@convomfs terus kalian nambah2in di unyel2 lah, di pencet2 lah, padahal sender bilang itu di pegang walau ini tetep salah. makin menjadi lah amarah kalian ini
@convomfs komentarnya gini amat ๐
sender tau ga boleh sembarang pegang anak lain dan titik beratnya disini dr cara negurnya, padahal diomongin dulu baik2 juga bisa & anaknya paham aja tuh dikasih tau baik2, gede amat ekspektasi kalian sama balita super aktif ini
Di sebelah lagi ramai tentang legalitas skin booster di Korea.
Terus aku baca 1-1 teori dll, makin banyak baca, makin mau gila.
Tiap abis baca langsung โkok bisa?โ โKok bisa?โ Dan โkok bisaโ yg lain.
Simple nya,
Korea udah legal skin booster, nah skin booster ini tuh diekstrak dari MAYAT.
Dan kalian tau, the largest human skin bank itu dimana? Di Isriwil.
Isriwil ambil banyak mayat darimana? Dari Gaza.
Innalillahi yaallah, dunia udah makin gila๐ฅฒ๐ฅฒ
VIDEO WORKOUT DARI JEPANG INI LAGI RAME BANGET DI SOSMED ๐ณ
Katanya, cukup olahraga 4 menit sehari selama 1 minggu, dan klaimnya bisa bantu turunin BB sampai 5 KG ๐ญ
Nggak perlu dumbbell atau alat berat, tinggal ikutin gerakannya aja. ๐
Ada yang udah pernah nyoba juga? ๐๏ฟผ
belum ada info valid dentuman di bandung & sekitarnya karna apa. Semaleman ga nyenyak tidur karna takut, ada yg bilang dr Krakatau tp masa org2 yg deket pesisir pantai ga denger apa2, kalo latihan pesawat ya rumahku deket TNI AU tp suara latihan pesawat perasaan bukan gini
jadi gini,
โข Agama memang menegaskan bahwa rezeki setiap makhluk sudah dijamin oleh Tuhan (QS. Hud: 6). Namun, Tuhan menurunkan rezeki ke bumi secara kolektif, bukan transfer langsung ke rekening individu. bak bansos pemerintah.
โข Kelaparan eksis bukan karena Tuhan kehabisan stok, melainkan karena jatah orang miskin dibajak oleh keserakahan manusia lain. Mengutip Ali bin Abi Thalib, tidaklah seorang miskin kelaparan kecuali karena ulah orang kaya yang menimbun hartanya.
โข Artinya apa bang messi?
garansi rezeki dari langit itu sebenarnya valid, tetapi macet di bumi akibat sistem sosial yang korup dan timpang.
โข Dalam studi ekonomi, kelaparan adalah tragedi distribusi, bukan krisis produksi. Kelaparan massal terjadi murni karena hilangnya hak akses (entitlement) masyarakat miskin terhadap pangan yang sebenarnya tersedia (Sen, 1981).
โข Bumi menghasilkan surplus makanan yang cukup untuk semua orang, tetapi mekanisme pasar kapitalistik memaksa makanan menjadi komoditas yang hanya bisa diakses oleh mereka yang punya uang. Jadi, rezeki para korban kelaparan itu memang sudah dijamin Tuhan, tetapi sayangnya sedang diembat dan ditimbun oleh segelintir elite oligarki.