@catuaries Dari caranya ubah konstitusi supaya si wakil bisa nyalon aja sebenarnya udah nggak layak banget buat dipilih.
Kok ya masih ada yang mliih. Heran.
@papanberjalan Soal nama ini, yang paling banyak berdosa itu petugas Dukcapil.
Alih-alih di Akta Kelahiran menulis lengkap “Muhammad/Mohammad” mereka kadang hanya menulis “M.” saja, yang artinya secara hukum, anak itu nama depannya ya “M”, yg kemudian akan berlanjut di ijazah, KTP, passpor.
@iniinainuin@kristian_oka Karena Jl Ahmad Yanu itu panjang banget, kalau dipake ancer-ancer, cakupannya luas, mulai turun tol Waru sampai stasiun Wonokromo.
Cito itu Jl Ahmad Yani, Graha Pena ya Ahmad Yani, RSI juga masih Ahmad Yani. Hehehe..
‼️NOW RELEASED Museum Gerwani‼️
Testimoni penyintas, propaganda militer, teks Api Kartini. Materi-materi yang ingin terhubung, pernah sirna, dan memanggil untuk didengar dan dibaca.
Trigger warning, tetapi ini semua adalah kekerasan yang nyata.
https://t.co/QWWQCLx8PK
@wehatemondayyy@boysaidbey@LambeSahamjja Semua BUMN ada, dan itu resmi dari perusahaan, buka inisiatif para istri itu.
Di PNS juga ada Dharma Wanita Persatuan. Warisan orde baru.
@MasMasBiassaa@mieayampgzd@tyaaassh QRIS bayar (((hanya))) untuk di depan kasir.
Mestinya pihak bank udah mulai aware dengan penipuan modus gini dengan cara QRIS bayar tidak bisa di-screenshoot di app mobile banking.
@Roastery_expert@hrdbacot Tapi menurut info yang sepertinya valid, cabang-cabang purnama itu memang bayar pelatihan, resep dan lisensi dari purnama asli. Harganya sampai belasan juta.
Jadi memang bukan cabang resmi, tapi rasanya bisa 11-12 satu warung dan lainnya karena ya asalnya sama.
Minimal baca otobiografinya, itu aja dulu biar kenal, asyik kok bacanya. Kalau udah, baca buku-buku biografinya yang banyak karya sejarawan dalam dan luar negeri, setelah itu bisa baca tulisan-tulisan pemikirannya. Ini akan membuka wawasan kalau Sukarno bukan sekadar abang abangan teknik sipil.