Dulu saya pikir kenapa sih perokok enggak langsung berhenti aja?
Bahkan mereka liat di bungkus yang mereka beli ada tulisannya. "Merokok membunuhmu."
Tapi itu memang karena saya belum pernah merokok,
jadi saya tidak pernah merasakan sendiri bagaimana rasanya.
Rasa yang cuma benar benar dipahami
oleh orang yang pernah merokok
dan berjuang sampai benar benar berhenti.
Setelah saya pelajari lebih dalam, ternyata Nikotin itu salah satu zat paling bikin candu yang pernah dikonsumsi manusia.
Dia itu kayak ngait ke seluruh sel saraf.
Rasa sakau secara fisiknya sebenarnya cepat hilang. Sekitar tiga hari.
Cuma tiga hari.
Tapi sisa tarikan psikologisnya. Dahsyat sekali. Nikotin sangat licik. Dia sembunyi di saraf memory petunjuk momen, kita semua punya ini, seperti instruksi, jika ini maka ini.
Masalahnya momennya banyak.
Di kopi pagi.
Di waktu setelah makan siang.
Di obrolan dan tawa bareng teman.
Di saat pulang kerja,
Di kursi besi indomaret,
Dan momen sendiri
saat akhirnya napas terasa lega.
Trigger terjadi, itu membuat seluruh tubuh terutama tangan seperti gerak otomatis, ambil batang rokok, nyalakan, lalu hisap.
Lalu begitu nikotin masuk ke aliran darah, via alveolus Paru-paru,
kurang dari 10 detik dia sudah sampai ke Otak.
10 Detik.
Dia langsung memicu lonjakan dopamin,
Neurotransmitter yang bikin kita merasa senang dan puas.
Semakin sering seseorang merokok, semakin lama dia sudah merokok,
semakin otaknya terbiasa dan berharap sensasi itu.
Akan ada masanya lama lama rokok sebenarnya bahkan sudah tidak bikin enak lagi.
Fungsinya berubah hanya menjadi menghentikan rasa enggak enak.
Di situlah jebakannya.
Udah gitu kebanyakan orang juga enggak mulai merokok saat dewasa.
Mereka mulainya saat SMP atau SMA.
Masih labil, penasaran, lagi nyari jati diri, atau cuma pengin keliatan keren.
Market seperti ini yang diinginkan perusahaan rokok.
Market yang membuat mereka mampu menjadi orang-orang terkaya di indonesia, membuat mereka memiliki uang ratusan trilliun.
Hari ini, Indonesia menempati peringkat 1 laki-laki perokok. 71% laki-laki di indonesia merokok.
Dan pada tahun 2025 saja, jutaan orang sakit karenanya.
Setelah tau mendalam tentang Nikotin,
Saya mengerti kecanduan ini
lebih kuat dari logika,
lebih kuat dari niat,
lebih kuat dari marahnya istri,
kadang bahkan lebih kuat dari rasa ingin bebas.
Sehingga membuat saya sangat amat menghormati dan menghargai semua orang yang berhasil berhenti merokok.
Luar biasa.
Mereka orang-orang yang sangat istimewa.
no offense, menurutku pisces dan gemini memang agak susah untuk cocok sih dlm hub asmara. mknya sprti kenalan dgn org yg beda keyakinan, aku sebisa mungkin mengatur jarak 🥲
Lu pd bnrn ga marah? lu pada beneran ga kesel? Indonesia itu ya
1. Dokter ga dihargain (gaji kecil banget)
2. Guru ga dihargain (sama gaji juga kecil)
3. Anggaran gajelas kemana arahnya, ga berasa bagi gw middle class. Sekolah, medical check up, groceries mahal semua
Lu ga marah?
“Oh, kamu belum kerja juga ya?”
“Dia udah keterima di BUMN tuh, umurnya di bawah kamu loh."
"Itu temen SMP mu tembus CPNS kemaren."
"Eh, sepupumu udah beli rumah di Pantai Indah Kapuk. Ada rooftop, ada kolam renang indoor lagi.”
Selamat untuk mereka.
Tapi dengerin ini baik-baik.
Membandingkan hidup orang lain itu cara tercepat buat nyakitin dan merusak mental orang yang lagi berjuang all out.
Kamu nggak tahu ada yang udah kirim ratusan lamaran kerja, tapi nggak ada satu pun yang manggil interview.
Kamu nggak tahu ada yang keliatan sukses di LinkedIn, padahal tiap bulan masih bingung bayar cicilan.
Kamu juga nggak tahu rumah di PIK itu datang lengkap dengan KPR puluhan tahun dan anxiety yang nggak kelar-kelar.
Tetap aja, orang hobi ngebanding-bandingin.
Seolah hidup itu perlombaan lari, semua orang harus finish bareng di garis yang sama.
Padahal kenyataannya, game kita boro-boro sama. Kayak main ranked, level sama tapi musuhnya beda-beda.
Kesuksesan itu nggak punya deadline. Nggak ikut timeline orang tua kamu, nggak ikut omongan tetangga, apalagi jadwal hidup orang lain.
Begitu juga untuk kamu yang lagi menang, usaha lancar, karier naik, hati penuh cinta. Jangan banding-bandingin buat pamer atau cari validasi.
Karena perbandingan, bahkan yang niatnya baik, ujung-ujungnya tetap bisa bikin hancur orang lain.
Kamu mau tahu apa arti keren yang sebenarnya?
Ketika kita bisa dukung orang lain tanpa harus ngebandingin. Bisa sayang tanpa ngitung siapa berhasil duluan. Bisa bangga tanpa embel-embel “tapi si itu udah bla bla bla.”
Jadi kalau lain kali ada yang nyeletuk, “Eh dia udah keterima kerja, kamu kapan?”
Senyumin aja, terus bilang,
“Aku lagi bangun hidup yang sesuai nilai aku, sesuai waktuku, sesuai jalanku. Dan itu cukup keren buat aku sendiri.”