Rakyat jelata apply kerja di BUMN:
Syaratnya gila:
• Minimal S1 lulusan PTN ternama
• IPK 3.5
• Pengalaman kerja 5 tahun
• Fasih 3 bahasa asing
• Umur maksimal 25 tahun
• Harus menguasai elemen bumi, air, api, udara
• Bisa mengalahkan Raja Api Ozai
Gaji? UMR!!!
Sementara jalur “orang dalam” tingkat dewa: Gak lulus S1 pun langsung dapat kursi komisaris + gaji puluhan juta + fasilitas.
Terus heran BUMN rugi triliunan tiap tahun?
Uang pajak rakyat dipakai buat gaji orang-orang yang bahkan gak perlu ngelamar.
Sistemnya emang sengaja dibikin begini.
Kalian masih percaya BUMN bisa diperbaiki dari dalam?
aku gatau 5 tahun lagi akan berada dimana dan menjadi seperti apa. tapi aku selalu berdoa ke Allah, semoga aku hidup diatas doa-doa yg aku langitkan selama ini
PLEASEEEE girls.. pacarilah seorang pria yang tau arti kata romantis dan memiliki provider mindset🥹🥹 kayak bukain pintu, nuruin step motor, selalu kasih bunga, menikahimu, memperlakukan mu dengan lembut, selalu mendahulukan kamu, selalu merencanakan kejutan untukmu dan yang paling penting selalu menghormati mu dengan segala cara yang dia bisaa.. cuzz YOU DESERVE ALL THAT GIRLSS!!🫵🏻🙂↕️🩷
Love after 25 itu beda.
Kamu sudah nggak lagi cari “spark” atau rasa yang meledak-ledak di awal.
Yang kamu cari sekarang lebih ke stability, kindness, dan shared goals.
Kamu sudah melewati fase yang penuh permainan, drama, dan butterfly yang cepat datang lalu hilang.
Sekarang yang kamu butuhkan lebih sederhana tapi lebih dalam:
peace, emotional safety, dan seseorang yang arah masa depannya sejalan dengan kamu.
Jujur gue bingung sama anak2 orang kaya yang pakai LPDP, beasiswa ini seharusnya dinikmati oleh rakyat kurang mampu tapi pintar dan berkompeten. Namun sayangnya, LPDP justru dijadikan ladang pendidikan gratis bagi mereka yang mampu. So pity.
banyak orang lagi silent struggle. keliatannya fine, ketawa, jalanin hari kayak biasa. padahal deep downnya lagi capek-capeknya bertahan. so be kind, always. kita ga pernah tau seberapa berat dunia seseorang hari ini.
kalau pasanganmu tepat, kamu masih bisa tetap pakai baju favoritmu, pake makeup sesukamu, jalan bersama teman temanmu, nonton konser favoritmu, pergi ke tempat favoritmu, posting apapun yang kamu mau, dan punya waktu untuk diri sendiri, karena tujuan dia di hidupmu adalah menambah dan melengkapi kebahagiaan yang sudah ada dari awal
pada nyangka ga si? kalimat “rakyat di desa ga butuh dollar” bakal keluar dari mulut seorang presiden..
padahal itu kalimat yang biasa dikeluarin oleh mulut buzzer yg ga berpendidikan. jujur aja my expectation was low but what the helly??
kedelai 90% aja import, dan dia bisa bisanya ngomong “orang desa ga pake dollar”
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
@tempodotco Kenapa hukuman korupsi RP 2.1 TRILYUN lebih berat dari pada hukuman korupsi RP 300 Trilyun lebih ringan
.
Korupsi rp 300 timah trilyun cuma di penjara yang awal nya 6 tahun terus jadi 20 tahun penjara
.
Korupsi rp 2.1 trilyun di hukum awal nya 18 tahun jadi 27 tahun penjara
Menikah itu lama dan seumur hidup, maka carilah yg suka ngobrol sama kamu, excited sama kamu, cintanya konsisten, bersyukur dan bangga punya kamu. Materi bisa dicari sama-sama, tapi kalau karakter taruhannya mentalmu sama nyawa.