Akhir tahun ini, saya mendapatkan sebuah jawaban yang dulu selalu mengganjal di kepala saya.
Jawaban dari pertanyaan yang padahal sudah saya ikhlaskan. Yang kalaupun saya tidak tau, hidup saya akan tetap seperti ini. Tidak ada yang berubah. Pun kalaupun saya tahu, saya juga tidak akan berbesar kepala.
Sebab seperti yang sudah saya bilang, pertanyaan itu sudah saya ikhlaskan.
Pertanyaan tentang,
“Kenapa jalan kita terus bersebrangan kalau sebenarnya kita tidak bisa bersama? Kenapa kita tidak bisa bersama padahal saya tau bahwa perasaan kita sama?"
Di pertemuan terakhir sebelum pada akhirnya saya dan dia tidak akan pernah bisa bertemu lagi, kami sempat bertemu sekali lagi. Kali itu, semua terasa berbeda. Kali itu, untuk pertama kalinya, kami berdua sama-sama merasa bisa memperjuangkan hubungan itu.
Tapi lagi-lagi hidup begitu lucu.
Hidup saya saat itu tiba-tiba tertahan oleh sesuatu hingga saya tidak bisa menghubunginya. Dan selepas pertemuan itu, kami tak pernah bertemu lagi, saling hilang kabar, dan berpisah jalan.
Banyak yang terjadi di hidup kami berdua setelah bertahun-tahun tak bertemu. Dia sudah bahagia dengan buah hati dari seseorang lelaki yang sebenarnya dulu saya pernah berdoa untuk bisa ada di tempatnya. Sedangkan saya masih tetap ada di sini. Dan baik-baik saja.
Tapi akhir tahun ini saya mendengar sebuah cerita, bahwa sebenarnya tanpa saya ketahui, di pertemuan terakhir itu dia mencari saya. Tapi sayangnya, saya tidak bisa ditemukannya.
Dan kalian tau apa yang lebih lucu? Alasan dia mencari saya saat itu adalah, karena saat itu dia akan bertemu dengan lelaki asing. Namun, dia merasa ragu dan ingin membatalkan pertemuan itu karena dia merasa lebih baik menghabiskan waktu dengan saya.
Sayangnya, saat itu dia tidak bisa menemukan saya.
Dan kalian tau siapa orang yang akan dia temui saat itu?
Orang itu adalah suaminya yang sekarang.
Bayangkan apa jadinya kalau saat itu dia menemukan saya? Mungkin semuanya berbeda.
Tuhan memang Maha bercanda..
#EIGERPedia Dari 7 puncak Gn Merbabu, ada 3 puncak yg terkenal, yaitu Puncak Syarif, Puncak Kenteng Songo & Puncak Triangulasi. Puncak Triangulasi adalah puncak tertingginya, sedangkan Puncak Kenteng Songo adalah puncak yang paling terkenal karena pemandangannya yang keren.
Sok sokan dulu punya target nikah di umur segini, di tahun segini, tau tau dah kelewat aja sampai sekarang, di tambah pasangannya belum nemu lagi hahaha
Sekarang banyak kita temui wanita mandiri dan pemberani. Terkesan cuek dan sombong seolah tak butuh uluran tangan siapapun. Tapi ketahuilah itu bukan kesombongan, ia membangun benteng yang tinggi karena dunia begitu kejam padanya. Ia perlu melindungi dirinya sendiri, karena tak ada yang melindunginya. Kita tak pernah tau luka seperti apa yang pernah dia dapat, trauma seperti apa yang tengah dia hadapi, sekejam apa dunia bekerja untuknya, dan kesepian seperti apa yang menyelimuti hari-harinya. Jadi tidak ada salahnya jika harga dirinya begitu tinggi, karena dia hanya layak didapatkan oleh pria yang setara dengannya.
Tuhan itu sayang banget sama manusia. Mau pulang saja, dijemput. Tuhan nggak minta kamu pulang sendiri. Tunggu saja waktu jemputanmu tiba. Jangan mikir aneh-aneh.
jenis luka batin manusia menurut psikologi
1.abandonment
kamu akan takut sendirian,kesepian dan tergantung pada orang lain karena ketika kecil kamu sering diabaikan atau ditinggalkan
2. rejection
kamu cenderung menarik diri
karena dari kecil mendapat penolakan dari lingkungan sekitarnu
3.humiliation
kamu akan rendah diri karena dari kecil kamu sering dipermalukan atau di hina
4.betrayal
kamu sulit percaya pada orang lain karena kamu sering di khianati oleh orang yang kamu percaya
5.injustice
kamu mudah iri pada orang lain karena kamu sering mendapat perlakukan tidak adil
4. Walisdi👻
Tentu kita ga pernah tau mengapa orang jahat melakukan hal hal yang tidak baik. Tapi itu bukan menjadi alasan untuk melukai orang lain demi keuntungan pribadi. Rejeki itu selalu ada, yakinilah itu🙏