Selama dua dekade, setiap empat tahun sekali selalu ada satu nama yang tak pernah absen menghiasi panggung terbesar sepak bola: Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro.
Generasi berganti. Pelatih datang dan pergi. Format turnamen berubah. Teknologi VAR diperkenalkan. Bintang-bintang baru bermunculan.
Namun satu hal tetap sama. Cristiano Ronaldo selalu ada disana.
Ia menjalani debut Piala Dunia pada 2006. Ketika itu banyak pemain yang kini menjadi bintang bahkan belum memulai karier profesionalnya, beberapa bahkan belum lahir. Dua puluh tahun kemudian, ia menutup perjalanannya di Piala Dunia dengan menghadapi generasi yang tumbuh besar sambil menyaksikan dirinya.
It’s crazy how extraordinary Cristiano Ronaldo’s longevity has been.
Empat tahun dari sekarang, Piala Dunia akan kembali bergulir. Akan ada juara baru, bintang baru, dan cerita baru. Namun untuk pertama kalinya sejak 2006, tidak akan ada lagi nama Cristiano Ronaldo.
Football will move on. The World Cup will move on. But for millions who grew up watching him, it will never quite feel the same again.
Obrigado, Cristiano. 🐐❤️
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
The highest temperatures from this week’s record-breaking heatwave in Europe:
🇬🇧 37.3 C (99.1 F) in England
🇫🇷 44.3 C (111.7 F) in France
🇩🇪 41.5 C (106.7 F) in Germany
🇨🇿 40.7 C (105.4 F) in Czech Republic
🇳🇱 39.4 C (102.9 F) in the Netherlands
🇨🇭 38.7 C (101.8 F) in Switzerland
🇩🇰 36.6 C (97.9 F) in Denmark
🇧🇪 35.3 C (95.5 F) in Belgium
Germany broke their all time heat record yesterday at 106.3°F, only for it to get broken again today at 106.7°F in a different town.
Germany is cooking right now.