah masuk ke dakwaan.
Tidak ada.
Kedua — Nadiem hanya hadir satu kali rapat sebelum pengadaan.
Dan yang dia bilang hanya: "
Teruskan." Dia tidak menandatangani persetujuan pembelian apapun.
Ketiga — 800 miliar yang dituduhkan masuk ke Nadiem?
Di persidangan dibuktikan itu adalah transaksi internal antar PT di dalam GOTO untuk persiapan IPO masuk dan keluar di hari yang sama.
Bank statement dari Citibank menunjukkan nol aliran ke individu manapun.
Keempat — harga Chromebook yang dituduh kemahalan?
Vendor, reseller, dan distributor semua bersaksi bahwa harga yang dinilai wajar oleh BPKP dalam audit adalah harga yang akan membuat mereka rugi kalau dijual di angka itu.
Artinya harga pengadaan sebenarnya sudah kompetitif.
Kelima — petinggi Google dari seluruh dunia bersaksi secara online selama 11 jam.
Sukarela.
Membantah seluruh tuduhan kongkalikong yang ada di dakwaan.
Yang paling tidak adil dari seluruh proses ini:
Jaksa menghadirkan 55 saksi dengan 7 ahli selama 3,5 bulan.
Tim Nadiem baru mulai pembelaan satu minggu lalu proses tiba-tiba mau dihentikan dan langsung masuk tuntutan.
Franka bertanya dengan sangat tenang tapi sangat keras:
"Apakah sebagai orang yang dituduhkan, yang hidupnya diambil dan ditangkap sebelum terbukti — kok tidak mendapatkan kesempatan yang sama?"
Ada orang yang meninggalkan posisi luar biasa di sektor swasta untuk melayani negara.
Hartanya berkurang selama menjabat.
Tidak ada satu sen pun aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke rekeningnya. Saksi-saksi di persidangan membantah tuduhan satu per satu.
Perusahaan teknologi global dari seluruh dunia rela bersaksi 11 jam untuk meluruskan faktanya.
Tapi dia masih dituntut 27 tahun.
Dan istrinya sekarang harus menjawab pertanyaan anak berumur lima tahun:
kenapa Dada tidak bisa pulang?
Kalau sistem hukum kita tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang jujur maka yang sedang kita saksikan bukan penegakan hukum.
Itu adalah sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari korupsi yang dituduhkan.
@madHink@barellahair Ya kalau gitu seperti yang dikatakan petinggi gojek, pakai sistem karyawan. Tapi ada konsekuensinya, jumlah driver gak sebanyak sekarang. Artinya, ada mitra yang harus terpaksa diputus.
NADIEM
Saya mengikuti proses pengadilan Nadiem dan terperangah mendengar orang yg jelas tak bersalah ini dituntut 18 tahun pénjara.
Saya tak sendirian
Jaksa membuktikan -- dan tak cûma kali ini -- dan kita saksikan dgn sedih -- betapa NKRI benar negara gagal. Gagal menegakkan keadilan
Dan jaksa menyusun tuntutannyz dengan enteng -- sikap seperti terbiasa melakukan kezaliman. The banality of evil.
Melawan fitnah Jaksa langsung di daerah 3T.
Chromebook faktanya dapat digunakan. Kami cross check langsung faktanya di Kecmatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
Bebaskan Nadiem dan Ibam! Kriminalisasi seperti ini hanya membuat Indonesia semakin tidak aman untuk orang muda!
@ardisatriawan Tergantung ikut Organisasi dan Komunitas apa gurunya: yang satu yang paling tua diam, yang satu lagi pecahan yang paling tua banyak kontranya, yang komunitas pasti banyak mendukung.
@abulmuzaffar10 Bener stop MBG, berikan pada anak-anak yang benar2 membutuhkan saja. Dan, pendirian sekolah itu adalah wewenang pemerintah daerah. Jadi kalau gak ada political will dari pemerintah daerah, menteri juga gak bisa buat apa2.
@hadimaster65555 Tinggal lihat Rapor Pendidikan aja … grafiknya secara umum naik kok, bahkan kalau ditrace dari 2021 2025 lumayan tuh hasilnya… coba download di laman Kemendikdasmen