introvert. cat. flower. beautiful things. animals. nature. cute things. words of wisdom. cnblue. kpop. everything that brings me positivity and happiness
Para perempuan ini membentuk kelompok relawan "The Power of Mama" untuk berpatroli, mencatat, dan memadamkan kebakaran lahan di sekitar mereka.
"Nanti ke depan kalau terbakar semua, mau dijadikan apa? Mungkin akan hilang pohon-pohonnya," kata salah satu relawan, Juniarni.
dokter hewan tuh selalu dalam keadaan begini deh WKWKWK aku pernah bawa kucing aku waktu itu masih kitten dan perutnya belendung bgt aku takut cacingan, kata dokternya "oh... gapapa kak, ini gendut"
gue bayar DUA RATUS REBU BUAT DIBILANG KUCING GUE GENDUT 🙃
“Bukan ketidakjelasan jalan yang seharusnya kamu khawatirkan. Yang seharusnya kamu khawatirkan adalah ketika hawa nafsu menguasaimu.”
Syekh Ibnu Athaillah
"Hanya ada satu jalan bagi orang yang ingin melenyapkan akhlak buruk dari dalam dirinya: melakukan kebalikan dari apa yang diperintahkan oleh nafsunya. Sebab syahwat dan hawa nafsu tidak akan pernah bisa dipatahkan oleh apa pun, selain dengan melawannya."
Imam al-Ghazali
Saya sampaikan di SINDO TV bahwa serangkaian erupsi yang terus terjadi merupakan proses alami Gunung Anak Krakatau untuk membangun kembali tubuh gunung api yang hancur pasca-longsoran besar (flank collapse) pada peristiwa Desember 2018 lalu. Potensi Tsunami Sangat Kecil, karena volume fisik dan ketinggian kerucut Anak Krakatau saat ini jauh lebih rendah dan belum terjal seperti kondisi 2018, potensi terjadinya longsoran lereng masif yang memicu tsunami destruktif berada pada tingkat yang sangat kecil. Imbauan Sikap Masyarakat (Masyarakat Tidak Perlu Panik): Masyarakat di wilayah pesisir Selat Sunda hingga wilayah terdampak sebaran abu/getaran akustik untuk tetap tenang dan tidak panik, tetapi tetap mematuhi rekomendasi zona bahaya (radius aman yang ditetapkan PVMBG) serta menggunakan alat pelindung diri seperti masker dari dampak abu vulkanik. Insya Allah kondisi akan normal kembali, kita harus bersabar dengan proses alam ini.
"Jangan sampai musibah ini membuat kita lupa kepada Nabi", demikian kata Ibu-ibu yang siang itu memasak di dusun Waso, Labaleda Utara, Manggarai, saat saya tanya sedang membuat hidangan apa. Rumah mereka hancur, perahu-perahu mereka pecah, jaring mereka hanyut. Tapi, "Ini untuk Maulid, Pak Ustadz", ujar mereka mantab.
Ya Allah, ini Maulid tersyahdu dalam hidup kami. Ya Rasulallah, inilah ummat yang mencintaimu...
Ayo kita bantu NTT bangkit!