Harga BBM Indonesia walaupun naik, masih SANGAT MURAH dibandingkan negara-negara ini.
Australia : Rp21.000
Kanada : Rp22.000
Jepang : Rp20.000
Singapura : Rp36.000
Jerman : Rp33.000
Belanda : Rp35.000
Italia : Rp32.000
Spanyol : Rp30.000
Indonesia : Rp14.000
Harga BBM di Indonesia masih relatif terjangkau. Ini berkat sinergi & komitmen pemerintah dalam memastikan BBM yang murah, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat
Begitulah kata buzerp.....
Tapi yang tidak di ungkap adalah gaji rakyat disana, nih awak luruskan biar gak makin prabodoh
Gaji rata-rata penduduk
1. Australia : Rp45 juta/bulan
2.143 liter/bulan
2. Kanada : Rp40 juta/bulan
1.818 liter/bulan
3. Jepang : Rp32 juta/bulan
1.600 liter/bulan
4. Singapura : Rp75 juta/bulan
2.083 liter/bulan
5. Jerman : Rp55 juta/bulan
1.666 liter/bulan
6. Belanda : Rp60 juta/bulan
1.714 liter/bulan
7. Italia : Rp35 juta/bulan
1.093 liter/bulan
8. Spanyol : Rp30 juta/bulan
1.000 liter/bulan
9. Indonesia : Rp3,1 juta/bulan
221 liter/bulan
10. Gaji honor nakes dan guru: 250k/bulan
17,8 liter /bulan
TERNYATA INI ALASAN RUPIAH DIBUANG ASING (MELEMAH)
SEDERHANA,
BI CETAK REKOR BELI SBN,
DI ERA PRABOWO SAJA LEBIH DARI 500T PEMBELIAN OBLIGASI YG DIKELUARKAN KEMENKEU
SBN DIKELUARKAN KEMENKEU UTK BIAYAI MBG, KOPDES, DINAS LN
BI DAPAT DUIT DARIMANA?
PRINTING MONEY DARI PERURI,
ISTILAHNYA KANTONG KANAN, KANTONG KIRI,
ASING SADAR,
BUANG SBN, BAWA KABUR DOLLAR,
RUPIAH SEMAKIN MELEMAH.
DAN SEPERTINYA BELUM SELESAI NIH CYCLE NYA
Sebelum masuk ke angka, perlu dipahami satu prinsip dasar:
ketika bank sentral membeli surat utang pemerintah dalam skala besar dan berulang, itu bukan kebijakan normal.
Itu adalah sinyal bahwa pasar tidak cukup menyerap SBN yang diterbitkan, dan pemerintah membutuhkan "pembeli darurat" untuk menjaga agar mesin utangnya tetap berjalan.
Inilah rekam jejak BI membeli SBN, khusus sejak Prabowo dilantik Oktober 2024:
Desember 2024 (akhir era transisi):
BI telah membeli SBN sebesar Rp169,5 triliun sepanjang 2024, terdiri dari Rp62 triliun di pasar primer dan Rp107 triliun di pasar sekunder.
Ini sudah jadi batu loncatan yang besar sebelum tahun berganti.
April 2025: Hingga 22 April 2025, BI telah membeli SBN Rp80,98 triliun, terdiri dari Rp54,98 triliun melalui pasar sekunder dan Rp26 triliun melalui pasar primer.
Juni 2025: Hingga 17 Juni 2025, total pembelian SBN BI mencapai Rp124,33 triliun, dengan Rp87,04 triliun melalui pasar sekunder dan Rp37,29 triliun melalui pasar primer.
Agustus 2025: Hingga pertengahan Agustus 2025, BI membeli SBN lebih dari Rp186 triliun, mayoritas melalui pasar sekunder sebesar Rp137,80 triliun.
September 2025: Per 16 September 2025, BI telah membeli SBN di pasar sekunder senilai Rp217,1 triliun.
November 2025: Per 12 November 2025, BI melaporkan total pembelian SBN mencapai Rp273,9 triliun, termasuk pembelian untuk debt switching.
Desember 2025 (akhir tahun): Selama tahun 2025, BI membeli SBN pemerintah senilai total Rp332,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp246,6 triliun dilakukan melalui skema debt switching.
Januari 2026: Hingga 20 Januari 2026, pembelian SBN oleh BI mencapai Rp23,69 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun.
Maret 2026: Hingga 16 Maret 2026, BI telah membeli SBN sebesar Rp86,16 triliun di pasar sekunder.
2026 (keseluruhan rencana):
Nilai debt switching yang direncanakan mencapai Rp173,4 triliun, setara dengan nilai SBN yang jatuh tempo pada tahun 2026.
REKAP TOTAL SEJAK PRABOWO MENJABAT
Jika dijumlahkan, hanya dalam kurun Oktober 2024 sampai akhir 2025 (sekitar 14 bulan pertama era Prabowo),
BI membeli SBN sebesar lebih dari Rp500 triliun jika digabungkan antara sisa 2024 dan sepanjang 2025. Rinciannya: sekitar Rp169,5 triliun di 2024, lalu Rp332,1 triliun di 2025. Dengan target debt switching 2026 sebesar Rp173,4 triliun, dalam kurang dari 2 tahun menjabat, total paparan BI di SBN pemerintah bisa mendekati Rp700 triliun lebih.
Per akhir April 2026, total kepemilikan BI di SBN yang dapat diperdagangkan mencapai Rp1.796 triliun atau setara 26,6 persen dari total SBN beredar.
INI bukan angka kecil.
BI kini menjadi pemegang SBN terbesar, mengalahkan perbankan nasional dan jauh di atas asing.
Yang paling mencolok adalah lahirnya kebijakan burden sharing. BI dan Kementerian Keuangan sepakat membagi beban bunga SBN melalui mekanisme burden sharing, di mana masing-masing menanggung setengah, untuk mendanai perumahan rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih.
KALAU BAHASA PERBANKAN , INI SEPERTI SUDAH SISTEMIK, YANG ARTINYA TIDAK HANYA 1, 2 SISTEM YG TERHUBUNG.
THE WHOLE SYSTEM.
SEPERTI KARTU YG DIJAJARKAN, SAAT SATU RUNTUH SEMUA AKAN IKUT RUNTUH.
SAAT ADA YG JATUH,
IT GONNA HIT US HARD,
HARDER THAN WE HAVE BEEN THROUGH
SEHAT2 +62,
SOMETHING BIG WILL HAPPEN
๐ฎ๐ฉ ๐จ Indonesia BIMA (Dikti Saintek) Data Leak โ Lecturer & National ID Data Exposed
A dark web post claims a fresh leak from Indonesiaโs BIMA system (Ditjen Saintek), exposing sensitive academic and personal data.
๐ Key Details:
โข Target: BIMA โ Indonesian research & higher education system
โข Data types exposed:
NIDN (lecturer ID)
NIK (national ID number)
Full names
Email addresses
Phone numbers
Academic details (rank, institution, program)
Address and personal metadata
โข Sample shows:
Structured JSON data
Real institutional references (e.g., universities, faculties)
๐ง Threat Intelligence Insight:
โข This appears to be API/database extraction, not a simple dump:
Structured response format โ likely backend/API access
Combination of:
NIK (national ID) + academic identity
โ highly valuable for:
Identity fraud
Targeted phishing against academia/government
โข Education sector breaches often lead to:
Long-term credential abuse
Government-linked targeting
โ ๏ธ Assessment:
โข Moderate-to-high credibility
Clean structured sample
Specific schema and identifiers
โFRESHโ claim cannot be fully verified, but:
Data does not look recycled or generic
โ ๏ธ Risk Implications:
โข Identity theft using national ID (NIK)
โข Targeted phishing against lecturers and institutions
โข Potential pivot into government/research networks
โข Academic fraud and impersonation
๐ Status: Unverified โ but credible leak pattern with high sensitivity data
โธป
๐ฌ When academic systems leak national IDs, the impact extends far beyond the campus.
#CyberSecurity #DataBreach #Indonesia #BIMA #ThreatIntel #DDW
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyusun kajian potensi barang kena cukai baru, mulai dari diapers atau popok, alat makan dan minum sekali pakai, hingga tisu basah. Kajian ini tercantum dalam PMK Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025โ2029, dengan tujuan menggali potensi penerimaan negara melalui perluasan basis pajak, bea, dan cukai.
Selain itu, pemerintah juga mengkaji perluasan basis penerimaan lain seperti kenaikan batas atas bea keluar produk kelapa sawit, serta wacana pengenaan cukai pada emisi kendaraan bermotor dan makanan ringan tinggi natrium. Meski begitu, belum ada penjelasan resmi terkait alasan pemilihan barang-barang tersebut untuk dikenakan cukai.
Dalam beleid yang sama, Purbaya juga menargetkan penyelesaian RUU Redenominasi Rupiah pada tahun 2027. Kebijakan ini akan menyederhanakan jumlah digit mata uang tanpa mengubah nilai riilnya โ misalnya, harga Rp10.000 akan ditulis menjadi Rp10.
๐ธ: Dok. Antara.
Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik https://t.co/LTFgN0m78w di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu.
#bisnisupdate #update #bisnis #oneliner #purbayayudhisadewa #menkeu #cukai #redenominasi #ekonominasional #info #beritaterkini #berita #infoterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
I didnโt think the phrase "menari di atas penderitaan orang lain"
could ever feel this real.
But hey, waktu dulu kampanye juga strategi mereka jual jogetan. I guess I canโt really complain. I shouldnโt be surprised.