Brengsek.
Kami 100% sangat tidak berterima uang pajak kami digunakan untuk membiayai pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang modelannya seperti ini.
Mengapa rokok dan miras diperbolehkan untuk dihisap dan ditenggak bebas di lingkungan barak pelatihan??
Dan pula saat masih berseragam lengkap?? Koperasi, kampung nelayan, dan SPPG model apa yang manajer atau kepalanya orang-orang seperti ini?? Jijik!
Syarat kerja di dapur MBG tuh ‘bego’ ya?
Pernah kerja jadi HSSE Officer bikin gue gatel banget pengen bahas ini. Let me tell you why this is dangerous, apalagi buat program skala nasional.
Turut berduka cita untuk TS yang meninggal ..
Karena sudah mulai ada korban lagi dari campak ini mau edukasi tentang campak
Kenapa campak dibilang berbahaya ?
Karena campak = patogen airborne paling menular yang pernah diketahui manusia
Satu orang dengan COVID bisa menularkan ke 2–3 orang
Satu orang dengan cacar air bisa menularkan ke 10 orang
Satu orang dengan campak? DELAPAN BELAS ORANG ❗️❗️
Dan yang lebih menakutkan dari penularannya bukan ruamnya aja
....
Laki-laki memang WAJIB meminimalisir bahasan cabul di tongkrongannya. Kenapa? Lu nggak akan pernah tahu siapa dari orang-orang yg nongkrong itu yg otaknya nggak waras dan jahat. Menurut kalian itu cuma bercanda, tapi menurut si gesrek ini bisa jadi nggak. Aku kasih tahu buktinya:
Pesut Mahakam, freshwater dolphins in Borne/Kalimantan, is already rarely visible. They're on verge extinction. Scientist say if there is no serious action in some decades ahead we will soon lose them forever. Pesut Mahakam is not just a rare animal but the natural symbol of Borneo/ Kalimantan, Indonesian Symbol. Please share and make it Viral.
Sebel banget nonton video ini.
Jadi yang arogan siapa? DPR atau Ahli Gizi?
Dari cara bicaranya kita tahu kok siapa yang arogan.
Makanya dari awal lahir juga MBG ini memang belum beres. Kesini-sini malah makin error.
Gengs, kalau ada warga Gaza minum/makan produk boikot jangan diomelin ya.
Boikot itu berlaku buat kita, karena kita punya pilihan untuk makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Mereka gak punya pilihan minum/makan apa. Apa yang berhasil masuk ke Gaza, akan mereka konsumsi.
Ending Genocide, Enforcing Justice
The world cannot continue to pretend that reasonable solutions will be possible so long as Israel remains under the leadership of Benjamin Netanyahu’s regime. His government has overseen a genocidal campaign that has crossed the threshold of humanity’s most serious crime. Until accountability is enforced and the present path is altered, the prospect of genuine peace will remain obstructed.
At this moment, the most urgent priority is not abstract negotiations, but the immediate cessation of the ongoing genocide in Gaza and the lifting of the inhumane blockade that strangles its people. The United Nations Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory has already determined that Israel is committing genocide in Gaza. There is no moral or legal basis to soften this language. Meanwhile, the International Criminal Court has issued an arrest warrant against PM Netanyahu for war crimes and crimes against humanity. The international community must recognize that words of condemnation alone are no longer sufficient. Justice must follow!
The logical next step is to ensure that these crimes are prosecuted before an international tribunal. Anything less would be an abdication of the duty to uphold international law and human dignity. Some nations in the West have begun to recognize the State of Palestine, an overdue act that tragically required the enormity of genocide to compel action. But this must not be the endpoint. The next decisive move is to secure Palestine’s full membership in the United Nations, affirming the rights of its people in the family of nations.
Only after halting the genocide, securing justice for the victims, and ensuring Palestine’s rightful place in the international order, can we begin to speak of a sensible, durable solution for all. Until then, the credibility of the international system itself hangs in the balance. For it is not only Gaza that is under siege, but also the very principles of justice and humanity on which our common future depends.
Wkwkwkwk yg jarah rumah si AS di Priok ternyata orang suruhan dia. Lagi-lagi false flag operation ala intel.
Kalo individu gini, end game-nya apa? Dapat rasa iba, bikin jelek nama rakyat/pendemo, atau dipake pembenaran kekerasan POLRI?
Indonesia is bracing for more protests after 21-year-old ride-hailing driver Affan Kurniawan was killed when a police armoured vehicle struck him during clashes.
The incident triggered a selloff, with the rupiah and stocks among Asia’s worst performers on Friday.
🧵1
Ini bukan massa pendemo, ini provokator.
Tujuannya, supaya aparat punya "alasan" untuk menggunakan peluru tajam terhadap massa yang benar-benar pendemo
Dalam sebulan ini kita melihat uang pajak dipakai untuk:
1. Joget di Istana
2. Menggaji orang-orang yang omongannya menyakiti rakyat.
3. Menembaki, melempar gas air mata dan melindas rakyat.
Rampas galon dispenser pulang.
"Anak saya sudah tidak ada," kata Herlina, ibu Affan Kurniawan, sambil menangis di sisi jenazah anaknya.
Affan tewas setelah rantis Brimob melindasnya, Kamis malam (28/8). https://t.co/Kgp2sVEhHD
A mother joins thousands of protestors who are demonstrating against the government in Jakarta, Indonesia 🇮🇩.
At least one person has been killed and over 50 have been injured in the country's capital after days of unrest.