Pemimpin bangsad tuh ya macem KDM ini. Masalah pribadi dikulik terus yang akhirnya semua orang pada tau kalo bapak dia bertanggung jawab. Lu pikir enak jadi broken home, nyed?
Di tengah semarak perayaan Hari Kemerdekaan, miris melihat seorang anak harus mengambil sisa makanan dari acara para pejabat untuk mengisi perutnya🇮🇩😔
Di satu sisi meja penuh hidangan, di sisi lain masih ada yang berharap pada makanan yang tersisa
Sudah 81 tahun Indonesia merdeka. Semoga kemerdekaan bukan hanya dirasakan di gedung-gedung megah dan meja-meja pejabat, tetapi juga oleh mereka yang setiap hari masih berjuang untuk sekadar makan🥹
sempat terjadi debat panas antara polisi vs mahasiswa akibat polisi tidak mengizinkan aksi demo dilakukan di bundaran HI
mahasiswa: "siapa yg merasa tertanggu sama aksi demo kami di daerah sini?"
👮♂️: "anda lihat ada berapa bnyak gedung? anda lihat ada berapa bnyak orang disitu?"
mahasiswa: "mereka semua yg ada disana mendukung kami. kalau ada kesempatan mereka akan turun bersama kami di sini"
walau terjadi debat panas namun mahasiswa tetap kondusif
Adu argumen antara aktivis mahasiswa PMII UPI Sumenep dengan pejabat/penanggung jawab Pusat Informasi KKKS Sumenep dari BUMD PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS)
Polisi mencoba menghalangi Mahasiswa yang akan mengadakan aksi demo di Bund HI.
Mereka cuma ingin menyampaikan pendapat, dan itu dilindungi UUD 1945....🇮🇩
📹Inilah beberapa footage yang menampilkan POV-POV mencekamnya peristiwa peracunan oleh BGN lewat embege di Berastagi.
Kiranya jejak digital ini dapat kita renungkan, entah sebagai musibah, entah sebagai bencana, apakah ini normal? Jika di antara kamu ada yang menganggap ini normal, coba periksa, barangkali ada yang salah dengan nurani dan empatimu. 🫵🏻
ACEH MENCEKAM🥀😭
ALL EYES ON ACEH 🚨🚨🚨🚨
Peringatan Hari Damai Aceh (21 Tahun MoU Helsinki) yang seharusnya menjadi ruang refleksi sejarah justru berakhir mencekam. Pelataran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh berubah menjadi arena ketegangan dan gesekan fisik antara warga dengan aparat keamanan.
Momen simbolis pengibaran bendera daerah di gerbang masjid menyulut bentrokan hebat. Letusan senjata api terdengar di tengah kerumunan, dan warga di lapangan menemukan selongsong peluru di area publik/rumah ibadah.
3 Alasan Mengapa Kita Harus Mengawal Isu Ini:
1. Trauma Konflik & Penggunaan Kekuatan Berlebih
Suara tembakan di area Masjid Raya Baiturrahman membuka kembali luka trauma masa lalu masyarakat Aceh. Pendekatan represif dan penggunaan senjata api di tengah aksi massa sipil adalah langkah mundur bagi perdamaian yang telah dirawat selama dua dekade.
2. Pengabaian Hak & Status Hukum Bendera Aceh
Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh terus digantung oleh pemerintah pusat tanpa kejelasan legalitas. Ketidaktegasan Jakarta dalam menuntaskan regulasi ini menjadikan simbol daerah sebagai pemantik bentrokan rutin saban tahun.
3. Komitmen MoU Helsinki & Keadilan Ekonomi yang DIBERANGUS
Dua dekade pasca kesepakatan damai 2005, Aceh masih terjebak dalam angka kemiskinan tinggi di Sumatra. Sementara hasil bumi dan SDA seperti Blok Andaman terus dikuras, hak bagi hasil dan otonomi penuh yang dijanjikan dalam kesepakatan politik tak kunjung diserahkan secara utuh.
Perdamaian di Aceh dibangun di atas darah dan air mata, bukan untuk dihancurkan oleh ketidakadilan pusat dan intimidasi senjata!
Kawal terus situasi di Banda Aceh dan pastikan hak-hak sipil serta keselamatan warga terlindungi!
Hanaya do'a bersama untuk memperbaiki bangsa tang telah rusak kronis,dan memperingati 21 Tahun Damai aceh, knp dihalang halangi wak.
Kami bukan minta merdeka bukan nak pisah pula dari negara yang pejabatnya babi ngepet perusak negara.
Kami hanya memohon doa supaya babi ngepet perusak bangsa itu digilas oleh tronton
🚨 REMPANG KEMBALI MEMANAS!
Jumat, 14 Agustus 2026, warga dan aparat terlibat bentrokan di tengah proses penggusuran lahan. Alat berat turut diturunkan ke lokasi.
KDM SANG GUBERNUR BANCI 🚨
Petani Sukajaya Dibanting Aparat, Mana Kamera & suara KDM sang BANCI ITU
Sebuah rekaman memilukan mendadak viral, Petani asli Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang bertahan secara damai demi mempertahankan ruang hidup dan mata air mereka, diduga mengalami tindakan represif hingga dibanting oleh oknum aparat yang menjadi bemper korporasi swasta (PT PMC).
Di saat tubuh petani Sukajaya diinjak-injak dan dituduh KRIMINAL oleh narasi korporasi, publik Jawa Barat menanti suara sang Gubernur BANCI.
Namun, yang didapat rakyat justru keningin dan kesunyian dari Gedung Sate.
Mari kita cermati wak, kepemimpinan berbasis Konten vs Kebijakan Nyata ini secara objektif
1. Eksploitasi Kemiskinan demi Konten, Tapi Bungkam Saat Hadapi Oligarki
Publik sudah sangat terbiasa melihat KDM tampil heroik di platform medsos marah-marah ke warga kecil, menangisi nasib lansia di desa, atau membagi-bagikan uang tunai di depan kamera YouTube demi angka VIEWS dan ENGAGEMENT.
Namun, ada pola berbahaya yang kian membatu wak.
- Ketika rakyat miskin berhadapan dengan masalah personal, KDM hadir lengkap dengan kamera produksi.
- Namun ketika rakyat kecil berhadapan dengan raksasa oligarki, penggurusan lahan, dan represi aparat seperti di Sukajaya Bogor, kamera mendadak mati dan suara sang Gubernur BANCI hilang.
Apakah air mata dan simpati itu hanya berlaku jika subjeknya bisa dijadikan komoditas konten yang tidak berisiko politik?
2. Tanda Tangan Gubernur Lebih Membela Rakyat Dibanding 1.000 Video YouTube
Tugas utama seorang Gubernur adalah tugas MANAJERIAL dan POLITIS STRATEGIS, menerbitkan Pergub, menyusun Perda perlindungan lahan pertanian, serta memanggil Kapolda untuk menghentikan represi aparat terhadap warga sipil.
Satu lembar surat keputusan atau tanda tangan Gubernur jauh lebih sanggup menyelamatkan masa depan ribuan petani dibanding ratusan episode drama NGONTENIN orang MISKIN. KDM dipilih untuk mengeksekusi wewenang negara, bukan untuk menjadi CONTENT CREATOR berbekal rompi dinas!
3. Ambisi Pilpres 2029 di Atas Penderitaan Warga Jawa Barat
Gaya kepemimpinan yang minim eksekusi struktural namun gila pencitraan ini memicu spekulasi yang kian terang benderang wak.
Apakah Jawa Barat hanya dijadikan BATU LONCATAN dan panggung baliho berjalan demi mengejar elektabilitas Pilpres 2029?
Jika energi dan anggaran waktu Gubernur habis untuk safari pencitraan dari satu kamera ke kamera lain demi tabungan modal politik 2029, maka rakyat Sukajaya dan seluruh warga Jabar yang tertindas konflik agraria akan terus menjadi korban pembiaran sistemik.
Hentikan eksploitasi narasi kerakyatan jika pada praktiknya rakyat yang dibanting aparat justru dibiarkan berjuang sendirian!
Masyarakat Jawa Barat menuntut kerja nyata, sanjungan kebijakan, dan ketegasan pasang badan dari seorang Gubernur bukan sekadar konten drama harian di YouTube.
#AllEyesOnSukajaya ✊
Bagaimana pandangan kalian wak? Apakah kalian setuju tugas Gubernur adalah membuat aturan tegas untuk rakyat, bukan sekadar ngonten?
Tolong Pelayanan Publik, khuSUsnya Perpanjangan SIM dan STNK buka di hari Sabtu-Minggu!
Masak kita harus ngajuin cuti atau potong gaji dari kantor cuma demi bayar pajak ke Negara?
Sementara Pegawai yang gajinya dari Pajak kita Sabtu/Minggu malah libur!
Kimbek lah…
Ratusan pelajar di Kabupaten Jayapura, Papua, dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan setelah menyantap menu MBG, sejak Selasa (04/08) hingga Rabu kemarin.
Peristiwa keracunan massal ini terjadi di Kabupaten Jayapura yang daya tampung puskesmas dan rumah sakitnya terbatas.
Ada Konsumen Beli Kaos @persib x WO cuma dateng plastiknya doang, Tega ya ini Karyawan ekspedisi padahal Konsumen susah-susahnya WAR kaos itu Kalian malah Jahat.
📹 IG heybandoeng