JUST IN: Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara 🚨🚨🚨
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menyatakan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam pengadaan laptop berbasis Chromebook untuk program digitalisasi pendidikan.
Hakim menjatuhkan vonis 10 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dengan subsider 190 hari kurungan, serta mewajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 809 miliar. Apabila harta yang dimiliki tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, hukuman diganti dengan 9 tahun penjara. Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang meminta hukuman 18 tahun penjara dan uang pengganti total Rp 5,680 triliun.
Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai Nadiem menyalahgunakan kewenangannya dengan mengarahkan pengadaan laptop agar menggunakan ekosistem Chrome Device Management (CDM), sehingga Google menjadi satu-satunya penguasa ekosistem pendidikan dalam proyek tersebut. Pengadaan CDM juga dinilai tidak diperlukan, sementara pemilihan Chromebook dilakukan tanpa kajian yang memadai dan tidak sesuai untuk banyak wilayah 3T karena bergantung pada koneksi internet.
Hakim juga menyoroti penyalahgunaan tata kelola di Kemendikbudristek. Nadiem dinilai menempatkan staf khusus, yakni Jurist Tan dan Fiona Handayani, dalam peran yang melampaui kewenangan formal mereka. Berdasarkan fakta persidangan, pengaturan tersebut disebut telah dirancang secara sistematis bahkan sebelum Nadiem resmi dilantik sebagai menteri, termasuk melalui grup WhatsApp yang membahas kebijakan di luar mekanisme resmi kementerian.
Kasus ini disebut menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun, yang berasal dari pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management. Jaksa juga mendakwa Nadiem memperoleh keuntungan pribadi sekitar Rp 809,5 miliar, yang dikaitkan dengan investasi Google ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, meski putusan hakim menjatuhkan kewajiban uang pengganti sebesar Rp 809 miliar.
“Seporsi kemenangan for woman.”
Dipertemukan dengan pria dewasa yang ga perlu diajari how to be a man. full of initiative, tulus melalui hal hal sederhana, komunikasi hangat & sepaham, gak pernah menyepelekan hal kecil. kamu boleh kecewa, boleh ngambek, & dibujuk tanpa takut di tinggalkan.
How lucky you’re.
Wedding dream kamu apa?
“Nikah untuk tidak bercerai, nikah untuk tidak dianggap beban, nikah untuk tidak main kasar, tidak ada issue curang, dunia akhirat dicari bersama, jadi tempat dan perlindungan terbaik bersama hingga akhir hayat” 🥹🥹
sorry to say, tapi jujur aja looks will catch attention, but intelligence will always win.
otak yg jalan, cara mikir yg jernih, kemampuan connecting the dots itu sexy banget, ga ribut, ga keliatan, tapi kerasa, ada depth, ada arah, ada sense. that’s why ngobrol sama org cerdas tuh ngerasa hidup.
Setuju bgt, read this twice girls. Menikah itu bukan garis finish, tapi awal dari perjalanan panjang yang bakal nguras energi kalau sama orang yang salah. Punya pasangan yang bisa jadi safe space dan validasi emosi kita tanpa nge-judge itu mahal banget harganya. Peace of mind over everything. 🤍
menurutku definisi "pasangan yg setara" it's actually not just from the economy or background.
setara yg sebenarnya itu harus bisa saling mengisi, saling mengerti, dan saling tumbuh.
karena hubungan yang sehat itu tentang sama-sama mau memahami. bisa diliat dari cara mereka menghargai, berkomunikasi, dan memperlakukan satu sama lain berjalan searah dan sama.
cinta dibalas dengan kasih sayang.
usaha dibalas dengan menghargai. kekhawatiran dibalas dengan kepedulian.
mau share lagu kesukaanku, judulnya "We wok de tok anymore" yang dibawakan sama Charwie Nguth
lirik yang paling membekas adalah "We wok de tok anymore like wi yus tu du" atmint terharu dengerinnya rek 🥺💔😔😭
I say this with all the love. Being in the public eye is not easy. It’s quite scary at times. Let’s just keep it positive and keep it pushing. Thank you ❤️