Trending Story: Saudi Arabia has exe/cuted two Bangladeshi nationals, Nazrul Islam Abdul Basir and Siri Akhtar, following conviction of immoral sexual act inside a mosque in Mecca.
The “immoral act” was apparently a kiss on the forehead. They were newlyweds who decided to spend their honeymoon in Mecca.
According to reports in Bangladesh, Saudi authorities refused to consider they were a couple, and the forehead kiss was an expression of appreciation to Allah for a beautiful bride.
Their bodies have arrived in Bangladesh in two coffins for traditional burial rites.
Follow @TrendingEx for dailies..
🔴 عاجل،
توضيح هام بخصوص إعدام المعتمران، رحمهما الله، من بنگلادش بسبب ما فعلا في مكة المكرمة:
▪️خبر متداول: نفذت المملكة العربية السعودية حكم الإعدام بحق مواطنين بنگلاديشيين، هما "نذر الإسلام عبد البصير" و"سيري أختر"، وذلك بعد إدانتهما بارتكاب فعل جنسي غير أخلاقي داخل أحد المساجد في مكة المكرمة.
▪️أولاً وقبل كل شيء، لم يكن الشخصان (الرجل والمرأة) زوجين، بل كانا زميلين في العمل:
#1: الأنباء التي تزعم أنهما كانا زوجين هي أنباء غير صحيحة.
#2: كما أن الأنباء التي تدعي أنهما كانا يؤديان مناسك الحج أو العمرة في المسجد بمكة المكرمة هي أيضاً غير صحيحة.
#3: في الواقع، ضُبط الشخصان وهما يمارسان الجنس داخل المسجد الحرام في مكة المكرمة (أقدس بقعة على وجه الأرض لدى المسلمين) قبل 39 شهراً؛ أي قبل 3 سنوات و3 أشهر، وقد أُبلغت القنصلية البنگلاديشية في المملكة العربية السعودية بواقعة اعتقالهما.
#4: على مدى تلك الفترة (39 شهراً)، خضعا لإجراءات التقاضي أمام المحاكم الشرعية بتهمة ارتكاب "أفعال مخلة بالحياء في المسجد الحرام بمكة المكرمة" - وتحديداً ممارسة العلاقة الجنسية الكاملة. فقد ضُبطا متلبسين، وأُلقي القبض عليهما، ثم حوكما أمام المحاكم الشرعية في المملكة العربية السعودية. استغرقت القضية 39 شهراً حتى صدور الحكم النهائي الذي أدان كلاً منهما وقضى بإعدامهما.
#5: الاسبوع الماضي، في 14 أكتوبر 2026، نُفذ حكم الإعدام بحقهما، حيث تم تنفيذ القصاص بقطع الرأس (الإعدام بالسيف) وفقاً لأحكام الشريعة الإسلامية المطبقة في المملكة العربية السعودية.
#6: لا ينبغي للمرء أن يذهب إلى بلدان أخرى ويرتكب جرائم عقوبتها الإعدام، ثم يطالب بـ "حقوق الإنسان" على أمل الحصول على عفو أو ترحيله إلى بلاده وهو على قيد الحياة. ينطبق الأمر ذاته على دول مثل #الصين؛ فإذا ضُبطت بحوزتك مخدرات، فسيتم إعدامك شنقاً بغض النظر عن هويتك، انتهى الأمر.
منقول.
👇
Sayyiduna Abdullāh ibn Masʿūd (رضي الله عنه) once recited the Qur’an publicly before the pagan Quraysh in Makkah. Despite his companions warning him of the danger, he went to Maqām Ibrāhīm near the Kaʿbah and recited the opening verses of Surah al-Rahman.
Doctors who volunteered in Gaza have described working during Israel’s genocidal war on the strip, treating critically wounded patients without essential equipment, as damaged hospitals and a collapsing healthcare system continue to turn treatable conditions deadly.
Palestinian child content creator Nisreen Skaik, whose videos document her childhood during a genocide in Gaza, qualified for the finals in the youth category of the 2026 Digital Content Creators Awards.
Students and activists protested across Indonesia over rising living costs, economic concerns and forest fires linked to land clearing for palm oil plantations.
Kenali Bahaya Asap Karhutla dan Cara Melindungi Kesehatan Paru
MER-C Indonesia turut menyampaikan keprihatinan atas bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dan telah menimbulkan dampak kesehatan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, relawan MER-C, dr. Shinta Chairiah, dokter spesialis paru, membagikan edukasi mengenai bahaya asap karhutla dan langkah-langkah untuk melindungi kesehatan saluran pernapasan.
Asap karhutla mengandung partikel halus dan zat berbahaya yang dapat mengganggu saluran pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit paru kronis menjadi kelompok yang rentan terdampak.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan, di antaranya menghindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, menggunakan masker respirator seperti N95 saat harus beraktivitas di luar, serta menutup pintu dan jendela agar asap tidak masuk ke dalam rumah.
Kita juga perlu menjaga kebersihan lingkungan, melindungi mata dan kulit dari paparan asap, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan, terutama bagi orang dengan penyakit paru kronis.
Mari bersama meningkatkan kepedulian dan saling menjaga kesehatan di tengah bencana karhutla ini. Mulai dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar kita.
Children in Gaza have sent a heartfelt message to Ana Kasparian, thanking her for speaking up for Palestine and amplifying the voices of Palestinian children killed by Israel’s genocidal war on Gaza.
They also invited her to visit Palestine to witness firsthand how children live, dream and struggle to survive under Israeli occupation.
MER-C Indonesia Medical Center Bawa Semangat Layanan Rumah Sakit Indonesia ke Gaza Selatan
Gaza – Berlokasi di Mawasi, Khan Younis, MER-C Indonesia Medical Center hadir untuk mendekatkan dan memperluas layanan medis kepada masyarakat Gaza, yang sebelumnya diberikan oleh Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara.
Mulai beroperasi pada 1 Desember 2024 melalui kerja sama antara MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH), MER-C Indonesia Medical Center hadir untuk menjawab kebutuhan medis masyarakat di zona padat pengungsi di Gaza Selatan.
Setelah melalui berbagai upaya untuk melengkapi fasilitas dan perbaikan layanan, MER-C Indonesia Medical Center kini menjadi salah satu akses penting bagi keluarga pengungsi di Gaza Selatan.
MER-C Indonesia Medical Center kini didukung oleh 116 anggota staf yang terdiri dari dokter spesialis dan umum, perawat, bidan, apoteker, teknisi laboratorium, fisioterapis, dokter gigi, serta tenaga kesehatan dan personel pendukung lainnya.
Melayani sekitar 1.100–1.500 pasien per hari, MER-C Indonesia Medical Center melengkapi kontribusi MER-C bersama masyarakat Indonesia dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi rakyat Palestina, selain melalui Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara yang saat ini terpaksa berhenti beroperasi akibat terdampak langsung serangan Israel.
Seperti Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Selatan juga membawa semangat pelayanan dan solidaritas masyarakat Indonesia kepada Palestina, di tengah kondisi kemanusiaan yang terus memburuk.
Semoga melalui kolaborasi dan kontribusi kita bersama, MER-C Indonesia Medical Center dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Gaza dan melanjutkan upaya pelayanan kesehatan yang selama ini dihadirkan melalui Rumah Sakit Indonesia, meski di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan
Infeksi Pernapasan Anak di Gaza Meningkat, MER-C Indonesia Medical Center Tangani 100 Kasus per Hari
Gaza – Kepadatan kamp pengungsian, kondisi lingkungan yang buruk, serta perubahan musim telah meningkatkan risiko penularan infeksi saluran pernapasan pada anak yang kini harus dihadapi pengungsi di Gaza Selatan.
Merespons hal itu, pada 3 Oktober 2026, Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-14 yang juga Koordinator Perawat dan Wakil Manajer Proyek Gaza, Nadia Rosi, mengunjungi kamp pengungsian yang berada tepat di depan MER-C Indonesia Medical Center, di Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan.
Nadia mengatakan, dalam kunjungan tersebut, ia menemukan banyak anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan. Kondisi kamp yang padat membuat penyakit mudah menular dari satu anak ke anak lainnya.
Di tengah situasi tersebut, MER-C Indonesia Medical Center terus hadir memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak di wilayah Gaza Selatan.
Dr. Osama Qudeih, dokter spesialis anak di MER-C Indonesia Medical Center mengatakan mereka menangani sekitar 100 kasus infeksi saluran pernapasan setiap harinya.
Namun, upaya penanganan pasien menghadapi tantangan yang semakin sulit di tengah kelangkaan obat-obatan esensial akibat blokade dan genosida yang masih berlanjut.
Situasi ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan bagi anak-anak pengungsi di Gaza. Di tengah kondisi serba terbatas, ketersediaan fasilitas kesehatan yang layak dan akses terhadap pengobatan menjadi hal penting untuk memenuhi kebutuhan medis anak-anak serta mencegah kondisi mereka semakin memburuk.
Imagine the surgeon doing liposuction, shaking the fat to break it down, and injecting it via an endoscope to close a fistula. This works, and the concept is known as autologous nano-fat transplantation.
This case presented by Dr Rushil Solanki at #UEGWeek shows how this is used to close a refractory fistula in a 24 year old lady with Crohn’s disease.
By injecting adipose-derived stromal cells, we can now promote tissue regeneration rather than simply closing defects.
Say hello to the era of regenerative endoscopy 👏🌟 #ESGEatUEGWeek
🔴 SON DAKİKA: İsrail ordusunda görev yapan askerleri Türkiye'ye getirerek sağlık hizmeti verdiği ifşa edilen ve çocukları da orduda görev yapan çifte vatandaş Klodya Medina, İstanbul'da bir AVM'de protesto edildi
How Your Organs Find Their Place
- Before your first heartbeat, tiny rotating cilia help determine where your organs will develop—but how does your body know left from right?