gila ya karhutla tuh udah berminggu2 bahkan banyak negara lain bantu tp kok ga selesai2 😭😭 ya Allah tolong turunkan hujan lebat di seluruh wilayah terdampak karhutla😭😭
as an observer gue slalu analyzing the root of it ga judging "gt aja gabisa" tp lebih ke "why? what happened? dr kecil environment n psikososialnya gmn? what made this so unfamiliar to u? how?" krn kl org dewasa masi gapaham sesuatu yg mnurut kita basic pasti ada reason behind it
"pada berdoa minta hujan, kodok lu?"
YA KARENA PEMERINTAH LU GA MAMPU NGURUSIN KARHUTLA YA ANJENGGGGG. kami se putus asa itu sampe cuma bisa berharap turunnya hujan. titik api masih banyak, krisis air bersih, kekeringan, asap semakin pekat. "enjoy the dry season", utekmu njepatt
Tolong hukum seberat beratnya adili pelaku yang membakar hutan, menebangi hutan ilegal, jangan hilangkan rumah bagi mereka mahluk hidup yang hanya punya tempat tinggal satu satunya, cukup kami rakyat saja yang sengsara, jangan hewan yang tidak bersalah ikut sengsara
kayaknya konsep “it takes a village to raise a child” sering disalahpahami sebagai “everyone must babysit my child” padahal bukan itu maksudnya. a child is going to encounter many humans while growing up, and those interactions inevitably become part of their development. (cont.)
gua rasa semua orang harus coba ngerantau minimal sekali seumur hidup karena by then baru akan ketahuan lebih bisa milih ngadepin loneliness atau ngadepin bareng-bareng dengan dinamika keluarga
Kalau yg baca aja ga nyaman, apalagi korban yg ngerasain..
pernah gasih bayangin gmn rasanya tidur di lantai rumah beralas sajadah karena semua kasur kena banjir, air mati 4 hari, bahkan gue sempet lost contact sama keluarga karena di Medan gaada sinyal pas banjir ini🥲
Aku harap siapapun deh gak perlu ngerasain gimana traumanya setiap kali musim hujan turun, air sungai naik bawa gelondongan kayu, rumah hanyut, dan kita lari-lari naik bukit jam 2 pagi.
Kalian gak nyaman sama berita jelek, terus kami yang udah 9 bulan ini gimana?