Tiga sosok visioner yang menyatukan kecerdasan, pengalaman, dan dedikasi untuk Indonesia yang lebih baik.
Tom Lembong dengan ketajaman ekonomi dan kepemimpinan bisnisnya, Anies Baswedan dengan gagasan perubahan yang inklusif dan berkeadilan, serta
Dino Patti Djalal dengan keahlian diplomasi dan wawasan globalnya bersatu dalam semangat membangun masa depan bangsa yang lebih maju, berintegritas, dan berdaya saing.
Klo ngikutin gaya pak habibie bisa bisa banyak yg tantrum gak dapat jatah kue.
kenapa? karena yg dilakukan pak habibie langsung cut semua parasit-parasit dan benalu-benalu gak berguna di pemerintahan, plus mengganti elemen elemen penting sesuai dengan kompetensinya.
sekelas pangkostrad aja langsung diganti ko, terus kepercayaan pasar tumbuh jadi investasi naik.
sayangnya MPR gak suka dan beliau jadi satu satunya presiden yg pidato PJ nya ditolak sama DPR/MPR. ngerti kan?
Marty Natalegawa, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, adalah sosok diplomat yang memancarkan wibawa luar biasa di panggung internasional.
Dengan suara tenang namun tegas, ia membawa Indonesia bukan hanya sebagai negara berkembang, melainkan sebagai aktor kunci yang mampu menjembatani perbedaan dan membangun perdamaian.
Gaya diplomasinya yang elegan, penuh visi, dan berpegang teguh pada prinsip, kerap membuat lawan bicaranya terkesan sekaligus menghormati.
Lahir dari latar belakang pendidikan kelas dunia, Marty menempuh studi di London School of Economics (BSc), University of Cambridge (MPhil), dan meraih gelar Doktor di Australian National University.
Pengalaman karirnya pun luar biasa: dari Duta Besar untuk Inggris dan Irlandia, Perwakilan Tetap Indonesia di PBB, hingga memimpin Kementerian Luar Negeri di masa Indonesia memegang keketuaan ASEAN.
Ia berperan penting dalam mendorong ASEAN Community, inisiatif East Asia Summit, serta berbagai upaya resolusi damai di kawasan.
Menyaksikan kiprahnya, hati ini terharu dan bangga. Marty Natalegawa membuktikan bahwa anak bangsa Indonesia mampu bersanding setara dengan para pemimpin dunia, membawa nama harum Tanah Air dengan integritas dan kecerdasannya.
Beliau adalah inspirasi bagi generasi muda bahwa diplomasi bukan sekadar negosiasi, melainkan perwujudan martabat bangsa.
Indonesia patut berbangga memiliki putra terbaik seperti Marty Natalegawa 🇮🇩
Kuburan tanpa nisan, gundul pringis, wayang tanpa dalang, hingga ritual sekte menari-nari di atas mayat tengah menyasar korban tumbal selanjutnya.
"Sing Podo Teko, Lali Dalan Molen"
-DUSUN MAYIT-
[A THREAD]
#BacaHorror#ceritaserem
EPISODE TERAKHIR DORAEMON🥀
Kalian penasaran gimanaepisode terakhir doraemon? Menurutku ini sedih sih.
jadi berawal dari nobita yang liat doraemon rusak (baterai habis) yg udah gak bisa diganti lagi akhirnya dia bertekat untuk mandiri hingga akhirnya.....
MENGAPA HANYA INDONESIA YANG HANCUR?
Sementara mata uang tetangga berhasil memanfaatkan fundamental ekonomi untuk menahan gejolak global, Rupiah justru anjlok dua digit (-10,84%).
Alasan "Tekanan Global" tidak lagi relevan.
INI SALAH URUS !!!
RUMAH KERAMAT: PENGHUNI TERAKHIRNYA SUDAH MENINGGAL 20 TAHUN LALU.
Di kampung gue, ada rumah yang bahkan angin pun menghindari. Lampunya masih nyala setiap malam pukul 02.06…
Padahal listrik sudah diputus 20 tahun lalu.
@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht#bacahorror
Sebagai veteran KHW, list favorit gw tuh ini:
1. KHW 100 (Warung Bu Leli). Mana panjang dan bikin menghela nafas terus. Dikira udah mau habis eh ada lagi terusannya.
2. KHW 73 (Lynn). Ini horornya indah. Gak ada serem-seremnya.
3. KHW 101 (Kang Badar). Ini epik bjir, horor kampung zaman dulu emang di luar nalar.
4. KHW 135 (Stasiun Manggarai). Kereta hantu ibukota, mindblowing karena ga nyangka. 😭
5. KHW 300 (Sugumoang). Kematian berantai di kampung Batak, akhir ceritanya berdarah-darah.
6. KHW 298 (Bayangan Pulang). Doppelganger gaib. Ini creepy karena kok bisaa 😭
7. KHW 47 (KHW terhoror). Gak habis-habis ini gangguan terornya.
KHW Nadia Omara ini bener-bener ngerangkum "urban legend" se-Indonesia, mesti dibuatin "ensiklopedi/infografis"-nya sih kalo kata gw asli. 😭
Waduh, klarifikasi Pak Seskab Mayor Teddy kpd Pak Dino berbuntut panjang! Data yg dipaparkan Pak Seskab dikuliti dan jreng jreng! Dari investasi 2041,3 T yg diclaim Teddy dihasilkan dari kunjungan Luar Negeri ternyata yg berasal dr pemodal asing hanya 900 triliun atau hanya 46,6% saja.
Artinya sbgian besar bkn hasil kunjungan LN, shg ini pembohongan publik. Pertanyaanku: klo ini bener, knp segegabah itu tim Seskab menyajikan data, knp ga cross chek dl, ini kan mempermalukan Pak Seskab lho!
Seskab Teddy Menyesatkan Soal Data Investasi 2.430 Triliun, Investasi Dalam Negeri (PMDN) pun diklaim hasil diplomasi luas negeri Presiden Prabowo.
Apa yang disampaikan Seskab Teddy bukan sekadar overclaim. Ini penyesatan publik yg disengaja. Teddy sengaja mengaburkan antara komitmen dan realisasi, serta menyematkan prestasi PMDN sebagai hasil diplomasi, demi narasi politik yang gemerlap.
Publik berhak mendapat fakta jujur, bukan kalimat bombastis yg menyesatkan.
Yang berkuasa sekarang, pinjaman di gunakan untuk nutup utang dan bagi-bagi untuk makan.
Sementara penguasa Orba bilang pinjaman itu akan di gunakan untuk bangun segala jenis infrastruktur, karena hasil dari sana bisa di gunakan utk bayar hutangnya.
Tidak untuk di makan karena hanya akan jadi t**k, percuma anti hutang lagi.
Saya sudah lihat Video Teddy @setkabgoid yang dibuat untuk merespon video saran Bang @dinopattidjalal terkait perjalanan Luar Negeri Presiden.
Mendengar kata pembukanya saja sudah kelihatan, ini arek yg belum cukup kapasitas menduduki jabatan penting, apalagi mengurus negara. Langsung mual saya melihatnya. Saya sabarkan hati melihat sampai akhir.
Teddy-Teddy, kamu ke-ge-er-an. Tidak ada Bang Dino memention kamu, semua saran itu untuk Presiden. Nama mu sempat disebut sekilas, hanya untuk mengingatkan agar jika ada agenda perjalanan Presiden maka diumumkan jauh hari.
Eselon 2 lho kamu. Mbok tahu diri, Bang Dino itu mantan Wakil Menteri, walau kamu sindir cuma 3 bulan, tetap saja dia Wakil Menteri. Lha kowe, Letkol saja giveaway, duduk di Seskab giveaway, karena dicari-carikan jabatan agar tidak melanggar UU TNI.
Itu dulu, nanti saya respon panjang video yang mempertontonkan kebahlulan Teddy dan pemerintah dalam merespon.
Ya, bagaimana pun Bang Dino itu se-kampung dengan saya. Kampung kami ini isinya orang2 terdidik, orang yang menjaga martabat, tahu mengukur baju sendiri, pantang menjilat, jabatan tak pernah dikejar, kalau datang maka akan mengabdi dengan sungguh-sungguh. Beda lah dengan kamu Teddy, semua karena giveaway.
Salam
FK
Guys, ada diskusi yang menurut gue paling jujur dan paling berani tentang satu pertanyaan yang banyak orang pikirkan tapi jarang dibahas secara serius.
Kenapa Prabowo yang dulu kita kenal dan Prabowo yang sekarang memimpin terasa seperti dua orang yang berbeda?
Felix Siauw dan Gian membahas ini dari sudut pandang yang tidak biasa kepemimpinan dalam Islam, batas kritik dan kepatuhan, dan fenomena kekuasaan yang mengubah orang.
Pertama tentang pola pidato yang paling disorot:
Felix mengamati ada pola yang konsisten dalam pidato-pidato Prabowo: sambat dan curhat.
Curhat tentang pernah direndahkan.
Curhat tentang pernah dihina.
Curhat tentang perjuangan panjang yang tidak dihargai.
Felix tidak mengatakan ini salah secara manusia.
Tapi sebagai pemimpin ini bermasalah.
Karena pemimpin yang terlalu sering menunjukkan kelemahan emosional di depan publik tidak memberi ketenangan kepada rakyatnya.
Yang terjadi justru sebaliknya:
rakyat yang harusnya tenang malah ikut cemas.
"Kalau aku sebagai pemimpin curhat terus
yang dengar mau ngapain?"
Felix juga menyoroti bahwa trik vulnerability itu efektif untuk influencer yang sedang membangun audiens bukan untuk presiden yang sedang memimpin negara. Konteksnya berbeda total.
Dan ini yang paling mengejutkan soal pernyataan dolar tidak mempengaruhi orang desa:
Felix tidak percaya Prabowo tidak tahu bahwa pernyataan itu salah.
Karena Prabowo sendiri pernah berkali-kali berpidato tentang betapa pentingnya mata uang
bahkan mengutip kalimat terkenal tentang cara menghancurkan negara adalah dengan menghancurkan mata uangnya terlebih dahulu.
Jadi kalau bukan karena tidak tahu kenapa bisa ngomong seperti itu?
Felix menyimpulkan: meremehkan.
Bukan tidak paham.
Tapi merasa bahwa apapun yang diomongkan akan diterima begitu saja.
Tidak ada lagi rasa bahwa ada konsekuensi dari kata-kata yang keluar.
Dan itu lebih mengkhawatirkan dari sekadar kekeliruan faktual.
Dan ini tentang batas kritik dalam Islam yang paling menarik:
Felix menjelaskan dengan sangat clear.
Dalam Islam taat kepada pemimpin itu wajib.
Tapi ada syaratnya:
selama pemimpin itu taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dan yang lebih penting lagi Al-Qur'an tidak menulis "taatilah Allah, taatilah Rasul, dan taatilah pemimpin kalian."
Yang tertulis adalah "taatilah Allah, taatilah Rasul, dan pemimpin di antara kalian."
Konstruksi kalimat ini penting.
Ketaatan kepada pemimpin terikat pada ketaatan pemimpin itu sendiri kepada yang lebih tinggi.
Bukan ketaatan buta tanpa syarat.
Dan dalam Islam menasihati adalah tanda peduli.
Bukan tanda pembangkangan.
Analogi yang Felix pakai sangat tepat:
bayangkan kamu naik mobil dan suami yang menyetir sambil main HP.
Kamu akan tegur karena dia yang pegang setir keselamatan semua orang ada di tangannya.
Kalau dia duduk di belakang tidak ada yang akan repot menasihatinya.
"Kita banyak nasihati pemimpin karena dia yang megang setir.
Karena keselamatan kita semua tergantung dia."
Dan ini yang paling menohok soal diam sebagai hukuman terberat:
Felix mengatakan sesuatu yang menurut gue sangat dalam.
Dalam Islam diam itu lebih berat dari marah.
Diam artinya sudah tidak peduli.
Diam artinya sudah menganggap eksistensi yang satu tidak ada lagi.
Kalau rakyat masih teriak itu tandanya masih peduli.
Masih merasa bahwa pemimpinnya bisa berubah.
Masih merasa bahwa suaranya mungkin didengar.
"Kalau anak-anak masih ngomong itu masih bagus. Kalau anak-anak sudah diam berarti mereka cerita ke orang lain.
Cari perhatian di tempat lain."
Dan itu jauh lebih berbahaya bagi pemimpin manapun.
Dan ini tentang fenomena yang paling konsisten dalam sejarah politik Indonesia:
Felix membuat observasi yang sangat sederhana tapi sangat akurat.
Orang yang di luar kekuasaan akan mengkritik habis-habisan.
Orang yang sudah masuk kekuasaan akan mempertahankan posisinya habis-habisan.
Prabowo dulu mengkritik keras soal perjalanan luar negeri yang terlalu sering.
Sekarang dia adalah presiden yang paling sering ke luar negeri.
Prabowo dulu mengkritik keras soal utang luar negeri.
Sekarang utang terus berjalan.
Prabowo dulu pidato tentang pentingnya menjaga nilai mata uang.
Sekarang rupiah di Rp17.800 dan beliau berkata dolar tidak mempengaruhi orang desa.
Ini bukan hanya soal Prabowo.
Ini adalah pola yang terjadi pada hampir semua pemimpin yang masuk ke dalam sistem tanpa mengubah sistemnya terlebih dahulu.
Dan Felix menyimpulkan ini dengan kalimat yang menurut gue paling penting dalam seluruh diskusi:
"Sistem kepemimpinan itu jauh lebih penting daripada siapa yang memimpin.
Karena terbukti siapapun yang memimpin ujungnya begitu saja.
Selama sistemnya tidak berubah."
Kursi mengubah orang.
Ini bukan teori ini fakta sejarah yang berulang.
Power tends to corrupt.
Absolute power corrupts absolutely.
Itulah kenapa dalam sistem yang sehat check and balance itu bukan pilihan. Itu keharusan.
Agar tidak ada satu orang pun yang merasa bahwa apapun yang dia katakan pasti diterima.
Agar tidak ada ruang di mana pemimpin bisa lupa bahwa kata-katanya punya konsekuensi.
Dalam Islam pemimpin yang baik bukan yang tidak pernah salah. Tapi yang ketika salah dia dengar.
Seperti imam salat yang lupa rakaat ketika makmumnya bilang subhanallah, dia berhenti, dia koreksi, dia lanjutkan dengan benar.
Bukan yang ketika diingatkan langsung membantah: "MBG bermanfaat atau tidak? Tidak.
lansung jawab dengan lantang
MBG sangat bermanfaat."