penelitian ini justru menunjukkan hal yang menarik dari fenomena Soung Horeg, diksi-diksinya nya juga nyentrik.
>Sound horeg diteliti sebagai alat sekaligus arena perebutan kuasa di pedesaan Jawa, bukan sekadar hiburan.
>Melalui etnografi, pesta bising ini dilihat sebagai jeda simbolik bagi petani kecil agar bisa keluar dari posisi subordinat dalam struktur kekuasaan desa.
>Petani kecil merasakan kembali kuasa ketika berperan sebagai panitia, operator, atau pemain festival (bisa mengatur, memerintah, dan menentukan aturan).
>Pemulihan kuasa itu bersifat ambivalen: alih-alih membebaskan, praktik ini justru mereproduksi hierarki yang sama (siapa pegang mikrofon, kuasai listrik, atau atur panggung)
>Ada paradoks mendasar: festival yang dianggap pelarian dari tekanan struktural justru menampilkan watak kekuasaan yang bising, memabukkan, dan licin.
>Dentuman sound horeg berfungsi sebagai sabotase halus terhadap dunia yang lama membisukan mereka, tapi “perlawanan”-nya berhenti di euforia tanpa arah perubahan sosial atau kesadaran kelas.
>Pada akhirnya, sound horeg menjadi katup pelepas frustrasi yang menyalurkan luka struktural ke ranah hiburan, sambil tetap mempertahankan dan mereproduksi kuasa yang penuh bualan dan kebisingan.
menarik, catatan reflektif dari Mintif adalah ketika orang kecil diberikan kekuasaan, dengan struktur sosial yang sudah terbentuk juga rawan akan penyalahgunaan wewenang, meskipun sudah dimaklumi oleh warga setempat.
@binlatif@mfatahilahakbar benar mas. kalau ada dosen yang mendaftarkan aktivitas "proyekan"nya kedalam sistem tendering UGM, otomatis akan tercatatat selaligus ditransfer + dapat potongan pajak dari UGM. basis ini yang dimasukan ke komponen penerimaan tendik. ini kasus yang sangat eksploitatif
@ruangtaktik permasalahan utama real madrid itu justru datangnya dari off the pitch. Marahin noh sanitas-sanitas kampret yang ngerusak flow dalam 5 musim terakhir, gile sering tembus puluhan injury per musim 😡 rumah sakit dengan tim medis ampas kok ya bisa dipertahanin selama iniiiii 😡
@SeputarMadrid@jfelixdiaz semoga dilancarkan penjualan camavinga sama cuameni ini 🤲 cape bgt liat duo ampas ini main di madrid. langsung saja percayakan ke mourinho kaya pas ngeboyong sami khedira ke madrid ✊ yang urgent itu datengin bek tengah dulu pak perez.
@rmfc_alex@xyezerr@realmadrid Sure. Toni Kroos winning his 6th Champions League at the age of 34. Luca Modric? 38 yo 🤣 do you still watch football in 1980’s or something? 🤣 football athlete are getting longer longevity nowadays dude 🤣 Rodri and Pitarch are the best option for madrid DLP ✌️
@utdfocusid Narasinya sama ke Carlo Ancelotti “karir dia habis di eropa”. Track record menunjukan keduanya bisa merevolusi sebuah club. Mourinho dipecat fenerbahce karena mengekspos skandal besar & kultur judi di sepakbola turki. Benfica bisa mengimbangi superioritas Madrid di UCL. Special 1
@ichsanopiick Mentalitas didahulukan sebelum taktikal. Persaingan tim-tim elit eropa punya margin of error ga sampe 1% di setiap laga krusialnya. Apalagi banyak dinamika penyesuaian aturan layaknya aturan offside, bentuk lapangan yang bisa diperbesar-perkecil sesuai keinginan tim, dst
🚨NEW EPISODE🚨
The Rise of The Dutch East India Company
How did a tiny republic create one of the most powerful companies in history?
Join @DalrympleWill and @HeraldLinde as they explore the rise of the VOC, the Dutch East India Company...
Sorry, Bud. Ini keliru. Sebagai orang yang ngikutin proses kasus Chromebook dari awal, setidak-tidaknya ada 3 hal yang bisa gw bantu jelaskan untuk membuat terang.
Pertama, narasi pengabdian tidak pernah muncul duluan dari Ibam. Secara kronologis, framing Ibam menerima gaji Rp163juta/bulan dari Yayasan PSPKI seakan-akan ini untuk memuluskan project pengadaan Chromebook muncul duluan.
Padahal kenyataannya Ibam turun gaji saat ingin berkontribusi lewat PSPKI, dan terbukti pula di pengadilan kalau Yayasan PSPKI menggaji Ibam dari donor yang tidak ada sangkut pautnya dengan pengadaan Chromebook.
Ini lah yang membuat narasi white savior tampaknya seakan-akan muncul duluan dari Ibam. Padahal ini adalah fakta persidangan yang terungkap begitu saja.
Kedua, karena gagal membuktikan gaji Ibam itu bukan uang haram yang didapatkan dari pengadaan Chromebook, sangat patut diduga kalau JPU menggeser fokus dengan memaksakan ESOP Ibam di BukaLapak yang sempat naik ke angka Rp16,9 Miliar.
Padahal harga saham setinggi itu bukan realized gain, karena saham tersebut tidak bisa dijual karena masih dalam locked-up period saat IPO (Penawaran Saham Perdana).
Mas Ibam dalam podcast di Ngomongin Uang sebenarnya sempat sebut kalau dia salah satu nyangkuter juga. Realized gain-nya sangat jauh dari angka Rp16,9 Miliar.
Ketiga, persoalan gaji maupun ESOP Ibam bukan lagi fokus pada fakta hukum di persidangan, karena baik gaji maupun ESOP Ibam tersebut adalah penghasilan yang sah atau halal (lawful enrichment), bukan memperkaya diri sendiri secara melawan hukum (illicit enrichment).
Terungkap di persidangan kalau aliran dana korupsi pengadaan malah mengalir pada saksi yang seharusnya itu jadi tersangka. Semua orang yang mempelajari hukum pidana seharusnya tahu kalau pengembalian uang hasil kejahatan tidak menghapus pidana, terkecuali Fajar Trio.
Ironinya, malah yang dipermainkan itu adalah amarah masyarakat akan kegagalan sistem ekonomi kita yang menciptakan problem ketimpangan. Saya yakin kita semua bisa setuju kalau sistem ekonomi kita saat ini masih belum bisa menyejahterakan banyak orang.
Tapi melempar kemarahan ini ke mas Ibam keliru, karena dia bukan pejabat eselon kementerian, menteri, ataupun Presiden yang mempunyai kekuatan/wewenang untuk mengambil keputusan.
Mas Ibam hanya seorang konsultan.
Kita harus adil sejak dalam pikiran kalau mas Ibam juga merupakan korban dari kegagalan sistem yang ada.
Setidak-tidaknya tidak berlebihan untuk bilang mas Ibam adalah korban dari kegagalan sistem hukum yang sudah busuk dan masih terus membusuk.
@SeputarMadrid Pitarch cocok lawan front 6 Bayern karena dia nutup lubang yang ditinggal arda dan off-ball movementnya bikin kacau kimich. Pengalaman di Leg 1 jadi pelajaran buat mid block madrid yang terlalu deep. Fede keliatannya akan ke kiri karena pitarch-jude udah kuat bgt buat bantu trent
Kalo hobi dijadiin kerjaan, kita bakal lebih enjoy ngerjain kerjaan itu atau engga?
Kerja di suatu bidang yang kita kuasi memang sangat menyenangkan, cita-cita masa kecil atau mungkin baru mulai kepikiran untuk terjun di suatu bidang, olahraga misalnya.
@RockyPadila dia jadi salah satu profesional di bidang fotografi, karyanya sering banget lewat di sosial media, bikin olahraga khususnya basket lebih berwarna. Ada lagi @Muthia911 Broadcaster disegala bidang olahraga, u named it; basket, sepakbola, dan jadi profesional aktif dibidang olahraga. Semua emang harus dimulai,Semua profesional dimulai dari rookie ; @arsenatasyas bisa jadi contoh mulai aja dulu,we never know unless we try. Bisa Check @4EverInSports untuk tau job opportunities bidang Olahraga
Selain suka, jadi profesional juga harus didukung sama pendidikan yang mumpuni. Dari jenjang perkuliahan banyak jurusan yang menawarkan kita untuk belajar aspek-aspek di ruang lingkup olahraga. Seperti di UCFB Wembley yang menyediakan pembelajaran sarjana untuk kita yang mau belajar bisnis khusus sepakbola.
Kalau ekosistem di suatu bidang udah terisi banyak profesional dan berpengalaman, gue rasa hal ini sangat amat cukup untuk ngebantu kemajuan industri olahraga yang ada di Indonesia, mulai dari pengembangan atlet bahkan aftercare untuk mereka setalah pensiun. Atlet sejahtera kitapun yang bekerja akan bahagia 😀
@Richard55598249@minarealmadre@realmadridindo1 selalu ada La Fabrica, trlbih rezim perez 🤣 signing policy udh 17 tahun di handle o/ JAS (CEO), dia mengedepankan loan-sell youth player U-21 dan menerapkan policy buyback 50% sejak 2016. Bisa di cek beda kasus antara transfer Eto’o-marcos alonso-mata-casemiro-hakimi-paz.
@Richard55598249@minarealmadre@realmadridindo1 Lah itu sangat madrid. Zidanes y Pavones adalah visi yang dibawa sama perez kok malah disebut kebetulan 🤣 Pavones bukan berarti pure La Fabrica. Bisa saja pemain muda potensial layaknya benzema, valverde, militao, huijsen. Lah barca jor-joran langsung bangkrut di bursa 16-18🤣
@Richard55598249@minarealmadre@realmadridindo1 Berarti kurang lama ngikutin Real Madrid. Medio 2000an udah pamor building squad ala perez dengan skema “Zidanes y Pavones”. La Fabrica sebagai bentuk pavones medio 2000an ada casillas, raul, guti dll. Saat ini pavones ada vini, valverde, &rodrygo dari castilla sejak 2018🙂↔️
First Prestianni denies it.
Jose supports his players
Benfica backs their players
Investigations here and there and still the truth might never come out..
This right here is the reason why black players choose to shut up when they are racially abused, only Vini chooses to come out.
When you think of the whole drama, pain, your name in the news all the time and then there might be no measures taken, they’d immediately feel it’s not worth it and then they keep taking the insult.
If Vini ignored what he said, no one will be talking about that game the way it is. When you think of the whole stress that comes with it, sometimes you just feel it’s not worth it.
Vini doesn’t get the credit he deserves, choosing to expose them and still get questioned and abused for it not just by white racist folks, but by his kind too.
Cruel world.