...Nanti gw share kenapa "Anak Zeus" harus turun di malam hari mukul²in orang secara random.
Lumayan sih plottwistnya.
Gw dari kemarin himpun berbagai info yg bisa gw akses dari semua kawan² lintas elemen.
Gw mastiin beberapa pertanyaan terjawab dulu sblm gw rangkum... (``,)
Orang tuanya telah berhasil memberikan warisan terbaik: pendidikan.
Tidak ada kekayaan yang lebih utama daripada akal. Tidak ada keadaan yang lebih menyedihkan daripada kebodohan. Dan tidak ada warisan yang lebih baik daripada pendidikan.
(Ali bin Abi Thalib)
Alasan Botok dan AMPB memilih memutar balik pasukan saat demo tuntut perampasan aset koruptor (27/8) akhirnya terkuak. Meski sempat dinilai 'pulang duluan' oleh beberapa pihak, Botok menegaskan langkah ini adalah taktik penyelamatan.
Botok mencium keberadaan massa bayaran dan penyusup yang sengaja dipasang untuk memicu bentrok. Jika nekat bertahan, warga Pati berisiko ditangkap aparat dan merusak nama daerah.
Selain terhindar dari bentrok, sisa dana donasi kegiatan ini dilaporkan bakal langsung disalurkan ke panti asuhan dan masjid.
Dr. Gupta says, No one must die of cancer except out of carelessness;
(1). First step is to stop all sugar intake, without sugar in your body, cancer cell would die a natural death.
(2). Second step is to blend a whole lemon fruit with a cup of hot water and drink it for about 1-3 months first thing before food and cancer would disappear, research by Maryland College of Medicine says, it's 1000 times better than chemotherapy.
(3). Third step is to drink 3 spoonfuls of organic coconut oil, morning and night and cancer would disappear, you can choose any of the two therapies after avoiding sugar. Ignorance is no excuse; I have been sharing this information for over 5 years. Let everyone around you know.God bless.
"Dr. Guruprasad Reddy B V, OSH STATE MEDICAL UNIVERSITY MOSCOW, RUSSIA🏖🚥🚦
Encouraged each person receiving this newsletter to forward it to another ten people, certainly at least one life will be saved ... I've done my part, I hope you can help do your part. thanks!✍
Drinking hot lemon water
KETIKA SEORANG ILMUWAN MENJADI TERDAKWA
Ada sebuah ironi besar ketika saya, seorang ilmuwan duduk di kursi terdakwa.
Seumur hidup saya dilatih untuk menghadapi pertanyaan.
Mengapa? Apa buktinya? Bagaimana mekanismenya? Bisakah hipotesis itu diuji?
Tetapi hari ini, pertanyaan itu diarahkan kepada saya.
Secara neurosains, menjadi terdakwa bukan sekadar perubahan status hukum, melainkan erubahan konteks biologis: otak berhadapan dengan ancaman, ketidakpastian, evaluasi sosial, dan kemungkinan konsekuensi besar dalam waktu yang bersamaan.
Apa yang terjadi pada otak, tubuh, dan metabolisme?
Sistem deteksi ancaman bekerja. Perhatian menjadi lebih waspada. Tubuh bersiap menghadapi tekanan.
Dan pada saat yang sama, korteks prefrontal dituntut tetap bekerja optimal: berpikir jernih, mengingat fakta, memahami pertanyaan, mengendalikan impuls, dan menyusun jawaban.
Di sinilah paradoksnya.
Otak yang sedang menghadapi ancaman justru diminta menghasilkan kejernihan intelektual.
Dan bagi seorang ilmuwan, tantangan itu menjadi lebih besar.
Karena seorang ilmuwan terbiasa berdiri di luar objek penelitian.
Mengamati. mengukur. menguji. mempertanyakan.
Tetapi sekarang, dirinya sendirilah yang sedang diuji.
Saya tidak lagi hanya berhadapan dengan persoalan hukum. Tetapi berhadapan dengan sebuah keadaan yang memaksa diri menggunakan kapasitas intelektual dalam tekanan sosial yang luar biasa.
Maka ketenangan seorang ilmuwan yang menjadi terdakwa bukan sekadar persoalan keberanian.
Melainkan bentuk pengendalian diri. Kemampuan untuk tidak membiarkan amarah mengambil alih penalaran. Kemampuan untuk tidak membiarkan ketakutan menggantikan argumentasi. Kemampuan untuk tetap membedakan antara persepsi, opini, bukti, dan fakta.
Dan mungkin di situlah kualitas seorang ilmuwan benar-benar diuji.
Bukan ketika saya berada di laboratorium dalam keadaan tenang. Di lapangan dalam keadaan terkendali.
Tetapi ketika seluruh keadaan memaksanya kehilangan ketenangan, dan saya tetap memilih berpikir.
Sebab pada akhirnya, sebagai ilmuwan saya tidak mempertahankan diri dengan suara yang paling keras.
Tetapi mempertahankan diri dengan data, logika, konsistensi, dan keberanian untuk membiarkan setiap klaim diuji.
Ruang sidang menjadi laboratorium yang berbeda. Tidak ada mikroskop. Tidak ada tabung reaksi. Tidak ada papan tulis penuh persamaan.
Yang ada adalah manusia, kesaksian, dokumen, bukti, argumentasi, dan hukum.
Dan di tengah semuanya, kini saya duduk sebagai terdakwa.
Bukan berarti saya telah terbukti bersalah. Terdakwa itu The Defendant.
Posisi terhormat karena saya sedang mempertahankan diri dari ancaman seseorang yang ingin memenjarakan saya karena ingin melindungi kejahatannya
Saya sedang mempertahankan kehormatan dan masa depan anak-anak saya.
Maka tugas saya sekarang sederhana sekaligus sangat berat:
tetap waras dalam tekanan, tetap ilmiah dalam berpikir, tetap bermartabat dalam bersikap, dan membiarkan kebenaran diuji melalui proses pembuktian.
Mungkin inilah eksperimen terbesar dalam hidup seorang Dokter Tifa.
Bukan eksperimen terhadap tubuh manusia. Bukan eksperimen di laboratorium.
Tetapi eksperimen terhadap ketahanan manusia ketika ilmu, hukum, reputasi, dan tekanan sosial bertemu dalam satu titik.
Dan sejarah sering kali mengingat bukan hanya siapa yang pernah berada di kursi terdakwa.
Tetapi bagaimana seseorang bersikap ketika berada di sana.
Semoga sejarah kelak mencatat kisah saya dengan tinta yang wanginya seperti bunga.
gubernur aceh mualem ultimatum bahlil lahadalia dan langsung kirim surat ke presiden prabowo terkait pengelolaan gas raksasa di blok andaman:
> mualem gak terima keputusan menteri esdm bahlil yang nyetujuin pengolahan gas mentah (lapangan tangkulo/south andaman) pake kapal FPSO di tengah laut
> pemprov aceh mendesak pengolahan wajib dilakukan di darat (onshore) memanfaatkan fasilitas KEK arun lhokseumawe biar ada multiplier effect, ngebuka lapangan kerja, dan nyuplai industri lokal kaya pabrik pupuk
> mualem juga nyentil porsi bagi hasil (split) di PoD I yang dinilai terlampau kecil (cuma 4% gas dan 6% minyak), padahal potensi gasnya nembus 300 MMSCFD plus 7.500 barel kondensat per hari
> merespons hal ini, bahlil beralasan kalo narik pipa ke darat butuh biaya tinggi yang bikin harga gas gak kompetitif, tapi pemerintah aceh tetep keukeuh gak mau cuma dapet 'ampas'
Saya payah ?
Mhn maaf sombong dikit ya, saya lulus S3 dg IP 4,0 dg predikat Summa Cum Laude-kerja dibawah Pak Habibie lbh 20 tahun.
Anak saya lulus ITB umur 19 tahun dan lulus S2 di Australia umur 23 tahun.
Semua ijazahnya asli
...Ada² aja ini para korlap massa anorganik.
Tengah malam begini masih bikin rusuh di beberapa titik di Jakarta
Tapi demo pas hari terang pada gak berani.
Beraninya pas malam, pengecut... (``,)
Grief and Loss are so hard to bear in the moment but they will help you grow immensely as a person. Here are 5 lessons that I learned. #griefandloss#lifelessons
I’m doctor Hoeflinger, a 30 year career board certified neurosurgeon who retired from Neurosurgery 3 weeks ago. I now want to focus my attention on education through social media. My platform will highlight common medical topics, teach you about resilience through life lessons
Gaess, coba dengar video ini tentang Botok Pati.
Kalian juga bisa cek soal status hukumnya yang ternyata seorang penjudi dan penjahat.
Melihat track record itu penting ya, mengingat negara ini sedang tidak baik-baik saja dan banyak orang yang tiba-tiba menjadi pahlawan kesiangan.
botok pati ucapkan terima kasih dan pamit setelah demo 27 agustus:
- botok makasih ke kawan ojol, warga jabodetabek
- dan rakyat indonesia atas dukungan aksi damai 27 agustus
- dia minta maaf terpaksa tarik mundur massa pati dari depan dpr
- karena situasi ga kondusif
- botok tegasin dari awal ampb ga ada niat bikin rusuh,
- cuma mau kawal aspirasi rakyat dengan damai
- dia bilang ga mau dibenturin sama massa bayaran
- yang bisa bikin jakarta kacau dan nama pati jadi rusak
- dia minta maaf kalo ada ucapan atau perbuatan mereka yang kurang berkenan selama di jakarta
...Gak perlu cari pembenaran mengada².
Mulai demo saat sore itu sikap pecundang.
Etos demonstran itu bukan menghindari panas terik/hujan.
Dan gak pernah ada 1 pun demo yg berhasil capai tujuan ketika dilakukan saat hari gelap.
Demo setelah pulang kerja lalu singgah di lokasi demo maksimal 2-3 jam mau dibandingkan dengan demo dari pagi sampe sore melewati fase berpanas²an?
Busyet.
Nilai pengorbanan demo yg dimulai dari pagi berpuluh² kali lipat dari mereka yg mulai demo saat sengatan matahari dah jinak.
Demo mulai dari pagi² banget:
1. Bangun subuh
2. Gak kerja
3. Kehilangan pendapatan
4. Berpanas²an terik
5. Mau kencing gak bisa sembarangan
6. Wajah kelihatan jelas
7. Potensi dipecat atasan jika ketahuan
8. Masuk monitoring/dikenali aparat
9. Dan ketidak²nyamanan ergonomi lainnya.. (``,)
KETIKA JAKARTA DIBERAKIN SAMA PATI🚨
Rakyat Jakarta katanya pintar.
Ternyata hari ini awak lihat langsung: orang Jakarta diberakin total sama orang Pati 🤣
Si Botok dan Burung Kalkun + genk AMPB-nya berhasil bikin simpati, narik massa,… Begitu GOL tercapai dan duit mulai cair? Langsung cabut. Tinggalin semua semua massa yang dia panggil.
Yang penting cair.
Bukan keadilan. Bukan rakyat. Cuma rekening.
Lain kali si Botok + genk-nya ke Jakarta, jangan diapa-apain kali wak.
Mereka bukan pejuang. Mereka pengais donasi berbaju demo.
Rasanya si Botok dan Burung Kalkun itu sendiri belum pernah buka, apalagi baca, draf RUU Perampasan Aset.
Cuma jago teriak aja.
Kalo hanya janji SEPAKAT 15 DESEMBER dari dpr?
Itu sudah pernah diucapkan Habiburrahman jauh sebelum si Botok berak di Jakarta.
Jadi jangan pura-pura jadi pahlawan.
Chaos malam ini terjadi karena aksi undangan si Botok + AMPB.
Kalau dia tidak mengajak massa luar bergabung hari ini, kemungkinan besar Jakarta tetap tenang.
Botok dan AMPB harus bertanggung jawab atas chaos malam ini.
Point blank.
Lain kali demo di kabupaten kalian sendiri saja.
Kota Jakarta tidak pantas lagi dijadikan panggung oleh massa yang mengkhianati massa.
Kalian datang bawa massa,manggil massa, massa belum kumpul semua , lalu kabur setelah rekening aktif kembali. Hei botok dan genk AMPB kalian Itu bukan perjuangan.
Itu pengkhianatan berbungkus demo.
Analisis Manusia Merdeka (Muhammad Said didu) tgl 18 Agustus, terbuka satu demi satu dari pertemuan Jokowi dg timnya tgl 24 Agustus.
1) bahwa mereka sedang menyiapkan sesuatu - ditegaskan oleh Budi Arie bhw harus siap ambil kekuasaan.
2) bahwa ada poros SSB (Singapura, Solo, Bandung) dipertegas oleh Farhad Abbas untuk memasangka Gibran - Dedy Mulyadi.
Semua pernyataan tersebut disampaikan di depan Jokowi dan dinikmati dengan senyum.
Kita tunggu bocoran lainnya
...Video ini justru membuktikan bahwa semua poin yg saya tulis sejak kemarin yah 100% akurat.
1. Bahwa massa ojol yg turun beneran organik
2. Tak ada konsolidasi-harmonisasi antara massa Pati dan elemen akar rumput lain seperti ojol... (``,)
Bisa dipahami kemarahan mereka,
Mestinya jangan langsung pulang, ojol2 seneng guyub, mereka baru seneng2nya dapet simbol perlawanan
Fenomena botok dkk ini kalo dibaca:
Rakyat itu butuh simbol perlawanan, butuh ada yg mimpin!