๐ข๐ฝ๐ถ๐ป๐ถ ๐ฆ๐๐ป๐ธ๐ฒ๐ป: ๐๐ธ๐๐ถ ๐๐ฎ๐น๐ ๐๐ฝ๐ฎ?
- Harga Pertamax masih mahal
- Rupiah masih lemah
- Kopdes memakan korban
- Aparat masih di ruang sipil
- TAK ADA SEKALIPUN PENGAKUAN KESALAHAN!
Berkali-kali aksi, tapi belum ada yang benar-benar diselesaikan.
Sebuah Refleksiโ
Gue mau nampol kalian pakai kenyataan.
Dan gue jamin, kalian belum siap dihantam realita ini.
Apa yang Fatimah Azzahra lakuin baru-baru ini di TV nasional, dan wakil BEM yg dulu.
Gue cap sebagai:
Entertainment Politik.
Kritik yang seharusnya tajam, malah berakhir cuma jadi HIBURAN.
Jadi bahan trending semalam, panen impression dan engagement di Twitter, lalu besoknya orang lupa dan lanjut hidup seperti nggak ada apa-apa.
Kenapa bisa gitu? Gue bahas di sini.
๐๐๐ ๐๐ซ๐ ๐๐ข๐ฅ๐๐ญ, ๐๐๐ค๐ฒ๐๐ญ ๐๐๐ค๐๐ซ๐๐ญ Bahan Bacaan Aksi KM ITB.
Besok, Hari Rabu 17 Juni 2026 Pukul 10.00 WIB, KM ITB akan melakukan aksi ke depan Gedung DPRD Jabar.
Berikut bahan bacaan yang bisa dibaca oleh publik terkait tuntutan yang akan dibawa:
GLOBAL INVESTOR MULAI SERIUS !!
SELL INDONESIA MASSIVE DI PEMBICARAAN INTERNASIONAL !!
MEREKA AJA SUDAH MUAK DENGAN PRABOWO???
KETIKA DUNIA MEMILIH PERGI DARI INDONESIA
Judul itu bukan provokasi.
Itu istilah yang kini beredar di meja-meja trading global.
The Straits Times menerbitkannya hari ini,
investor asing sedang keluar dari Indonesia secara masif, dan Prabowo dianggap salah satu alasannya.
Ini bukan gosip.
Ini angka.
Dua tahun lalu kita masih tenang di kisaran Rp15.000-16.000. Kini, lihat sendiri angkanya:
Sepanjang 2024, rata-rata kurs rupiah berada di Rp16.162 per dolar AS.
Desember 2025 sempat menguat ke Rp16.601 per dolar, titik terkuat dalam enam bulan terakhir.
Lalu semua berubah di 2026. Pada 21 Mei 2026, Bank Indonesia terpaksa menaikkan suku bunga acuan ke 5,25% kenaikan pertama dalam dua tahun karena rupiah terus mencatatkan rekor terendah baru, kala itu di level Rp17.600 per dolar.
Dan kemarin, 4 Juni 2026: kurs USD/IDR menembus Rp18.044 rekor terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Rupiah sudah melemah 7,2% sejak awal tahun, menjadikannya salah satu mata uang emerging market dengan performa terburuk di dunia.
Dalam dua tahun, rupiah sudah kehilangan lebih dari 11% nilainya.
Ini bukan koreksi biasa.
Ini alarm.
DANA ASING KELUAR: BERAPA BESARNYA?
MSCI dalam review Mei 2026 menghapus 18 saham Indonesia dari indeksnya jauh lebih banyak dari perkiraan otoritas.
Dampaknya langsung terasa:
estimasi passive outflow antara Rp28 triliun hingga Rp31,5 triliun. IHSG sudah anjlok 20% ke level 5700
Khusus di kuartal pertama 2026, asing melakukan net sell sebesar Rp26,06 triliun di pasar saham dan Rp25,1 triliun di obligasi pemerintah.
Total tekanan keluar dari dua instrumen ini saja menyentuh lebih dari Rp51 triliun hanya dalam tiga bulan.
Belum cukup? Indonesia juga mencatatkan defisit neraca pembayaran sebesar 9,1 miliar dolar AS di Q1 2026 salah satu yang terbesar dalam sejarah sementara defisit transaksi berjalan melebar dari 0,7% ke 1,1% PDB.
Sejak awal 2026 saja, dalam tiga minggu pertama Januari, capital outflow sudah mencapai 1,6 miliar dolar AS. Tren ini terus berakselerasi seiring eskalasi geopolitik yang mengubah persepsi risiko global secara dramatis.
Sepanjang periode ini, elite Indonesia sendiri ikut memindahkan kekayaan mereka ke luar negeri:
ke emas, properti, kripto, dan stablecoin USDT. Individu dengan aset bersih antara 100 juta hingga 400 juta dolar dilaporkan telah mengonversi 10% portofolio mereka ke aset digital di luar negeri. PPATK mencatat dana keluar dari Indonesia mencapai Rp602 triliun hanya dalam Maret 2025.
Di sisi investasi riil, LG membatalkan proyek baterai nikel mereka di Indonesia. BYD dan VinFast mengalami gangguan operasional akibat tekanan dari ormas-ormas tertentu.
KENAPA INVESTOR KABUR? INI PENYEBABNYA
Otoritas moneter dinilai terjebak dalam "kebijakan burung unta" mengecilkan memburuknya kondisi pasar demi mempertahankan narasi stabilitas makroekonomi, padahal kenyataan di lapangan terus memburuk.
Moody's dan Fitch keduanya mengubah outlook Indonesia menjadi negatif pada 2026, meski peringkat investment grade masih dipertahankan.
Cadangan devisa juga turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir akibat intervensi agresif Bank Indonesia untuk menahan rupiah.
FAKTOR PRABOWO: APA YANG BIKIN INVESTOR GELISAH?
The Straits Times hari ini menulis langsung:
investor global terganggu oleh agenda populis dan intervensionis yang dikejar Prabowo. Tiga hal yang paling sering disebut:
Pertama, UU P2SK yang memberi presiden kewenangan memecat Gubernur BI sinyal buruk bagi independensi bank sentral.
Kedua, ekspansi anggaran besar-besaran untuk program MBG di tengah tekanan fiskal, yang memunculkan spekulasi downgrade rating.
Ketiga, gaya kepemimpinan yang lebih mengandalkan militer dan ekspansi pengaruh negara ke sektor swasta.
Rupiah di Rp18.000 bukan sekadar angka,
asing kluar bukan politik.
MAU SAMPE KAPAN DENIAL..??
INI SIH MENGERIKAN
Rupiah Anjlok ke Level 17.600 per Dolar AS, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS
"Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"
Gw mau ngomel agak panjang. Monggo dibaca.
Dalam supply-demand, ketika supply naik, harga jadi turun.
Hal yang sama terjadi pada IPK tinggi dan cum laude.
Kalau semua orang cum laude, maka cum laude berhenti jadi istimewa.
Ketika terlalu banyak lulusan berpredikat cum laude, nilai IPK sebagai sinyal kualitas jadi turun "marwah"-nya.
Gw pernah liat wisuda suatu kampus, rektornya dengan bangga mengumumkan rata-rata IPK adalah 3,65.
Peserta sidang wisuda tepuk tangan.
Gw bingung karena implikasinya jadi ada beberapa kemungkinan:
1. >50% mahasiswanya pintar sekali
2. Kurikulumnya super mudah
3. Dosen2nya mengamalkan hadits "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" di dunia perkuliahan alias Dosen Bonus
Fenomena ini ga langka, malah cukup aman disebut "jamak", yaitu: Fenomena "false signalling"
Semua orang tampak unggul di transkrip, tapi memble saat uji kompetensi di dunia nyata.
Sama halnya di level wajib belajar 12 Tahun. Mulai jarang gw dengar cerita anak tidak naik kelas. Tapi justru makin sering terdengar berita anak SMA tidak bisa perkalian dasar.
Balik lagi ke soal IPK.
Kalau terlalu banyak orang cum laude, predikat itu berhenti jadi istimewa. Nilai IPK sebagai sebuah indikator sinyal : disiplin, kualitas kognitif, dan pencapaian akademik, jadi turun nilainya.
Market akhirnya mencari sinyal lain yang relevan: portofolio, sertifikasi, prestasi, pengalaman, atau balik lagi dari mana kampus asalnya.
Gw gatau bagaimana cara mengakhiri omelan ini, masih panjang sebenernya. Dan gw pun enggak tau solusinya mulai dari mana. Tapi gw cuma mau bilang:
"Ketika sistem pendidikan berhenti menjadi juri yang jujur, Market menghukum dengan berhenti percaya"
[Omelan ini terinspirasi setelah baca tulisan Guru Besar UGM Eduardus Tandelilin di bawah ini]
Guys, ada sesuatu yang sangat ironis yang terjadi dalam dua hari berturut-turut di Indonesia.
1 Mei โ Hari Buruh.
Prabowo hadir di Monas.
Berdiri di panggung bersama puluhan ribu buruh. Bernyanyi.
Berpidato.
Mengumumkan cicilan KPR 40 tahun dan potongan ojol 8%. Kaos 200 ribu lembar dibagikan. Sangat meriah.
2 Mei โ Hari Pendidikan Nasional.
Prabowo rapat tertutup di Hambalang.
Tidak ada seremoni khusus.
Tidak ada pidato untuk guru dan siswa.
Tidak ada satu pun agenda yang secara khusus merayakan atau memperingati Hardiknas.
Bukan kebetulan ini adalah pilihan.
Ketika seorang presiden memilih hadir secara dramatis di Hari Buruh dengan panggung besar dan ribuan orang tapi memilih rapat tertutup di rumah pribadi pada Hari Pendidikan Nasional itu bukan soal jadwal yang padat.
Itu adalah pernyataan tentang apa yang dianggap lebih penting secara politik.
Buruh hadir secara fisik dan bisa dimobilisasi.
Guru honorer yang gajinya Rp300 ribu per bulan tidak membawa massa ke Monas.
Anak-anak di sekolah rusak tidak bisa berteriak di depan istana.
Siswa disabilitas yang dibuang sistem tidak punya organisasi yang bisa mengancam stabilitas politik.
Makanya satu dirayakan dengan meriah.
Yang satu dilewati dengan rapat tertutup di Hambalang.
Dan ini bukan pertama kali Hambalang dijadikan tempat rapat kabinet:
8 Maret 2026 โ lima rapat dalam satu hari di Hambalang. Membahas pendidikan, geopolitik Timur Tengah, mudik Lebaran.
2 Mei 2026 โ rapat tertutup lagi di Hambalang. Membahas aspirasi buruh dan perguruan tinggi.
Pola ini konsisten.
Dan setiap kali hasil rapatnya dirilis isinya selalu berakhir dengan kalimat yang sama:
"Pemerintah terus berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia."
Tanpa angka.
Tanpa target.
Tanpa timeline.
Tanpa akuntabilitas.
Sementara di luar Hambalang kondisi pendidikan Indonesia hari ini:
Guru honorer masih ada yang menerima gaji Rp150-300 ribu per bulan. Ratusan ribu ruang kelas kondisinya rusak sedang hingga berat. Anak disabilitas masih bisa dikeluarkan sekolah secara diam-diam dan tidak ada yang menindak.
Perguruan tinggi terbaik masih terkonsentrasi di Jawa. Angka putus kuliah karena faktor ekonomi masih sangat tinggi.
Dan pada Hari Pendidikan Nasional 2026 solusi yang ditawarkan adalah: manfaatkan fakultas teknik perguruan tinggi untuk membangun daerah.
Bukan ide buruk.
Tapi itu bukan jawaban atas masalah struktural yang sudah puluhan tahun tidak selesai.
Ki Hajar Dewantara pasti sangat sedih:
Hardiknas ditetapkan untuk mengenang beliau โ yang percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia tanpa kecuali.
Yang berjuang agar anak-anak pribumi bisa mengakses pendidikan yang bermartabat.
Yang mendirikan Taman Siswa karena sistem yang ada tidak berpihak kepada rakyat kecil.
Dan di hari yang didedikasikan untuk mengenang perjuangannya presiden rapat tertutup di rumah pribadi.
Tanpa satu pun momen yang secara khusus menyapa guru, siswa, atau orang tua yang berjuang keras menyekolahkan anaknya.
"Ing ngarsa sung tulada."
Di depan memberi teladan.
Teladan seperti apa yang diberikan ketika Hari Buruh dirayakan dengan meriah tapi Hari Pendidikan Nasional dilewati tanpa pesan khusus untuk anak-anak Indonesia?
Indonesia merayakan Hari Buruh dengan kaos, panggung, dan janji-janji besar.
Dan keesokan harinya Hari Pendidikan Nasional dilewati dengan rapat tertutup di kediaman pribadi presiden yang hasilnya hanya satu paragraf rilis.
Bukan salah buruhnya.
Mereka memang harus diperjuangkan.
Tapi kalau energi, perhatian, dan kehadiran fisik presiden hanya muncul ketika ada massa yang bisa dimobilisasi dan tidak hadir ketika yang membutuhkan perhatian adalah guru honorer yang tidak punya serikat besar dan siswa yang tidak bisa berteriak di depan istana maka yang terjadi bukan keberpihakan.
Itu politik.
Dan politik yang mengorbankan pendidikan demi popularitas jangka pendek adalah utang yang akan dibayar oleh generasi berikutnya bukan oleh kita yang sekarang.
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Ini kok saya dapet UKT tertinggi? Penghasilan Orang Tua saya gak segede itu?"
"Coba saya cek, kasih nama sama NIM?"
"Debi Pak, ini NIM saya."
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang biasanya UKT tertinggi, memang gitu aturannya di kampus ini."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba kamu apply KIPK. Ini dicek ya syaratnya."
***
"Bu Dinas Sosial."
"Iya gimana?"
"Saya mau cek orang tua saya di desil berapa di DTSEN, saya mau daftar KIPK."
"Minta NIK orang tua ya."
"Ini Bu, tolong dicek"
"Sebentar ya"
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS pasti kehapus dari DTSEN. Dari jaman DTKS juga rutin diapus. Perintah menteri sosial. Memang aturannya gitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba kamu pakai surat keterangan tidak mampu atau slip gaji ortu buat daftar KIPK."
***
"Pak Lurah, saya mau minta SKTM buat daftar KIPK"
"Kamu bukannya Debi, anaknya Bu Lala, dosen di kampus itu?"
"Iya Pak"
"Lah, penghasilannya bukannya lumayan?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Bentar saya cek dulu aturannya, Ibu PNS kan ya?"
"Iya Pak"
"Saya kemarin dapet instruksi dari Pemda sini, katanya kalau PNS gak boleh dapet SKTM. Jadi saya gak berani keluarin."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba langsung pakai slip gaji Ibu ke Dikbud."
***
"Bu Dikbud."
"Iya gimana?"
"Saya mau daftar KIPK, cuma data ortu saya gak ada di DTSEN sama Pak Lurah gak bisa ngeluarin SKTM. Jadi pakai slip gaji."
"Sebentar saya cek ya."
"Ini slip gaji ibu kamu? PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang gak bisa daftar KIPK. Kemarin pejabat tim teknis KIPK udah bilang kalau PNS gak boleh sama sekali."
"Sama sekali Bu? Gaji Ibu saya cuma segini?"
"Iya. Bahkan Golongan I juga gak boleh. Memang aturannya begitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba ke bank aja sama Ibu, siapa tahu bisa ada pinjaman"
***
"Bu CS Bank"
"Iya gimana?"
"Saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya"
"Baik Bu, saya cek dulu"
"..."
"Bu Lala, setelah kita cek penghasilan dan riwayat finansial, kita gak bisa kasih pinjaman."
"Kenapa Bu?"
"Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi. Saya gak berani Bu, nanti saya yang kena."
"Waduh, terus gimana ini Bu?"
***
"Pak TU kampus, saya gak bisa dapet KIPK Pak"
"Udah coba pinjam bank?"
"Gak bisa Pak, penghasilan Ibu saya gak cukup."
"Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus"
***
"Mas fintech, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?"
"Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun"
"Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?"
"Iya Mbak"
"Waduh, itu segede biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya"
"Memang aturannya segitu pinjaman kita."
***
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Misalkan saya mau nunda kuliah jadi tahun depan, buat ngumpulin duit dulu, bisa gak?"
"Jadi gak daftar ulang pertama?"
"Iya."
"Gak bisa, kalau udah lulus ujian tahun ini, kamu diblacklist dari ikut ujian lagi tahun depan."
"Hah?"
"Ada namanya inflasi menteri. Jadi, banyak sekali menteri (48 btw). Ada menteri pariwisata, tapi dia backgroundnya bukan di situ. Ada menteri x, ada menteri luar negeri. Dan menteri-menteri itu, datanya tidak sesuai fakta. Datanya keliru,"
Guys lu pada tau dulu presiden habibie pernah selamatin rupiah dari Rp17.000/USD ke level Rp6.500โRp7.000-an per dolar AS dalam kurun waktu sekitar 17 bulan pada masa krisis ekonomi 1998โ1999.
Bayangin lagi krisis tapi bisa buat nilai rupiah menguat
segila dan sejenius itu beliau
Bayangin ini dulu:
Tahun 1998, Indonesia itu hampir runtuh total:
Rupiah tembus hampir Rp17.000/USD
Bank-bank kolaps
Perusahaan bangkrut massal
Rakyat narik duit โ panic everywhere
Dunia internasional:udah gak percaya sama Indonesia
Lalu masuk Habibie.
Bukan ekonom.
Bukan banker.
tapi Engineer.
Tapi justru di situ letak โgilaโ-nya.
Habibie ngerti satu hal:
Kalau bank hancur, ekonomi pasti mati.
Langkahnya brutal tapi perlu:
Bank yang gak sehat โ ditutup
Bank yang masih bisa diselamatkan โ direstrukturisasi
Hasilnya:
Lahir Bank Mandiri (gabungan 4 bank bobrok)
Bank Central Asia diselamatkan dan jadi raksasa
Banyak bank lain ikut pulih
Ini bukan sekadar โnyelamatin bankโ
ni balikin kepercayaan orang buat naro uang lagi
Sebelum Habibie:
Bank sentral bisa โdiaturโ pemerintah
Habibie ubah total:
Lewat UU No. 23 Tahun 1999
Bank Indonesia jadi independen
Kenapa ini penting?
Karena dunia luar mikir:
Kalau bank sentral bisa diintervensi politik โ negara ini gak bisa dipercaya.โ
Dengan langkah ini:
Investor mulai balik
Rupiah mulai stabil
Indonesia dapat bantuan besar dari International Monetary Fund (~$43 miliar)
Tapi bedanya Habibie:
Dia gak nurut 100%
Contoh:
IMF mau subsidi dicabut
Habibie nolak
Kenapa?
Kalau subsidi dicabut saat rakyat lagi hancur โ daya beli mati total
Jadi dia:
Pakai dana IMF buat stabilisasi
Tapi tetap jaga rakyat bawah
Ini yang bikin kebijakan dia tegas tapi manusiawi
Masalah waktu itu:
Banyak perusahaan utangnya dolar โ tiba-tiba meledak
Solusi Habibie:
Restrukturisasi utang
Konversi ke rupiah
Bentuk lembaga khusus (INDRA)
Perusahaan yang selamat:
Astra International
Sinar Mas Group
Kalau ini gak dilakukan:
PHK massal bisa jauh lebih parah
Ekonomi gak akan pulih kalau politik chaos.
Habibie:
Buka kebebasan pers (UU Pers 1999)
Legalin banyak partai politik
Siapin Pemilu 1999
Dunia lihat:
Indonesia berubah.
Dari otoriter โ demokratis.
Dan ini efeknya besar:
Kepercayaan internasional balik
Hasil Nyata (Bukan Teori)
Dalam ยฑ17 bulan:
Rupiah: dari ~16.800 โ ~7.000/USD
Inflasi mulai turun
Perbankan stabil
Investor mulai masuk lagi
Ini bukan recovery biasa
Ini comeback ekstrem dalam waktu super singkat
comeback tergila sepanjang republik ini berdiri
Tapi sekarang berbanding terbalik
bank indonesia mulai disusuti orang2 yang kompeten
gk pernah kerja di bank indonesia
tapi tiba2 bisa jadi deputi bank indonesia
karna keponakan presiden
jadi kalau lu lihat rupiah melemah
ihsg melemah
ekonomi lesu
asing keluar terus
yaa ini kebalikan dari semua yang dilakuin pak habibie dulu
ya tinggal copas aja deh
apa yang dilakuin sama pak habibie
pasti gk bakal mau
orang niat nya jadi pemimpin juga udah jelek
Kejeniusan Habibie bukan karena dia ekonom.
Tapi karena dia berpikir seperti engineer:
lihat masalah โ bongkar sistem โ perbaiki dari akar
Dia berani ambil keputusan gak populer, tapi benar.
Amsal sitepu: videografer yang dilawan negara
> be Amsal Sitepu
> videografer & pekerja kreatif dari Karo
> dituduh korupsi dana desa 200 juta
> ditahan dan diintimidasi oknum jaksa
> ngelawan balik, hari ini resmi divonis bebas murni
the project
> bikin video profil dokumenter buat 20 desa
> dapet kontrak bikin video profil desa (2020-2022)
> per video dihargai 30 juta (include drone, editing, crew)
> malah dituduh korupsi & markup sama kejaksaan
the "creative" logic
> jaksa nganggep harga video kemahalan
> ada argumen absurd di persidangan: "ide & konsep harusnya GRATIS"
> cuma alat & operasional yang boleh dihitung
the "brownies" incident
> pas lagi ditahan, didatengin oknum jaksa
> dibawain sekotak brownies cokelat
> bukan empati, tapi ngasih ancaman
> disuruh bungkam, "ikuti alurnya, tutup konten"
> diancam bakal "dibenamkan" kalau berani ngelawan
> amsal nolak tunduk, dibongkar semua di pleidoi
the comedy audit
> jaksa klaim negara rugi 202 juta
> di sidang ketahuan yang ngitung bukan BPK atau BPKP
> hitungannya dapet dari nanya staf komdigi
> kocaknya staf ini nggak pernah diperiksa pas penyidikan
> nggak pernah dihadirkan juga di persidangan
> JPU cuma asal comot angka
1 april 2026
> hakim PN medan ketok palu
> dakwaan JPU prematur dan cacat prosedur
> amsal sama sekali tidak terbukti korupsi
> bebas murni, harkat dan martabat wajib dipulihkan
Faktanya, menurut Policy Research Center (PRC) 88,5% manfaat dari Program MBG dinilai mengalir ke elite dan pejabat politik (44,5%) serta mitra dan pengelola SPPG (44,0%).
Bukan kepada anak-anak yang menjadi penerima utama (hanya 6,5%) apalah lagi para guru yg 'hanya' kecipratan repotnya saja.
Obrolan yg saya curi dengar dari para mitra/pengelola SPPG di acaranya Badan Gizi Nasional di Bekasi kemarin juga topik fokusnya ke mereka. Mereka yg denial juga adalah bagian dari 88,5% 'penerima manfaat'.
Kasus editan foto asusila pakai AI lagi meledak. Grok jadi alat, tapi siapa yang salah? Pengguna? Platform? Atau kita semua yang gak siap sama teknologi?
๐๐ข๐ซ๐๐ญ๐ข๐ค๐ ๐๐ฎ๐๐ฅ๐ข๐ค ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐๐๐ง ๐๐ ๐๐ข ๐๐๐๐ข๐ ๐๐จ๐ฌ๐ข๐๐ฅ
Sebuah Utas
Akhir - akhir ini, etanol dikambinghitamkan atas rusaknya mesin kendaraan. Namun, apakah benar etanol penyebabnya? Apakah mungkin ada etanol di bensin kita? atau ada momok lain yang merusak mesin kendaraan?
๐๐๐ง๐ฌ๐ข๐ง ๐๐ข๐ญ๐ ๐๐๐ฅ๐๐ค! ๐๐๐ฅ๐๐ก ๐๐ญ๐๐ง๐จ๐ฅ?
sebuah utas