Yah biarlah bkn kt yg memperalat Dia untuk menggenapi rencana kt, tapi biarlah kt sebagai alat-Nya yg menggenapi rencana-Nya dikehidupan kt. Tahun2 kedepan akan jd thn yg sulit dan penuh cerita, yah bersyukur untuk setiap apa yg Dia izinkan dlm hidup sy baik skrng maupun kelak.
Apa salahnya menjadi ‘berbeda’?
Terkadang banyak orang yang terpengaruh oleh ‘stigma’ sehingga memunculkan perilaku bahkan suatu ‘sistem’ yang membuat pribadi yang ‘berbeda/unik’ tersebut tak bisa mengeksplorasi diri lebih dalam dan menjadi signifikan melalui keunikannya.
Dimasukin murid ke grup wa kelas mereka karena mau rencanain acara ulang tahun. Baru di add bbrp menit lalu udah bejibun chatnya:( fix harus keluar abis ini.
Semakin dewasa semakin kerasa segala sesuatu jd dinamis dan fluktuatif ya. Bahkan sebuah semangat, perasaan, & harapan jika tdk didasari dgn ‘komitmen’ yg kuat juga bisa menjadi dinamis & berubah-ubah.
Kata bung @FiersaBesari kalau dihajar kenyataan lama lama jadi kebiasaan.
Bjir klo polusinya sepekat ini, ya pantes dibilang napas kek ngirup puluhan asep rokok 😫
- Pake masker klo di outdoor!
- Sering2 minum anget
- Jgn begadang, bnyk mam buah & sayur.
- Klo radang, coba ngisep degirol. Jangan FG troches!
Pada masih sehat kan? Atau udah radang dan batuk2? 🥲
Pemandangan yang tidak sulit ditemukan jika tinggal di sini. Mirisnya pemandangan ini disaksikan ketika negara ini sedang memaknai “Hari Anak Nasional”. Sungguh ketimpangan yang begitu nyata, di saat 1 km dr tempat pengemis ada begitu banyak pusat pendidikan mewah & kampus besar.
Sebagai perantau atau pendatang dari kota kecil yang dinobatkan sebagai “kota adipura” yang saat ini menetap di Tangerang, hal paling mencolok dan sering ditemukan selain truk, asap, jalan rusak, dan tata kelola ruang kota yg buruk adalah banyak sekali “pengemis”.
Petang tadi saya makan di salah satu rumah makan di kelapa dua Tangerang. Hanya membutuhkan waktu sekitar +- 10 menit, saya sudah didatangi oleh manusia silver, pengemis, pengamen ondel2, pengemis badut, dan buruknya lagi mereka masih anak-anak.