INGAT NAMA MEREKA:
Andi Angga Prasadewa (Angga)
Rumah Zakat @rumahzakat — Kapal Josef
Bambang Noroyono (Abenk)
Republika @republikaonline — Kapal Bora Alize
Thoudy Badai Rifan Billah (Thoudy)
Republika — Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Andre)
Tempo @tempodotco — Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Heru)
inews @officialinews_ — Kapal Ozgurluk
SOS!
Sumber: Instagram @globalpeaceconvoy
Untuk teman-teman yang lagi berangkat kerja, pulang kerja, dan yang lagi berpergian, hati-hati dan semoga selamat sampai tujuan.
Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya, dan masih diberikan kesempatan untuk bertemu keluarga dirumah 💐🩵
KA Argo Bromo Anggrek tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Jumlah korban jiwa dalam insiden tersebut terus bertambah. Petugas Kamar Jenazah RSUD Kota Bekasi mengungkapkan, jumlah korban meninggal akibat tabrakan tersebut sebanyak 7 orang.
Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo selamat dalam insiden tabrakan kereta itu, termasuk masinis. Total ada lebih dari 240 penumpang dalam KA tersebut.
Evakuasi masih berlangsung hingga berita ini dibuat. Sejumlah penumpang masih ada yang terjepit. Evakuasi menemui kendala karena besi yang sulit dipotong. Kini, SAR Jakarta berupaya memotong gerbong yang tertabrak.
📸: Dok. Antara.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R169 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
GUYS TOLONG BANTUAN YA UNTUK RT🙏
Mohon konfirmasi sepupu saya @KAI121 atas nama tersebut. Keluarga saya sedang menunggu distasiun bekasi timur terimakasih
Mentemen, dari salah satu Arfriends izin meralat dan menginfokan ulang (mohon maaf atas miskomnya)
Data yang ditulis adalah korban luka (sudah ditambahkan tulisan luka) dan sudah berjumlah 44 orang 🙏
Two trains crashed in East Bekasi earlier tonight, with reports stating the incident was caused by a taxi, as the cause remains under investigation.
(https://t.co/GqgIIlBNnp)
liat nama 'Indonesia' dan 'us/israel aligned' di satu wadah teks yg sama. Yang diterima publik internasional ya negara kita udah serendah itu, gara-gara sekelompok kecil incompetence gov/zog.
SEA countries have every right to complain about Indonesia’s decision to open its airspace to U.S. aircraft, as it will bring unnecessary risks to the region, especially if tensions in the South China Sea escalate
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
perempuan selama ini tuh hidup dalam diskriminasi berlapis, tapi saat kami mengekspresikan rasa marah aja masih diatur-atur caranya. diaturnya juga oleh kelompok yang selama ini mendominasi struktur sosial, punya privilege berlapis, dan middle class tentunya.
“Your future lawyer has a rapist mentality” hits hard because lawyers are supposed to be our line of defense when it comes to injustices and kesewenang-wenangan. Lawyers are supposed to fight for you when the state overreach their power, but here we are
Bahaya laten Orde Baru? Bukan, kawan-kawan
Soeharto memang udah mampus, tapi mesin kekuasaannya masih dilanggengkan sampai rezim kediktatoran Prabowo hari ini
Apa yang tejadi pada Andrie Yunus adalah bukti ideologi militerisme Orba masih hidup dan berkuasa di sekitar kita