"Jodoh itu soal keberkahan. Jemputlah dengan tirakat dan perbaikan akhlak, bukan tentang siapa yg cepat, tapi tentang siapa yg paling siap saat Allah menetapkan waktunya."
Ning Jazil Annahdliyah
@dawuhguru
Prabowo paling takut sama siapa?
Bukan 9 naga, pas ketemu di Hambalang katanya ada yg dibentak.
Bukan pengusaha, semua kebijakannya belakangan gak pro pengusaha
Bukan TNI, itu sudah dikuasai. Dan bukan rakyat jelata juga
Dia paling takut mahasiswa karena konon mertuanya lengser karena mahasiswa. Semangat buat yang demo, jangan sampai anarkis dan salah sasaran. Ingat sekali lagi, yg diperjuangkan jelas, yg disasar juga jelas. Jangan sampai salah sasaran karena kena provokasi mereka
Ali bin Abu Thalib Ra pernah menuturkan:
“Barang siapa bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw pada hari Jumat sebanyak seratus kali, maka ia akan dikarunia cahaya (nur) pada hari kiamat.
Dan apabila cahaya itu dibagikan kepada seluruh makhluk, niscaya ia akan menerangi semuanya.”
📚—Sa’adatud Darain
Diskusi dengan kawan,
Dia bilang, kemarin harga Pertamax itu naik karena pemerintah sebenarnya sudah tidak kuat mensubsidinya
Saya pun heran. Bukannya Pertamax itu BBM non-subsidi ya? Makanya mengikuti harga pasar?
Dia sampaikan. Pertamax itu subsidi juga. Kalau ikut harga pasar, harusnya udah naik dari lama.
Terus saya pun menemukan berita lama ini
Buat yang belum tau..
Saat ini ada krisis pasokan listrik PLN akibat stok batubara tidak cukup.
Menteri ESDM memangkas kuota batubara karena dipicu seretnya pasokan batubara DMO (Domestic Market Obligation) ke PLTU JaMaLi (Jawa Madura Bali).
Alhasil terjadi defisit daya 1.500 MW dan pemadaman bergilir di kota-kota besar.
Jadi buat menjaga agar harga batu bara dan nikel tinggi sehingga dapat pajak royaltinya besar, maka kuota produksi batu bara dipotong jauh
Contohnya Sinar Mas punya kuota produksi 55 juta ton tahun 2025. Tapi 2026 ini hanya disetujui 11 juta ton aja.
Dan dari 11 juta ton itu, 30% itu untuk lokal (ke PLTU, pabrik dan smelter di dalam negeri). Sisanya baru boleh ekspor.
Diperkirakan ini akan terjadi hingga September.
Jadi, siap2 aja kalo beberapa bulan kedepan bakal sering ada pemadaman listrik.
Indonesia punya 56 juta "pengusaha."
Malaysia cuma 3 juta.
Kedengarannya bangga. Padahal itu alarm.
Malaysia 75% pekerjanya formal, bergaji, terserap sistem.
Indonesia? 38%.
Sisanya jadi "pedagang" bukan karena mau, tapi karena nggak ada pilihan lain.
Bukan wirausaha. Survival mode.
Selisih itu bukan bukti kita lebih entrepreneur.
Itu bukti sistem kerja kita gagal nyerap orang.
Rupiah baru saja menguat, tapi masih Rp17.958,75/dollar. Nyari kerja sulit. Jumlah sarjana tidak sebanding lapangan kerja.
Lapangan kerja pun masih harus mengalah dengan mereka yang punya orang dalam. Selain Tuhan, mau mengadu ke siapa?
Logis kalau rajin berdoa. Logika udah kalah bahkan sejak punya niat nyari uang.
2017: First Travel. 63.000 jemaah gagal berangkat. Kerugian Rp905 miliar.
2018: Abu Tours. 86.000 jemaah gagal berangkat. Kerugian Rp1,2 triliun.
2018: Hannien Tour. Ribuan jemaah gagal berangkat. Skema Ponzi.
2026: Hanania Group. kurang lebih 2.500 jemaah gagal berangkat. Estimasi kerugian Rp60 miliar.
Setiap kasus: modus sama. Skema Ponzi. Dana jemaah dipakai tutup lubang lama. Tersangka ditangkap. Korban menangis.
Setiap kasus: respons pemerintah sama. Prihatin. Minta diusut. Janji perbaikan regulasi.
Kemenhaj mengakui Hanania punya akreditasi B, rekam jejak bagus, bahkan peraih rekor MURI.
Mereka yang keluarkan izinnya. Mereka yang audit 5 tahun sekali.
Sembilan tahun. Empat kasus besar. Hampir 200.000 korban. Hampir Rp2,5 triliun raib.
Dan sekarang pemerintah bilang akan "membuat regulasi monitoring yang lebih ketat."
Pertanyaannya bukan lagi kenapa travel ini bisa menipu.
Pertanyaannya: kenapa negara butuh 9 tahun dan 200.000 korban untuk baru mau serius?
Sumber :
Kompas: https://t.co/Xvg4nPj60F
CNBC Indonesia (First Travel/Abu Tours): https://t.co/7D0dQF82if
Kenangan waktu kerja sales Indihome, gada gaji pokok, kalo ada yg pasang wifi baru dapet fee 150/pasang, kalo gada client ya gada gaji, sedih bgt dulu panas panasan door to door ke rumah rumah, ke jalan,
setiap hari tapi dulu yg aku rasain gaji sebulan cuma dapet 250rb dari 2 pemasangan wifi ongkos bulak balik, makan, sampe ga pernah jajan, dulu dikira orang aku enak kerja di Indihome perusahaan ternama, tapi kenyataan nya jauh dari itu...
Mohon maaf bukan menjatuhkan nama peruusahaan, tapi ini realita yg aku rasakan
tapi aku seneng banget padahal kerja disitu temen temen nya baik baik, support semua, mangkanya walau gaji begitu aku bertahan,
aku gada motor sering dianter jemput, dulu spv aku pak Yusuf, senior aku yg sering anter jemput ka Rifki Juniansya, ka agung, mei , devangga, mereka baik dan seruuu banget, dari situ aku bener bener merasakan punya temen kerja yg asikkk,
makasih ya kalian uda pernah baik bangettt
mengisi hari hari kerjaku,
ga akan pernah aku lupain masa masa kerja itu, 2023
cc:fbCiptaValora
Kencangkan sabuk pengaman guys..
Harga harga pangan strategis mulai naik
Tunggu waktu aja berikutnya bisa jadi bensin, listrik, dan segala barang subsidi pelan pelan akan dinaikkan.
Dollar sudah 18 ribu.
Lampu merah untuk pemerintah.
Waktu makin terbatas untuk memperbaiki semua ini.
Wuaduhhhhhh
Kalau inisial "CB" yang dimaksud merujuk pada teknokrat senior seperti Chatib Basri, ini adalah pengulangan sejarah yang jadi red flag loh.
Di tahun 2013 era SBY, CB ditarik mendadak jadi Menkeu justru ketika Indonesia lagi dihantam badai Taper Tantrum (Rupiah anjlok parah dan investor asing kabur berjamaah).
Jika sejarah ini berulang dan tokoh dengan profil serupa dipanggil lagi secara dadakan buat ngegeser figur seperti Pak Purbaya, artinya yaitu Pemerintah lagi panik banget sama kondisi makro-ekonomi.
Mereka butuh sosok pemadam kebakaran yang kredibilitasnya langsung dipercaya oleh pasar global dan Wall Street, bukan sekadar titipan partai.
Tapi CB - Chatib Bashri ini masih asumsi saya aja yahh, pliss jangan bawa serius 🌞🐱
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
Yudian Wahyudi, Kepala BPIP , Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Gajinya Rp76,5 juta/bulan, setara menteri.
Anggarannya Rp374 miliar per tahun.
Tugasnya satu: jaga dan sebarkan nilai-nilai Pancasila.
Sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kita mulai dari sana.
Februari 2020, baru seminggu dilantik, Yudian bilang:
"Kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan."
MUI protes. Ormas Islam protes. Politikus lintas partai protes.
Kepala lembaga yang tugasnya mengamalkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa , bilang agama adalah musuh Pancasila.
Dia tidak dicopot.
Dia masih menjabat sampai hari ini.
Agustus 2024: 18 Paskibraka putri yang berjilbab harus melepas jilbab saat pengukuhan resmi kenegaraan di IKN.
BPIP bilang itu soal "keseragaman."
Yudian bilang tidak ada paksaan.
Tapi rekaman videonya ada.
Anak-anak itu melepas jilbabnya di hadapan kamera, di depan negara.
Alumni Paskibraka minta dia mundur.
Jokowi ditanya soal sanksi, jawabnya: "Ya nanti dilihat."
Tidak ada sanksi.
Yudian minta maaf.
Lanjut menjabat.
2024, Yudian minta tambahan anggaran Rp100 miliar ke DPR.
Rinciannya? Rp45,5 miliar untuk bayar influencer, YouTuber, dan TikToker supaya posting soal Pancasila.
Lembaga yang tugasnya membina ideologi bangsa , strategi utamanya adalah endorse konten kreator.
Orang yang bilang agama musuh Pancasila.
Yang bikin Paskibraka lepas jilbab.
Yang minta Rp45 miliar untuk TikToker.
Masih menjabat.
Masih digaji Rp76,5 juta/bulan. Pakai uang lo.
Apesnya Kelahiran 1998 di Indonesia
1998 : Baru lahir, negara lagi chaos.
2010 : SMP, kurikulum ganti. “Adaptasi ya nak.”
2013 : SMA, kurikulum ganti lagi. “Sabar ya nak.”
2016 : Lulus SMA, saingan kuliah kayak rebutan sembako.
2019 : Timeline panas, politik dimana-mana.
2020 : Mau lulus / kerja. boom, pandemi. “Di rumah aja.”
2022 : Dunia buka lagi, harga-harga ikut naik duluan.
2024 : Umur 26, belum mapan tapi udah ditanya nikah.
2025 : Quarter life crisis tanpa notifikasi.
2026 : Dunia ribut lagi, Iran vs Israel & AS. Minyak naik, hidup makin mikir.
Kesimpulan:
Kita nggak pernah hidup di zaman “normal”.
Baru mau stabil, selalu ada plot twist.
Generasi 98 bukan lemah.
Cuma capek adaptasi terus 😅
إنا لله و إنا إليه راجعون.
Telah berpulang ke rahmatullah Ibunda tersayang Hj. Utami Djuwariah binti H. Sudiadi pada Sabtu 23 Mei 2026 pukul 8.20 di Bekasi dalam usia 70 tahun. Semoga almarhumah ditempatkan di sisiNya yang terbaik. Mohon doanya (shalat gaib, tahlilan & yasinan).
Ada yang bilang: "orang miskin itu malas."
Tapi tidak ada yg cerita soal:
1. Orang miskin ygg kerja 12 jam sehari tapi tetap tidak cukup
2. Anak buruh yg pintar tapi tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya
3. Petani yg panen bagus tapi harganya dipermainkan tengkulak
Anak petani ogah jadi petani.
Sebuah masalah. Knp?
Penghasilan menjadi petani (sawah) tidak bisa menutup biaya nongkrong di cafe dan skincare.
Baju kotor dan ga wangi.
🙌