🤯🤯BREAKING: temuan wartawan dibalik dalang penjarahan. 🤯🤯
Kesaksian oleh "paid actor" yg ketinggalan rombongan bernama Ahu:
-4 mobil konvoy berangkat bareng dari cimahi, terus lanjut jemput orang di bandung, bandung barat, sukabumi, cianjur sampai bogor rombongan 600 motor.
-Mampir ke tanggerang dulu, kamis nyampe senayan lemparin molotov.
-Sebelum berangkat, diperintshkan membuat dulu bom molotov. “Ada 160 botol dibuat,” isinya minyak tanah.
-Botol itu kemudian diangkut ke kendaraan minibus putih. “Macam Alphard tapi bukan, saya lupa namanya,” kayaknya hiace ya?
-Di DPR ketemu rombongan lain yang direkrut dengan cara yang sama dari daerah jawa & bekasi.
-Sebagian kelompok beraksi di DPR, rekan-rekan Ahu yang lain membakari halte-halte Transjakarta.
“Itu pakai molotov yang dibuat di kampung,”
-Sebagian dari anggota rombongan, kata dia, ditugaskan mengunggah siaran live di TikTok.
-Dapet brief penjarahan ke 4 rumah, Pimpinan rombongan memberi tahu ada empat rumah yang bakal dijarah dan lokasinya mulai dari priuk. tapi ga berangkat karena kepencar dari rombongan.
-Saat diperlihatkan video penjarahan sama wartawan Ahu mendaku mengenali sebagian penjarah. “Itu yang baju biru juga rombongan saya, Bang”
https://t.co/tKRvWuNz0M
⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️
Rheza’s neck was broken. Footprints found on his abdomen. His head bled, many cuts found on his body.
Traces of tear gas were found. Many abrasions on his back, legs & hands.
When his body was bathed for the funeral, they had to crack his neck in place.
Yang demo butuh:
- Transportasi umum untuk bepergian, karna ga punya rantis baja untuk ngelindas orang
- Sinyal internet supaya bisa saling kabar
Yang dibakar pas demo:
- Fasilitas transportasi umum
- Server optik layanan seluler
Bocil ijazah nilai 6 semua juga bisa 1+1=1312
Muhammadiyah dan NU sudah memposisikan diri sebagai bagian dari penguasa. Rakyat yang disuruh menjaga “persatuan bangsa”, bukan mereka yg punya kuasa yg kelakuannya jauh lbh merusak
Polisi membunuh, politisi pamer keserakahan, dianggap tidak mengganggu persatuan bangsa
Grahadi, a protected heritage site in Surabaya, has allegedly been deliberately burned by provocateur arsonists to justify lethal force by law enforcement. Protesters couldn't enter the Grahadi complex and molotov cocktails can't make a fire that big.
Polisi Tangkap Provokator Demo di Pejompongan Jakarta, Ternyata Intel TNI
Provokator demo di Jakarta pada Jumat 29 Agustus 2025 ditangkap personel polisi yang sedang mengawal aksi.
Provokator berbaju hijau dan celana panjang abu-abu tersebut ternyata anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
Berdasarkan kartu anggota yang dibawa, provokator demo tersebut bernama Sudi Suwarno.
Sudi Suwarno berpangkat Mayor Infanteri dengan nomor NRP 21960328960875.
Provokator tersebut menjabat sebagai Komandan Tim 2 Den IV Satuan Intel Bais TNI.
Dalam kartu anggota tersebut juga dijelaskan Sudi diizinkan membawa pistol sebagai persenjataan saat bertugas.
Senjata yang digunakan berjenis Sig Sauer P224 Sas produksi Jerman kaliber 9 mm.
Kartu anggota yang dibawa provokator tersebut masih berlaku hingga 31 Desember 2025.
Berdasarkan informasi yang didapat https://t.co/K7igDpu1ha, Sudi Suwarno ditangkap polisi di Pejompongan, Jakarta, Jumat (29/8/2025) malam.
Kira-kira, apa tujuan provokator tersebut? Dan permainan apa dibalik keterlibatan TNI saat demo beberapa terakhir?
Serbuan rumah Sahroni itu pengalihan isunya. Dia mah diinfo dari kemaren2 sama tukang nasgor makanya dese di Tumasik sekarang. Kata mereka korbankan rumahmu, kuganti dengan yang lebih bagus. Jadi deh "demo anarkis" ditindak tegas dan dengan alasan keamanan militer semakin nyaman depan bawah atas belakang. Jelas ya.
"What really angers the people [is] the arrogance that they're seeing from their leaders."
Social platform co-founder Abigail Limuria talks about the growing anger in Indonesia, where politicians are getting a wage hike while the economy struggles.
Gak ada gunanya ganti Kapolri
institusi Polri yang harus diganti
Power Polisi terlalu besar
Pecah minimal ke 3 bagian
- Ketertiban/PelayananUmum
- Penegakan hukum
- Keamanan dalam negeri
Kalau masih seperti sekarang, siapapun Kapolri, akan berulang
Rombak Polisi!!