Buat siapapun, kalau tiba tiba kepikiran mau buka usaha, kepikiran S2, kepikiran travelling ke Eropa and others. Tolong jangan diabaikan yah. Karna itu bukan kepikiran yg biasa aja.
Percaya ga percaya itu namanya hikmat dari Tuhan yg mana kalo kamu struggle for that, dengan sangat mungkin bisa terjadi.
Been there many times. Jangan kecilkan dirimu dengan alasan apapun yaahh
Saran gratis dari psikolog mahal:
Kalau kamu orang yang cemas, lakukan semuanya untuk bersenang-senang.
Melamar kerja? Anggap lagi iseng.
Ngumpulin dokumen? Anggap lagi main puzzle.
Buka blog? Anggap lagi iseng nulis jurnal.
Anxiety itu hidup dari rasa “ini penting banget”. Semakin kamu anggap satu hal sebagai soal hidup-mati, semakin keras dia mencengkeram.
Jadi turunin levelnya.
Jangan kasih dia bahan bakar.
Coba mulai dari hal kecil hari ini:
lakukan satu hal yang biasanya bikin deg-degan…
tapi kali ini dengan niat “cuman buat fun aja”.
ada temenku gajinya 2jt dan cuma bisa dipake buat makan sama ngekos. trus dia cerita, “aku mending dapet uang 2jt daripada nganggur, karna kalo nganggur aku beneran gak makan”
kasian… padahal dia bisa dapet yg lebih baik dari itu, tapi yg di pikiran gapapa mau digaji berapapun asal bisa makan. dan ketidakberdayaan ini dimanfaatkan oleh kaum kapitalis biar bisa ngasih gaji di bawah umr
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.
This is free advice from an expensive psychologist. If you’re an anxious person, do everything for fun. Go to a job interview for fun. Submit documents for fun. Start a blog for fun. Anxiety feeds on importance. Don’t make everything a matter of life and death.
Satu skill kerja yang jarang diajarin, tapi dampaknya besar buat karier:
cara mengelola ekspektasi atasan.
Sering kali masalahnya bukan karena kita nggak mampu.
Tapi karena kita terlalu cepat bilang “bisa”, padahal belum benar-benar paham scope, deadline, risiko, dan seperti apa definisi “selesai” yang dimaksud.
A thread.
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Kenapa korban kecelakaan kereta Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur dikasih cairan infus selama evakuasi? Jadi gini
Waktu evakuasi korban terjepit, ada resiko crush syndrome yang terjadi karena otot yang tertekan dalam durasi yang lama, sel otot rusak dan zat sisa metabolisme (kalium, mioglobin, asam, dan fosfat) “bocor” ke dalam pembuluh darah.
Tapi waktu korban masih terjepit, zat sisa ini masih terbendung sebagian di tempat korban terjepit
Setelah tekanan dilepaskan, zat sisa metabolisme tadi bisa tiba-tiba mengalir ke sirkulasi. Endingnya bisa menyebabkan henti jantung akibat kelebihan kalium, syok karena mediator inflamasi, rabdomiolisis, dan kerusakan ginjal.
Cairan IV/infus NaCl sebelum pelepasan tekanan bisa bantu mengencerkan zat sisa metabolisme berbahaya tadi dan meningkatkan produksi urine supaya lebih mudah dibuang. Mengurangi risiko korban tiba-tiba memburuk atau henti jantung setelah berhasil dievakuasi.
Turut berduka cita untuk seluruh korban, semoga proses evakuasi dan penanganan dapat berjalan lancar.
Seseorang datang ke terapi dengan keluhan kelelahan. Burnout, katanya. Workload, toxic company culture, politik kantor, dll
Tapi di suatu titik dalam sesi, ceritanya berubah, dan ternyata yang paling melelahkan bukan pekerjaannya
Keren banget intel warga.
Ternyata kejadian tabrakan antara KRL arah Jakarta dan taksi tuh estimasinya sekitar jam 20.46 - 20.47.
Sedangkan kejadian tabrakan antara KJJ dan KRL sekitar 20.52.
Posisi KRL arah Cikarang masih distasiun, gabisa gerak karena insiden taksi didepannya.
Posisi KJJ pukul 20.45.50 - 20.46.10 ngelewatin stasiun Cakung, KJJ ngelewatin stasiun Kranji pukul 20.49.10 - 20.49.30.
Jadi disaat waktu kejadian tabrakan taksi terjadi, posisi KJJ ada diantara stasiun Cakung dan Kranji. Setelah gue hitung, disaat bersamaan terjadi tabrakan taksi, KJJ posisinya udah 0.75KM (20.46) atau 1.5KM (20.47) diluar stasiun Cakung.
Total jarak antara KJJ ke stasiun Bekasi Timur ada 5.5KM. Tiap 1 KM ada blok sinyal.
Total 5 blok sinyal. Tapi yang efektif cuma 3 blok sinyal terutama di stasiun Kranji karena kereta butuh jarak 1 KM kurang lebih buat ngerem aman.
Jarak antara tiap blok sinyal cuma satu menit. Overall KAI cuma dikasih 3 menit yang efisien sejak detik pertama tabrakan taksi buat ngabarin KJJ.
When it’s A RACE AGAINST TIME. Human often lot.
Baca ini bikin gue ngeri banget sama yang namanya WAKTU, in a matter of minutes, dari menit ke 47 ke menit 52, 14 nyawa bertaruh 😭 YAALLAH
Bangun kebiasaan dokumentasi dari awal. Setiap project selesai, catat:
– Peran lo
– Hasilnya
– Angkanya
– Pelajaran penting
2 tahun lagi, ini jadi senjata buat:
– Nego gaji
– Apply kerja
– Minta promosi
Jangan nunggu 5 tahun baru panik cari bukti kontribusi.
Ibaratnya kalo lagi olahraga pertama kali ya. Badan pegel semua, ngerasa lemah padahal you’re getting stronger than before.
Di segala hal, when you’re getting better it feels like you’re getting worse. Merasa bodoh krn banyak gak tau. Perasaan bodoh dibutuhin di proses belajar.
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
4 ATURAN WAKTU BIAR KARIER GAK JALAN DI TEMPAT
1. aturan 8-8-8
- 8 jam kerja dengan fokus, bukan sekadar hadir.
- 8 jam untuk hidupmu: keluarga, olahraga, belajar.
- 8 jam tidur supaya besok tetap waras.
kalau hidup cuma kerja, cepat atau lambat kamu bakal burnout.
2. aturan 1-3-5 di kantor
- 1 pekerjaan besar yang paling berdampak.
- 3 tugas penting yang harus selesai.
- 5 tugas kecil sebagai pendukung.
produktif itu bukan sibuk, tapi tahu prioritas.
3. aturan 10 menit
kalau lagi males kerja, mulai saja 10 menit.
biasanya setelah mulai, otak ikut jalan.
4. aturan fokus 90 menit
kerja fokus 90 menit tanpa distraksi.
matikan notifikasi, jauhi chat yang nggak penting.
kualitas kerja sering naik drastis kalau fokusnya penuh.
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
TRIK JAM TIDUR
BIAR PAS BANGUN GAK LEMES
1. Kalau lo harus bangun jam 7 pagi
Tidur di: 21.45 / 23.15 / 00.45 / 02.15
2. Kalau lo harus bangun jam 8 pagi
Tidur di: 22.45 / 00.15 / 01.45 / 03.15
3. Kalau lo harus bangun jam 6 pagi
Tidur di: 20.45 / 22.15 / 23.45 / 01.15
4. Kenapa jamnya aneh?
Karena tidur itu siklus (±90 menit),
kalau bangun di tengah siklus = badan lo
makin capek.
Gue punya temen yang pertama kali merantau ke Jakarta, dia masuk kerja di salah satu kantor di pusat kota.
Hari pertama, dia langsung ngerasa salah tempat.
Bukan karena dia nggak kompeten, tapi karena lingkungannya beda banget.
Orang-orang di kantornya ngomong campur Inggris, santai bahas kuliah di luar negeri kayak University of New South Wales atau Monash University, seolah itu hal biasa.
Sementara dia?
Dari kampus daerah, nongkrongnya dulu kopi sachet, mainnya kartu sama temen-temen.
Kontrasnya kerasa banget.
Hari pertama aja dia udah minder.
Dia cerita ke gue, Gue ngerasa paling nggak nyambung di ruangan itu.
Bahkan hal simpel kayak nanya kuliah di mana bisa jadi awkward, karena jawabannya beda dunia.
Dia sempet mikir kalau dia kurang pintar, kurang keren, bahkan sempet kepikiran apa gue nggak pantes di sini ya?
Tapi makin lama dia mulai sadar sesuatu yang cukup nendang.
Ternyata bukan dia yang kurang tapi banyak dari mereka emang udah punya start lebih dulu.
Dari SMA udah di luar negeri, udah biasa presentasi, udah terbiasa ngomong dengan cara yang terdengar pintar.
Jadi pas masuk kerja, mereka keliatan langsung siap. Sementara temen gue?
Baru belajar semua itu dari nol di dunia kerja.
Yang bikin dia makin kaget, ada beberapa orang yang keliatannya santai banget, kerjanya nggak terlalu keliatan, tapi posisinya aman.
Setelah dia cari tahu pelan-pelan, ternyata background keluarganya bukan kaleng-kaleng.
Dari situ dia mulai ngerti, di Jakarta itu bukan cuma soal kerja keras tapi juga soal lu mulai dari mana.
Dia juga pernah cerita pengalaman lain yang bikin dia makin kebuka matanya.
Pernah dia kerja di tempat yang secara logika bisnis nggak masuk akalnggak jelas profitnya, tapi tetap jalan terus.
Dia sampe nanya ke seniornya, ini kok bisa hidup ya? Jawabannya simpel, “Udah, nggak usah dipikirin.
Beda dunia.
Di situ dia sadar, buat sebagian orang, kerja atau bisnis itu bukan buat bertahan hidup, tapi cuma aktivitas
Tapi justru dari semua itu, yang paling berubah dari dia bukan skill teknis tapi cara dia melihat diri sendiri. Awalnya dia minder, ngerasa kecil.
Tapi lama-lama dia mulai ngerti
dia mungkin nggak punya privilege yang sama, tapi dia punya daya tahan yang nggak semua orang punya. Dia terbiasa adaptasi, belajar dari nol, dan itu pelan-pelan jadi kelebihan.
Sekarang, setelah beberapa tahun, dia bilang ke gue satu hal yang cukup pedas tapi jujur
Di Jakarta, lu bakal ketemu orang yang keliatan jauh di atas lu.
Tapi bukan berarti mereka lebih hebat kadang mereka cuma mulai lebih dulu.
Tugas lu bukan ngejar mereka, tapi jangan berhenti jalan.
Dan menurut gue itu poin paling real dari merantau.
Jawaban pendeknya: ada banyak.
Jawaban jujurnya: pertanyaannya kurang tepat.
Karena 45jt/bulan itu bukan milik satu profesi tertentu. Jawabannya bukan cuma "dokter spesialis", "senior software engineer", "banker", atau "manager di big company".
Yes, profesi2 itu memang banyak yang bisa sampai segitu, bahkan lebih.
Tapi angka itu biasanya bukan datang dari label pekerjaannya.
Yang bikin orang digaji segitu adalah seberapa besar value yang dia ciptakan, seberapa besar risiko yang dia tangani, dan seberapa besar leverage yang dia punya.
In other words, itu adalah market value untuk problem tertentu, di sistem ekonomi tertentu, dengan level tanggung jawab tertentu.
Dan yang dibayar mahal sebenarnya bukan "kerjaannya", tapi kombinasi dari hal-hal ini:
→ masalah yang lo selesaikan
→ seberapa mahal masalah itu
→ seberapa langka orang yang bisa menyelesaikannya
→ dan seberapa jelas value hasil kerja lo
Itu sebabnya dua orang yang sama-sama pintar, sama-sama rajin, sama-sama lulusan bagus, bisa punya jarak penghasilan yang sangat jauh. Karena mereka bermain di economic game yang beda.
Ada kerja yang secara sosial kelihatan keren dan terhormat, tapi secara bisnis margin-nya kecil.
Ada juga kerja yang dari luar kelihatan biasa aja, tapi ternyata dekat banget ke revenue, efisiensi, atau keputusan berisiko tinggi. Dan itu yang bikin dibayar mahal.
Karena pada akhirnya, job market nggak membayar niat baik, kerja keras, atau kepintaran dalam bentuk abstrak. Market membayar leverage.
Leverage itu apa?
Simpelnya: ketika satu keputusan lo, satu skill lo, atau satu output lo bisa ngasih hasil dalam skala besar.
Contohnya:
✅ seorang software engineer bisa menulis sistem yang dipakai ribuan atau jutaan orang
✅ seorang salesperson enterprise bisa close deal bernilai ratusan juta atau miliaran
✅ seorang operator yang oke bisa bikin perusahaan hemat biaya besar setiap bulan
✅ seorang legal lead bisa mencegah kerugian yang jauh lebih mahal daripada gajinya
✅ seorang manager yang bagus bisa membuat 20 orang kerja lebih efektif
Di situlah angka seperti 45jt ke atas jadi makes sense.
Karena secara matematis, kehadiran orang itu menghasilkan atau melindungi value yang jauh lebih besar dari kompensasinya.
Jadi, kalau mau naik income, jangan cuma upgrade diri.
Upgrade juga market tempat lo menjual skill lo.
Ini berlaku untuk banyak hal:
- pindah dari industri margin tipis ke margin besar
- pindah dari perusahaan lokal kecil ke perusahaan global
- pindah dari role support ke role dengan ownership
- pindah dari kerja yang output-nya susah diukur ke kerja yang impact-nya kelihatan jelas
- pindah dari "dikerjakan manual terus-menerus" ke "membangun sistem yang bisa diulang"
Lompatan penghasilan terbesar most likely bukan datang dari lo jadi 2x lebih hebat.
Tapi dari lo masuk ke arena yang menghargai skill lo 2x lebih tinggi.
Semakin mahal masalah yang bisa lo tangani dengan tenang, semakin mahal market value lo.
Belajar keras emang capek. Bayangin bangun pagi, baca lagi, coba lagi, dan itu terus berulang setiap hari. Belum lagi ngerasa kurang, lambat, atau kadang mustahil.
Tapi tetaplah BELAJAR, trust the process.
Suatu hari semua effort itu berubah jadi hasil yang kamu banggakan. Gak akan keliatan sekarang, tapi minimal efeknya berasa 5 tahun mendatang.