tumbuh dalam "survival mode" itu capek, saat anak lain lagi belajar bersosialisasi, kamu malah belajar cara bertahan, cara melindungi diri dari hal-hal yang bahkan gak kamu mengerti. and now, di saat orang lain mulai membangun keluarga, kamu masih pelan pelan membangun dirimu. mengisi hal-hai yang dulu kosong.
3 Tes Simpel Mandiri untuk Cek “Jompo” Badan 🔥
Note :
- Tes ini terutama untuk cek fleksibilitasi otot-sendi & keseimbangan, untuk tes lebih komprehensif ya harus periksa dokter
- Jangan dipaksa kalau ada sakit saat melakukan tes
karena bagi perempuan, dipertemukan dengan lelaki yang pemikirannya dewasa, suka cerita, random, humoris, clingy, suka nasehatin dan cukup dengan satu perempuan. is another level of lucky.
Di sekolah kita cuma diajarin 3 kelompok hewan berdasarkan makanan nya, pemakan daging (karnivora), pemakan tumbuhan (herbivora), dan pemakan segalanya (omnivora).
Padahal di alam liar, menu makan hewan jauh lebih spesifik dari itu. Ada setidaknya 12 kelompok unik lainnya:
- Frugivora: Pemakan buah (kalong, monyet)
- Insektivora: Pemakan serangga (trenggiling)
- Piskivora: Pemakan ikan (elang laut)
- Nektarivora: Pemakan nektar bunga (kolibri)
- Granivora: Pemakan biji-bijian (burung gereja)
- Sanguinvora: Pemakan darah (kelelawar vampir)
- Folivora: Spesialis pemakan daun (koala)
- Ovivora: Pemakan telur (ular khusus telur)
- Xilofag: Pemakan kayu (rayap)
- Fungivora: Pemakan jamur (siput tertentu)
- Koprofag: Pemakan kotoran (kumbang kotoran)
- Detritivora: Pemakan sisa organik (cacing tanah)
Alam ternyata gak cuma soal pemakan "daging vs tumbuhan". Spesialisasi ekstrem inilah yang bikin ekosistem bumi tetap berjalan seimbang.
Bener2 jgn merasa aman klo zalim ke orang tuh. Allah mudah banget menghancurkan kita dlm semalam klo Dia sdh menunjukkan murka-Nya 🥺
Ga ada satu pun manusia di dunia ini yg ga pernah punya aib/kesalahan apa pun. Tp Allah dg Maha Kasih-Nya senantiasa nutupin itu krn Dia Maha Baik. Kali aja mau tobat & berbenah
Tp klo masih aja angkuh & terus merasa aman, ya begitulah. Sekali ancur ya ancur 😩
Sadly, ini ada benernya 🥺
Peringatan keras buat temen2 yg suka mendem emosi/perasaan secara kronis, alias berlama2 mendem, ga diungkapin, dst.
Ada penelitian yg ngehubungin semua itu dg risiko kematian dini yg lebih tinggi dibanding mereka yg mampu nyalurin emosinya dg baik :(
waktu kuliah dulu sering makan di warteg krn kantong mahasiswa. ada bpk2 pesen "kopi susu mbk. susune sing gede koyok mbk e" sambil cekakakan. mbk yg jual udh keliatan risih. gue yg lagi makan, budrek tubes auto nyolot, "nek pengen gede ngenyot o susu badak wae pak."
semua kicep.
Nenek penjual jamu gendong langganan di komplekku jatuh di tanjakan dekat gerbang pagi-pagi, pas jalan masih licin habis gerimis.
Hampir semua botol jamunya pecah dan isinya tumpah ke selokan.
Beliau nggak langsung bangun. Malah duduk di aspal sambil pegang lutut, terus mungutin pecahan botol pakai tangan kosong, seolah masih ada yang bisa diselamatkan.
Anak-anak sekolah yang lewat langsung berhenti bantu. Bapak-bapak yang lagi berangkat kerja juga ikut turun dari motor.
Neneknya dipapah ke pos satpam, lututnya diobati pakai kotak P3K. Sementara yang lain bersihin pecahan botol supaya nggak membahayakan pengendara.
Yang bikin sedih, neneknya malah terus kepikiran dagangannya. Beliau cuma bilang, "Besok saya jualan pakai apa ya?"
Siangnya, ibu-ibu komplek langsung rembukan di grup.
Sorenya ada yang datang ke rumah nenek itu bawa satu kardus botol kaca bekas sirup yang sudah dicuci bersih. Sekalian juga ada daftar pesanan dari 22 orang untuk stok jamu seminggu ke depan, dan semuanya sudah dibayar di muka.
Tujuannya cuma satu, supaya beliau punya modal lagi buat jualan tanpa harus bingung mulai dari nol.
Sekarang tiap pagi nenek itu jualan lagi. Botolnya memang nggak seragam, ada bekas botol sirup, ada bekas botol selai.
Tapi jamunya tetap laris, bahkan sudah habis sebelum jam sembilan pagi.
Harjo, Tuban. ❤️
Fun fact-nya, uang koin kelapa sawit dan melati ini emang pernah lebih "bernilai" daripada "nilai" yang tertera. Bahkan sempet dijadiin bahan gagang cincin batu akik.
Iya, dulu uang ini banyak banget pengepulnya sampai sengaja dileburin.
Alasannya simpel, karena waktu itu hasil lebur nya jauh lebih mahal. Bahan koin ini tuh aluminium bronze, yang sering orang kira emas. Warnanya kuning mengkilap, awet, dan gampang dibentuk. Nah, nilai material logamnya kalau dijual kiloan itu ternyata jauh lebih mahal dari nominal aslinya yang cuma gopek atau seribu perak.
Makanya, ada aja sindikat yang niat ngumpulin koin ini berkarung-karung sampai berton-ton. Mereka nampung dari masyarakat, masukin ke tungku bersuhu tinggi, dan dilebur jadi batangan logam. Habis itu dijual deh ke pabrik atau pengrajin kuningan.
Terus waktu tren batu akik lagi gila-gilanya, koin ini juga banyak yang berakhir jadi gagang cincin karena efek 'kuning emas' itu.
Tapi ya gitu, ngelebur uang rupiah itu tindakan ilegal. Polisi beberapa kali ngegerebek tempat peleburan koin skala besar, kayak kasus yang sempat heboh di Tangerang. Kalau ketahuan, ancamannya ngeri, penjara 5 tahun dan denda 1 miliar.
Jadi, koin ini sempat langka bukan karena kandungan emasnya, tapi karena habis dileburin massal demi jadi bahan kiloan yang lebih bernilai.