Tetaplah baik,
meski rasanya sia-sia.
Tetaplah membantu,
meski ga ada yang liat.
Tetaplah jujur,
meski sering dibohongi.
Tetaplah adil,
meski sering dicurangi
Tetaplah kuat,
meski diremehin
Tetaplah hidup,
meski rasanya sulit
Di tengah dunia yang gelap,
Tetaplah terang.
Kamu tidak akan bisa melihat bayanganmu pada air yang mendidih. Begitu pula dirimu tidak akan bisa melihat kebenaran bila pikiranmu dikuasai amarah. Tenangkan dirimu, lalu ambillah keputusan disaat tenang.
Tuhan jika memang aku adalah sebuah harapan untuk kedua orang tuaku, tolong tegakkan bahuku, kuatkan hatiku, sehatkan badanku, agar mimpi ini bisa menjadi nyata untuk mereka. Tuhan jika doa-doaku masih engkau persulit karena dosa-dosaku, setidaknya dengarkanlah doa ibuku untukku.
Sekali pun seorang filsuf, saat mencintai ia akan mudah berjanji. Saat bangun dari mabuk asmara, ia menyesal. Begitu seterusnya, sampai akhirnya mulai biasa saja dalam mencintai.
Indonesia didirikan bukan oleh satu golongan, bukan juga untuk satu golongan. Kita disatukan oleh perbedaan dan perjuangan bersama untuk kemakmuran. Pak Lie Xia Yu atau Trisno Yoewono ini adl salah satu tokohnya.
Sesungguhnya Syurga dan Neraka berada dalam dirimu. Maka, setiap saat kita mencintai, masuklah kita kedalam Syurga itu. Dan setiap kali ada rasa dendam atau benci, saat itu juga kita sudah terjerumus kedalam Neraka.”
— Maulana Jalaluddin Rumi