Kadang kita perlu berani buat "uncomfortable conversation"
Uncomfortable conversation itu bukan buat berantem, tapi buat jujur. Kalo gaberani ngomongin hal yang ngga nyaman, rasa ngga enak, atau cemburu bahkan kecewapun. berarti dua-duanya cuma jaga image biar keliatan baik-baik aja.
konsistensi itu love language yang paling real. semua orang bisa balik ke kamu sesaat. tapi yang beneran sayang, tetap hadir buat kamu tiap hari bahkan pas lagi ga gampang. be with someone who choose you everyday, not just when they are in the mood for you.
Kadınlar iyi adamları terk etmez. Kötü iletişimi, pasif-agresif tavırları, aşırı kontrolcülüğü, küçümsemeyi, tutarsızlığı, tek taraflı çabayı, tutulmayan vaatleri ve duygusal ihmali terk ederler.
Sedang di fase berdamai dengan diri sendiri, tidak ingin menyalahkan apa pun dan siapa pun atas apa yg sudah terjadi. Saat ini mungkin sulit, gagal, berantakan. Tapi selama nafas masih berhembus, tuhan masih memberikanku kesempatan untuk bangkit. Mungkin bukan dengan berlari, tapi dengan jalan merangkak aku syukuri yg penting aku tidak kehilangan kendali atas diriku sendiri 🌷
terkesan childish ya? tapi jujur, aku cuma anak kecil yang kebetulan “terjebak” di badan orang dewasa, dan masih butuh banyak hal-hal manis buat bikin seneng. dan umurku boleh nambah, tapi rasa pengen dimanja dan disayang dengan lembut bakal selalu ada. i’m just healing my little self.
nemu ini bagus bgt :
i don’t regret loving people wholeheartedly.
banyak yang bilang jangan terlalu nunjukin rasa, jangan terlalu effort, takutnya nanti disia-siain. but honestly, i don’t wanna love with a calculator in my hand.
my love tank has always been full. i grew up surrounded by love, effort, and people who made me feel cared for. so when i genuinely care about someone, giving comes naturally.
kalau suatu hari ternyata it doesn’t work out, yaudah. it doesn’t make everything i gave any less real.
perbaiki masalahnya, jangan silent treatment, ceritakan saja sakitnya, saling terbuka & perbaiki bersama.
jika ego dibalas ego, pemenangnya perpisahan
Sebenarnya, kita tuh gak punya kapasitas buat tahu isi hati orang lain. Jadi, mari normalisasikan bertanya, mengungkapkan perasaan dan harapan. Berdiskusi lebih baik daripada diam dan berasumsi. Karena perjalanan ini selalu diisi dengan maaf, saling memaafkan, dan belajar ikhlas.
anak-anak yang tumbuh di keluarga yg disfungsional ga punya ambisi buat merebut dunia.
ngga punya hasrat buat dapet spotlight.
mereka cuma pengen punya RUMAH yang tenang.
tempat mereka bisa merasa aman dan nyaman.
mereka cuma ingin menjalani hidupnya sendiri tanpa mengusik siapa pun.