Padahal jumlah lulusan pendidikan tinggi di Indonesia cuma 11% (data terbaru), jauh di bawah rata-rata OECD (hampir 50%), tapi udah bikin ‘inflasi’ gelar. Ini tandanya lowongan pekerjaan emang se-sedikit itu kah?
Gua udah punya jawaban kalo ditanya soal ini.
https://t.co/Kj7BQ2oS4r
Apakah kasihan? Tidak sama sekali. Sekarang kita balik:
- Apakah kalian kasihan dengan ibu2 kantin yang penghasilannya 0 rupiah karena MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orangtua yang menangis karena anaknya keracunan MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan jutaan orang yang bayar pajak, namun uang pajak itu dipakai untuk korupsi dalam MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orang yang kena PHK akibat multiplier effect dari MBG ?
Sejawat kalian saja suka pamer gaji di SPPG dan merendahkan orang lain. Ngapain juga kasihan.
Yang membuat hancur seseorang itu adalah serakah.
Ga bisa merasa cukup.
Serakah ini mengakar dari semua kalangan.
Mau kerja enak, santai tapi duit gampang banyak.
Enough is enough.
Ra iso berpikir ngono.
Semakin bertambahnya usia, semakin merasa harus ramah ke setiap orng yg ditemui.
Karena kita ga tau beban apa yg mreka pendam.
Ada orng yg mengubur mimpinya dalam2, karena dia tau mimpinya sulit diwujudkan.
kata raditya dika kita itu harus menghargai perasaan pasangan mau logis atau tidak,
misalnya nih pasangan kita enggak suka kita bergaul sama si A karna cemburu aja, padahal kenyataannya kita gak ada apa2.
tapi menurut radit ya ikutin aja, memvalidasi perasaan pasangan dan mengikuti apa yg pasangan mau adalah salah 1 bentuk bahwa kita menghargai dia sebagai pasangan kita.
kamu setuju gak sama raditya dika???
atau punya pendapat berbeda???
sesuatu yang digariskan untukmu tidak akan berbelok menjadi milik orang lain.
begitu juga segala sesuatu yang bukan ditakdirkan untukmu, sekencang apapun engkau kejar dia.
Menahan diri untuk tidak kembali pada seseorang yang jelas bukan untukmu
padahal hatimu masih ingin menetap,
adalah bentuk tawakal yang paling berat
Karena kamu percaya rencana Allah lebih indah dari keinginanmu. “Wa ‘asa an takrahu syai’an wa huwa khairul lakum.”
dan segala
menumbuhkan rasa syukur & bahagia karena hal2 kecil
gampang excited sama hal2 baru
gampang menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan
gampang menumbuhkan semangat hanya dengan membayangkan cita2 dan impian kita akan masa depan
kemana diri kita yg dlu itu sekarang?
coba rehat sejenak, merem trus flashback bayangin kita kembali jd anak kecil yg lg seneng²nya, lari larian, sepedaan, mandi hujan bareng teman2, main bola sampai menjelang magrib, jalan2 sama orang tua, atau momen2 "polos" lainnya,
dimana kita gampang bgt