Mah, jika malam membuat qu lelap bgtu dalam, aq titip kpd Nya utk menjaga mu, hingga aq terjaga,
Menyembuhkan memang bkn kuasa ku, tpi melayani mu itu tugas qu, mendoakan mu itu kewajiban qu dan mencintai mu sdh pasti bahagia ku
dimensi ruang, lokasi daerah, orientasi bangunan, lebar jendela, tinggi pasti langitnya kan ga lengkap
lumayan susah ya engineering pakai dasar asumsi lebih dari satu
sekilas dari fungsi AC berfungsi normal
justru yg patut dikhawatirkan adalah ventilasi silang yg tidak ada padahal dihuni dua orang, berebut oksigen saat tidur bikin istirahat malam ga maksimal
apalagi akumulasi co2 yg didinginkan dalam waktu lama bisa mengendap di permukaan lantai yg ternyata selevel dengan tinggi tempat tidur anak
@LambeSahamjja wktu covid pernah nginep hotel bintang 4, bawa toddler kebetulan dia pup dan pempersnya rembes dikit, mungkin besarnya sekuku, udha aku bersihin pake tisu basah, tpi msih ada sdikit nodanya, karna baru aja cekin, jadi kami minta ganti seprei, boleh dan nda kena charge jga🙃
@sdenta Rabu sore anak kami demam setelah kami jemput di daycare, aku sma suami 1 kantor, lalu kamis-jumat kami ijin ambil cuti via wa utk form cutinya nyusul, cuti mengurus anak sakit di rumah, Alhamdulillah acc pimpinan, dan Alhamdulillah jga skrang baby ku sudah sehat.
UPDATE: Tragedi Daycare Little Aresha, Jogja
- 13 tersangka: 1 kepala yayasan, 1 kepala sekolah, 11 pengasuh
- 30 orang diperiksa polisi: 25 pengasuh, 5 pejabat yayasan, 1 satpam
- 53 anak terverifikasi jadi korban kekerasan fisik, verbal, & penelantaran
- 103 anak pernah dititipkan
- Usia dedek bayi jadi korban mulai yang baru lahir sampai bawah 2 tahun 😭😭
- Ada satu kamar 3x3 meter diisi sampai 20 balita 🤯
Jahat bangeeett siihh!!! 🤬🤬
Ini kekerasan massal terhadap anak-anak yang belum bisa teriak sakit & minta tolong! cuma bisa nangiss 😭
Shock berat, kok bisa tempat penitipan anak jadi tempat penyiksaan gini? Astagaaaaa udah beroperasi 1 tahun lebih!
SEMUA PELAKU HARUS DIHUKUM BERAT!!!!
Saya rasa saya perlu menanggapi ini dari POV dokter anak.
Satu hal penting yg perlu dipahami: Menangis adalah satu-satunya "bahasa" bayi. Jika ia menangis, itu adalah panggilan darurat. Jangan pernah membiarkan bayi menangis sendirian tanpa pengawasan, terutama dalam durasi yang sangat lama.
Kejadian tragis ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa bayi tidak memiliki kemampuan untuk menenangkan dirinya sendiri (self-regulation). Ketika bayi menangis dalam waktu lama tanpa respon, yang terjadi bukanlah mereka "belajar mandiri", melainkan mereka mengalami kelelahan ekstrem atau kondisi medis yang tidak terdeteksi karena tangisannya diabaikan.
Tidak ada yang salah dengan keinginan orangtua untuk selalu dekat dengan anak. Menempel dengan anak saat tidur atau segera merespons tangisannya saat sedang memasak bukanlah tanda "memanjakan", melainkan pemenuhan hak dasar bayi untuk merasa aman.
Tidur adalah proses perkembangan (milestone), bukan perlombaan. Setiap anak punya waktunya masing-masing untuk bisa tidur lebih tenang tanpa harus dipaksa dengan metode yang mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan emosionalnya.
Gue pas mau melahirkan baca2 tentang sleep training, salah satu metode yang populer di Barat: Cry It Out.
Gue langsung mikir: “dih gak bener banget biarin bayi nangis sampai ketiduran.”
Karena sebenarnya mereka bukan tidur karena ngantuk atau capek nangis… mereka tidur dalam kondisi tegang, merasa terabaikan, hopeless.
Kok ya tega ada metode sleep training begini?!