Gila, ketimpangan kita separah ini!
Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Dr. Media Wahyudi Askar, menjelaskan hasil studi terbaru mereka:
1. Studi CELIOS mengungkap ketimpangan ekstrim: di saat pejabat/orang super kaya merayakan ultah mewah di Paris, anak-anak miskin berjuang keras hanya untuk bisa makan hari itu jg.
2. Indonesia kini punya 2 wajah ekstrem. Wajah pertama diisi oleh 1.700 orang super kaya, dimana kekayaan 50 orang terkaya di antaranya sudah setara dg total kekayaan 55 juta penduduk.
3. Oligarki ini menyetir harga pasar (ojol, LPG, properti) dan "membeli" demokrasi lewat pendanaan parpol. Sebaliknya, rakyat biasa harus berdesakan di transportasi publik yang buruk meski taat bayar pajak.
4. CELIOS mendorong Pajak Kekayaan (Wealth Tax) sebesar 2% untuk aset di atas Rp84 M. Didukung 89% rakyat, pajak ini bisa menghasilkan Rp142 T/tahun untuk menggratiskan layanan kesehatan, KRL, hingga beasiswa sampai bangun rumah layak warga rentan.
Nonton full di youtube nya Watchdoc Dokumentary nya disini 👇
https://t.co/cSzAPhXCd8
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
Leo Tolstoy budayawan dan pemikir Rusia abad 19 dalam A Confession (1882), Buku non-fiksi yg mendokumentasi krisis spiritualnya, ia mengatakan, “Setiap kebohongan adalah racun. Tidak ada kebohongan yang tidak berbahaya. Hanya kebenaranlah yang aman. Kebenaran itu memberi penghiburan.” (Every lie is a poison, there are no harmless lies. Only the truth is safe…) Pemikiran Tolstoy ini mempengaruhi Mahatma Gandhi, hingga Martin Luther King Jujior.
Sekarang negara ini sedang terjadi persoalan yg rumit terkait persoalan kejujuran dan kebenaran, hingga kampus tempat saya kuliah S1 dulu, yaitu UGM pun dipertanyakan kejujurannya.
Padahal kebenaran itu sebenarnya sederhana. Kebenaran itu tidak rumit. Kebohonganlah yg sering harus berliku liku, rumit dan melelahkan. Pengadilanpun kadang tidak mampu membongkar kebohongan. Pengadilan lebih mudah menghukum atau menjatuhkan pidana pada mereka yang ingin meminta kebenaran. Itu yang sering saya saksikan belakangan ini.
Sekarang kita saksikan, siapa yg ingin mengungkap kebenaran secara sederhana, kita tunggu lewat pengadilan yang rumit dan dramatis.
Highest rates of prostitution in the World :
1.Thailand (Buddhist)
2.Denmark (Christian)
3.Italy (Christian)
4.Germany (Christian)
5.France (Christian)
6.Norway (Christian)
7.Belgium (Christian)
8.Spain (Christian)
9.United Kingdom (Christian)
10.Finland (Christian)
Highest rates of theft in the world:
1.Denmark and Finland (Christian)
2.Zimbabwe (Christian)
3.Australia (Christian)
4.Canada (Christian)
5. New Zealand (Christian)
6.India (Hindu)
7.England and Wales (Christian)
8.United States (Christian)
9.Sweden (Christian)
10.South Africa (Christian)
Highest rates of alcohol addiction in the world:
1.Moldova (Christian)
2.Belarus (Christian)
3.Lithuania (Christian)
4.Russia (Christian)
5.Czech Republic (Christian)
6.Ukraine (Christian)
7.Andorra (Christian)
8.Romania (Christian)
9.Serbia (Christian)
10.Australia (Christian)
Highest homicide rates in the world:
1.Honduras (Christian)
2.Venezuela (Christian)
3.Belize (Christian)
4.El Salvador (Christian)
5.Guatemala (Christian)
6.South Africa (Christian)
7.Saint Kitts and Nevis (Christian)
8.The Bahamas (Christian)
9.Lesotho (Christian)
10.Jamaica (Christian)
Most dangerous gangs in the world:
1.Yakuza (non-religious)
2.Agberos (Christian)
3.Wah Sing (Christian)
4.Jamaica Posse (Christian)
5.Primeiro (Christian)
6.Aryan Brotherhood (Christian)
Largest drug cartels in the world:
1.Pablo Escobar – Colombia (Christian)
2.Amado Carrillo – Colombia (Christian)
3.Carlos Lehder – Germany (Christian)
4.Griselda Blanco – Colombia (Christian)
5.Joaquín Guzmán – Mexico (Christian)
6.Rafael Caro – Mexico (Christian)
And then they say that #Islam is the cause of violence and terrorism in the world and want us to believe that.
Who started World War I?
Not Muslims.
Who started World War II?
Not Muslims.
Who killed about 20 million of Australia’s indigenous people?
Not Muslims.
Who dropped the nuclear bombs on Nagasaki and Hiroshima in Japan?
Not Muslims.
Who killed more than 100 million Native Americans in South America?
Not Muslims.
Who killed about 50 million Native Americans in North America?
Not Muslims.
Who kidnapped more than 180 million Africans as slaves from Africa, of whom about 88% died and were thrown into the oceans?
Not Muslims.
First, we must define terrorism or understand how terrorism is viewed by non-Muslims.
If a non-Muslim commits a terrorist act, it is called a crime; but if a Muslim commits it, it is called terrorism.
We must stop dealing with double standards.
🗣️ Zinedine Zidane on Cristiano Ronaldo:
“First, congratulations to Messi for his performance and hat trick. At 39 years old, what he is doing is incredible, but today I want to speak about Cristiano Ronaldo.
Today is Ronaldo’s day. Whenever he plays, football wins because we are watching one of the greatest players in history. People talk about his age, but his ambition, mentality, and desire to win remain exactly the same.
Portugal have a fantastic squad. Their midfield is full of quality—Bruno Fernandes, Vitinha, João Neves, and Bernardo Silva can compete with any midfield in the world. Technically, they are outstanding players.
However, sometimes I feel Ronaldo does not receive the same support that Messi receives with Argentina. Argentina understand how to maximize Messi’s strengths and help him influence the game. Portugal have the quality to do the same for Ronaldo.
Cristiano has spent nearly twenty years giving everything to his country. He has scored goals, broken records, won trophies, and carried Portugal through some of their greatest moments. If this is one of his final chances to achieve something special again with Portugal, then everyone around him should be helping make that dream a reality.
What makes Ronaldo special is not only his talent but his mentality. He never stops believing, never stops competing, and never stops fighting for victory.
That is why today I will be watching Cristiano Ronaldo. Not because he has something left to prove, but because legends deserve to be appreciated while they are still playing.” 🇵🇹🐐
Satu persatu para pengusaha dan investor MBG berteriak karena ketidakberesan program ini. Btw, jgn lagi sebut mereka relawan yaa...relawan itu rela bahkan jika tdk dibayar 😊. Satu lagi, ketika di bbrp tempat MBG dihentikan sementara knp yg teriak pengusahanya ya? Harusnya kan anak2 sekolah dan ibu hamil penerima manfaat yg teriak2 kelaparan krn ga dpt MBG, tapi saya malah blm dengar tuh ada penerima manfaat yg kelaparan gara2 ga dpt MBG. CMIIW
Yg lagi rame skrg..
Pemerintah daerah sedang gontok2an dg pemerintah pusat ttg anggaran..
Rakyat kecil...
Gelar tiker, nyemil kwaci...
Nunggu klo ada yg bilang, "lebih baik daerah Kami memisahkan diri saja & mengatur daerah kami yg Kaya SDA drpd cm jd sapi perah pemerintah pusat, & tdk tahu anggaran u/ apa & siapa"
(Umpaname)
🥱
Pemikirannya menembus batas untuk ukuran mahasiswa. Talenta emas dari UGM yg membersihkan nama baik UGM.
Sepertinya cukup satu suara darinya daripada suara2 di gedung DPR. Tiap kalimat yg keluar adalah kebenaran yg terungkap..ini keren banget.
Andai wapres bisa secerdas ini...
di korporasi kalo ada kegiatan bisnis resmi yang pake uang CEO-nya berarti ada indikasi sistem budgeting, cost control, dan perencanaan kegiatan perusahaannya ga beres 😭 ini hal basic banget ga sih bahkan anak maba semester 1 di FEB juga paham kali
Nasib tragis menimpa satu keluarga di Solok Selatan, Sumbar (31/5/2026). Gara-gara berani melaporkan kasus pemerkosaan anaknya ke polres beberapa bulan lalu, rumah mereka malah dikepung 15 orang dan diserang secara brutal.
Di dalam rumah cuma ada ibu (ER), suami, dan bayinya yang masih berumur 2,5 tahun!
Mirisnya, pelaku pemerkosaan yang harusnya mendekam di penjara tapi gak ditangkap-tangkap polisi, malah ikutan datang mengepung dan menyerang korban!
Padahal keluarga korban baru aja berani pulang setelah berbulan-bulan kabur, murni cuma mau mengadakan acara akikah anaknya.
Pelaku pemerkosaan bebas berkeliaran dan malahan balik mempersekusi korbannya tanpa takut hukum.
Tolong pak Kapolri, atensi kasus di Solok Selatan ini!
Bantu sebarluaskan video/berita ini gaes agar pelaku cepat diciduk!
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Kisah ironis dan menyesakkan dada ini dialami oleh seorang Guru Besar Universitas Indonesia bernama Profesor Raldi Artono Koestoer.
Melihat tingginya angka kematian bayi prematur dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar biaya sewa inkubator rumah sakit yang sangat mahal, ia menggunakan kecerdasannya untuk merakit inkubator bayi portabel berteknologi canggih namun sangat hemat listrik.
Hebatnya, ia sama sekali tidak mengomersialkan alat penopang kehidupan tersebut, melainkan meminjamkannya secara gratis kepada ribuan ibu miskin di berbagai pelosok daerah.
Namun bukannya diberi medali penghargaan atau dana bantuan riset oleh negara, gerakan mulia sang profesor justru mendapat tamparan keras dari sistem birokrasi.
Pada tahun 2016, pemerintah melalui kementerian terkait mendadak menegur dan mencoba menghentikan operasional peminjaman inkubator tersebut.
Alasannya sangat kaku, alat penyelamat nyawa itu dianggap melanggar aturan karena belum memiliki sertifikat izin edar dan Standar Nasional Indonesia layaknya produk alat medis komersial buatan pabrik raksasa.
Tuntutan untuk mengurus perizinan yang memakan biaya sangat mahal dan proses yang rumit tentu tidak masuk akal untuk sebuah proyek amal yang dijalankan secara swadaya.
Ironi menyedihkan ini sempat memancing kemarahan publik secara luas, memperlihatkan bukti nyata bagaimana sebuah inovasi jenius anak bangsa yang murni bergerak untuk misi kemanusiaan justru nyaris dicekik mati oleh aturan kertas di negerinya sendiri.
Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907, dalam wawancara terbarunya bareng Helmy Yahya, cerita kalau ia membangun Como pakai konsep Moneyball: pendekatan manajemen tim olahraga yang dipopulerkan Billy Beane di awal 2000-an.
Idenya simpel tapi revolusioner, pakai analisis statistik untuk nemuin pemain yang undervalued di pasar, terus bangun tim kompetitif dengan budget terbatas. Konsep ini biasanya jadi andalan klub-klub kecil yang nggak bisa bersaing di bursa pasar melawan klub-klub tajir. Di Premier League, Brentford dan Brighton adalah dua contoh paling terkenal yang berhasil jalanin filosofi ini.
Yang bikin menarik, Mirwan nggak cuma belajar teorinya doang. Dia ngaku pernah ketemu langsung sama Billy Beane untuk bekerjasama soal ini, dan juga sama Tony Bloom, pemilik Brighton, buat pelajarin sistemnya dari orang-orangnya langsung. Habis itu, dia sama timnya mulai bedah sistem tersebut, menganalisa apa yang bagus, apa yang kurang, sebelum akhirnya bikin versi Moneyball mereka sendiri. Prinsipnya satu: semua keputusan sepak bola harus berbasis data.
Tapi Mirwan juga menegaskan satu hal penting: Como dibangun di atas sistem, bukan individu. Siapapun yang duduk di kursi pelatih nggak boleh jadi figur yang nggak tergantikan. Makanya, ia bentuk yang namanya “Dewan Sepak Bola” yang terdiri dari head of recruitment, head of development, head of football strategy, head of performance, tim pelatih, perwakilan pemilik, sport director, sampai tim keuangan. Semua keputusan sepak bola harus lahir dari kesepakatan bersama.
Nah, konsep ini paling keliatan nyata di proses rekrutmen pemain Como. Mirwan Suwarso menjelaskan prosesnya yang berlapis dan cukup ketat. Mulai dari tim rekrutmen yang nyaring kandidat berdasarkan data. Kalau lolos, nama itu diterusin ke tim scouting buat dikonfirmasi langsung, apakah datanya akurat atau nggak, gaya mainnya cocok sama filosofi tim atau nggak. Kalau cocok, lanjut ke tahap behavior analysis, di mana sikap dan karakter si pemain dinilai. Baru setelah itu diserahin ke tim keuangan buat ngecek apakah nilai pasarnya masuk budget atau nggak.
Kalau semua tahap itu udah dilalui, baru deh nama-nama kandidat yang lolos diserahin ke tim pelatih, biasanya 5-6 nama. Tim pelatih bebas milih siapapun dari daftar itu. Tapi kalau mereka punya kandidat sendiri di luar daftar, nama itu tetap bisa diajukan, dengan syarat harus ikutin seluruh proses rekrutmen dari awal juga.
Melihat betapa sistematisnya Como dijalankan, proses rekrutmen yang ketat, semua diselaraskan dengan visi pelatih, dan ujungnya bermuara pada hasil nyata di lapangan, rasanya nggak heran kenapa mereka bisa bicara banyak musim ini di Serie A.
Dan untuk kita sebagai orang Indonesia, ada kebanggaan tersendiri melihat klub yang paling dibicarakan belakangan ini, pemiliknya adalah orang Indonesia. 🥹❤️
Rejim biadab Zionis Israel telah bertindak memintas flotila kemanusiaan Gaza dan telah pun menahan lebih 100 orang aktivis termasuk 16 aktivis dari Malaysia yang terlibat dalam misi aman membela kemanusiaan sejagat.
Tindakan kurang ajar rejim jahat ini terhadap terhadap misi bantuan kemanusiaan ini bukan sahaja mencabuli hak asasi manusia dan undang-undang antarabangsa, malah memperlihatkan kerakusan rejim Zionis dalam menutup ruang bantuan, menyekat suara kemanusiaan dan menindas sesiapa sahaja yang bangkit mempertahan dan membela rakyat Palestin.
Malaysia lantas mengecam sekeras-kerasnya tindakan tersebut dan menuntut jaminan keselamatan serta pembebasan segera kesemua aktivis yang ditahan.
Dunia tidak boleh terus tunduk kepada kezaliman dan kebobrokan. Penindasan ke atas warga Palestin dan kepada mereka yang menggerak serta membawa bantuan kemanusiaan mesti dihentikan segera, dan Israel mesti berdepan keadilan dan pertanggungjawaban!
#MalaysiaMADANI #MADANIbekerja #YakinMADANI