Guys, Prof. Feri Latuhihin ekonom yang sudah setahun lalu memprediksi dolar akan tembus Rp17.000 ketika belum ada yang percaya baru bicara lagi. Dan kali ini lebih keras, lebih konkret, dan lebih mengerikan dari sebelumnya.
Gue mau rangkum dan kritisi semuanya termasuk pertanyaan yang menurut gue paling penting:
para ekonom sudah kasih saran, tapi apakah pemimpinnya mau dengar?
Atau yang kasih saran justru akan disebut antek antek asing?
Prediksi yang sudah terbukti dan peringatan baru yang lebih keras:
Setahun lalu Feri bilang dolar akan tembus Rp17.000. Banyak yang tidak percaya.
Sekarang dolar sudah di Rp17.300.
Sekarang dia memperingatkan skenario yang jauh lebih buruk:
dolar bisa tembus Rp25.000 kalau kondisi fiskal tidak segera dibenahi.
Bukan angka yang dia lempar sembarangan.
Dia punya hitungan.
Soal angka pertumbuhan ekonomi dan ini yang paling mengejutkan:
Purbaya marah-marah ke World Bank karena World Bank bilang pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7%. Purbaya klaim angkanya jauh lebih tinggi dari itu.
Feri bilang sesuatu yang sangat mengejutkan: "Saya bilang 4,7% sudah bagus.
Kalau menurut saya bisa 0%."
Kenapa?
Karena ketika Feri cross check angka pertumbuhan 5,11% versi BPS dengan indikator lain khususnya pertumbuhan kredit perbankan angkanya tidak cocok.
Untuk mencapai pertumbuhan 5,11% kredit perbankan harusnya tumbuh minimal 11%. Kenyataannya: kredit tumbuh di bawah 8%.
Feri perkirakan pertumbuhan riilnya mungkin di sekitar 4% saja.
Dan Moody's serta Fitch sudah men-downgrade outlook ekonomi Indonesia dari stable menjadi negatif. Artinya lembaga rating internasional pun tidak percaya dengan angka yang pemerintah klaim.
Soal defisit APBN dan ini yang paling mengkhawatirkan:
Feri memaparkan data yang sangat konkret:
Defisit APBN Januari: Rp35 triliun.Defisit Februari: Rp135 triliun.Defisit Maret: Rp240 triliun.
Kalau dianualisasi secara linear defisit sudah setara 3,72% dari GDP melampaui batas 3% yang menjadi patokan fiskal.
Dan di saat yang sama harga minyak dunia naik karena perang.
Subsidi BBM membengkak.
Inflasi berpotensi double digit.
Jatuh tempo utang tahun ini saja sekitar Rp888 triliun ditambah bunga Rp99 triliun.
Itulah mengapa Feri menduga dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot Purbaya kemungkinan memang tidak setuju dengan arah kebijakan bukan karena sabotase sembarangan, tapi karena mereka melihat angka-angka yang tidak memungkinkan untuk terus mempertahankan spending sebesar sekarang.
Soal MBG dan ini yang paling tegas:
Feri mengucapkan sesuatu yang menurut gue perlu didengar keras-keras oleh siapapun yang masih berargumen bahwa MBG adalah investasi:
"Mohon dikasih tahu kepada Pak Presiden bahwa kalau MBG itu dianggap investasi itu bohong besar."
Investasi yang sesungguhnya adalah infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan.
Atau investasi non-fisik yang menghasilkan produktivitas jangka panjang: pendidikan dan riset dan pengembangan.
Makan siang bukan investasi.
Makan siang adalah konsumsi.
Dan konsumsi yang dibiayai utang itu bukan membangun masa depan. Itu memakan masa depan.
Feri menghitung bahwa untuk MBG yang benar-benar targeted ke yang membutuhkan cukup Rp10 triliun per tahun. Bukan Rp335 triliun.
Dan sisa Rp325 triliun itu seharusnya bisa jadi buffer fiskal atau dialokasikan ke investasi yang benar-benar menghasilkan produktivitas jangka panjang.
Soal class menengah yang semakin tergerus:
Dari 57 juta kelas menengah di 2019 sekarang tinggal 47 juta. Turun 10 juta orang dalam kurang dari 10 tahun.
Dan tabungan rata-rata kelas menengah yang dulu Rp3 juta per orang sekarang sudah mendekati nol. Mereka tidak lagi makan tabungan. Mereka sudah mulai makan hutang.
Dan Feri menyebut satu indikator yang sangat mengkhawatirkan: omset pegadaian sedang melonjak luar biasa. Ketika orang menggadaikan barang untuk kebutuhan sehari-hari — itu bukan tanda ekonomi yang baik-baik saja.
Soal BI yang tidak bisa berbuat apa-apa:
Feri menjelaskan dilema yang sangat real yang sedang dihadapi Bank Indonesia:
Kalau suku bunga dinaikkan untuk melawan inflasi dan menjaga rupiah ekonomi yang sudah lemah akan tambah terbebani. Kredit macet naik. Investasi turun lebih dalam.
Kalau suku bunga diturunkan rupiah makin melemah dan inflasi makin tidak terkendali.
"BI tidak bisa melakukan apa-apa.
Naikkin salah, nurunin salah."
Dan intervensi di pasar valas untuk menjaga rupiah cadangan devisa tidak tanpa batas.
Kalau outlook ekonominya memang buruk intervensi itu seperti menggarami lautan.
Soal komentar terhadap Purbaya dan ini yang paling kontroversial:
Feri mengucapkan sesuatu yang sangat bold:
bahwa menurut dia Purbaya tidak paham soal ekonomi.
Contoh yang dia berikan:
ketika perbankan mengalami undisbursed loan kredit yang sudah disetujui tapi belum dicairkan senilai Rp2.735 triliun, Purbaya justru mengucurkan tambahan dana dari BI sebesar Rp227 triliun.
Logika Feri:
kalau bank sudah kelebihan likuiditas yang tidak bisa disalurkan menambah likuiditas lagi adalah seperti menuangkan air ke ember yang sudah penuh.
Itu bukan solusi masalah kredit.
Itu memperburuk excess liquidity yang justru bisa memperlemah rupiah lebih jauh.
Gue tidak akan menghakimi apakah Feri 100% benar soal ini. T
api pertanyaan teknisnya valid dan layak dijawab secara publik oleh Kemenkeu.
Dan inilah pertanyaan yang paling fundamental:
Para ekonom Feri Latuhihin, Mahfud MD, Feri Amsari, berbagai pengamat lain sudah memberikan saran yang konkret, berbasis data, dan bisa diverifikasi.
Saran yang konsisten:
rasionalisasi MBG, ramping kabinet, perbaiki kepastian regulasi, prioritaskan investasi produktif, jaga fiskal dari defisit yang melebar.
Dan apa respons dari lingkaran pemerintah?
Orang yang kritik MBG disebut tidak nasionalis. Orang yang mempertanyakan kebijakan ekonomi disebut tidak mendukung presiden.
Dan siapapun yang mengutip data dari lembaga internasional seperti World Bank atau IMF bisa dengan mudah diberi label antek asing.
Dari nonblok menjadi goblok kata Feri mengutip kritik terhadap kebijakan luar negeri.
Dan label yang sama bisa dikenakan pada kebijakan ekonomi: dari mendengar para ahli menjadi memusuhi para ahli.
Indonesia punya banyak ekonom yang kompeten. Punya data yang bisa dibaca.
Punya pengalaman sejarah termasuk bagaimana Habibie menyelamatkan ekonomi di 1998 dengan tiga langkah berani yang gue sudah bahas sebelumnya.
Yang kurang bukan nasihatnya.
Yang kurang adalah keberanian untuk mendengar nasihat yang tidak menyenangkan dan keberanian untuk mengambil keputusan yang menyakitkan jangka pendek demi kepentingan rakyat jangka panjang.
Dan selama nasihat para ekonom direspons dengan label "antek asing" sementara rupiah terus melemah, defisit terus membesar, dan kelas menengah terus tergerus
Kita semua yang menanggung akibatnya.
Bukan para pejabatnya.
Kalian pasti tahu pemilik x sekarang
itu elon musk
Elon Musk secara teknis miskin
Bukan miskin dalam arti tidak punya apa-apa.
Tapi miskin dalam arti:
uang cash yang dia pegang di rekening itu kurang dari 0,1% dari total kekayaannya.
Orang terkaya di dunia
tapi hampir tidak pegang uang tunai.
Bagaimana bisa?
Karena net worth bukan isi rekening.
Ini yang paling sering bikin orang salah paham.
Ketika media bilang kekayaan Elon Musk 300 miliar dolar itu bukan angka di rekening banknya.
Itu adalah nilai kepemilikan sahamnya di Tesla, SpaceX, xAI, dan X.
Kalau valuasi Tesla naik angka kekayaannya naik.
Tapi uang di rekeningnya tidak bertambah sepeser pun.
Karena sahamnya belum dijual.
Masih berupa ownership kepemilikan di atas kertas.
Dan selama saham itu tidak dijual secara hukum itu bukan penghasilan.
Bukan objek pajak penghasilan.
Dan di sinilah sistem pajak bekerja dengan cara yang tidak pernah diajarkan di sekolah:
Di Amerika dan di hampir semua negara pajak penghasilan dikenakan atas realized income penghasilan yang benar-benar terealisasi.
Gaji, dividen, keuntungan dari penjualan aset.
Kalau saham naik tapi tidak dijual itu unrealized gain. Keuntungan yang belum terealisasi.
Dan di kebanyakan sistem pajak itu tidak kena pajak.
Jadi Elon Musk bisa kekayaannya naik puluhan miliar dolar dalam satu tahun tanpa membayar pajak penghasilan hampir sama sekali secara legal dan sesuai aturan yang berlaku.
ProPublica pernah membongkar data pajak orang-orang terkaya Amerika dan menemukan bahwa beberapa di antaranya membayar effective tax rate yang lebih rendah dari pekerja biasa bergaji menengah.
Bukan karena mereka curang.
Tapi karena sistemnya memang dirancang atau dibiarkan seperti itu.
Cara mainnya lebih canggih dari sekadar tidak jual saham:
Orang super kaya seperti Musk tidak perlu jual saham untuk dapat uang tunai.
Mereka meminjam uang dari bank dengan menjadikan saham sebagai jaminan.
Mekanismenya:
Saham senilai 50 miliar dolar dijadikan collateral
Bank meminjamkan cash puluhan miliar
Pinjaman bukan penghasilan tidak kena pajak
Uang pinjaman dipakai untuk hidup, berinvestasi, membeli perusahaan baru
Cicilan dibayar dari dividen atau pinjaman baru
Saham aslinya tidak pernah dijual nilainya terus naik
Ini yang disebut "Buy, Borrow, Die" strategi
yang sudah lama dipakai kalangan ultra-kaya:
Beli aset produktif.
Pinjam uang menggunakan aset sebagai jaminan. Meninggal dan aset diwariskan ke ahli waris dengan basis pajak yang direset.
Tidak ada pajak capital gains besar yang pernah dibayar sepanjang hidupnya.
Kenapa ini penting untuk dipahami bukan untuk iri, tapi untuk melek:
Orang kebanyakan bekerja untuk menghasilkan gaji. Gaji itu langsung kena pajak penghasilan.
Sisanya dipakai untuk konsumsi atau disimpan di deposito yang bunganya juga kena pajak.
Orang kaya membangun kepemilikan aset.
Aset naik nilainya tanpa kena pajak selama tidak dijual.
Kalau butuh uang pinjam.
Kalau butuh lebih banyak pinjam lebih besar.
Sistem ini bukan rahasia.
Bukan konspirasi.
Ini adalah cara kerja sistem keuangan modern yang memang lebih menguntungkan mereka yang sudah punya aset dibanding mereka yang hanya punya tenaga kerja.
Dan pertanyaan yang sebenarnya lebih penting dari sekadar mengagumi Musk:
Apakah sistem yang memungkinkan orang terkaya di dunia membayar pajak efektif lebih rendah dari guru SD itu adil?
Ini bukan pertanyaan yang mudah dijawab.
Ada yang berargumen bahwa kekayaan Musk menciptakan lapangan kerja dan inovasi yang menguntungkan semua orang.
Ada yang berargumen bahwa sistem ini secara struktural memperlebar kesenjangan.
Keduanya punya poin.
Dan keduanya layak untuk diperdebatkan secara serius bukan dihindari karena dianggapiri.
Yang bisa diambil untuk kehidupan sehari-hari:
Mindset perbedaannya sederhana tapi dampaknya besar.
Orang yang hanya fokus pada cash akan selalu terbatas pada seberapa banyak mereka bisa menghasilkan per jam atau per bulan.
Orang yang mulai membangun kepemilikan aset saham, properti, bisnis, apapun yang nilainya bisa tumbuh sendiri sedang membangun sesuatu yang bekerja bahkan saat mereka tidur.
Ini bukan nasihat untuk tidak bekerja.
Ini adalah kesadaran bahwa cara orang kaya berpikir tentang uang fundamentally berbeda dari cara kebanyakan orang diajarkan untuk berpikir tentang uang.
Cash itu liquid.
Tapi aset itu leverage.
Dan leverage dalam skala apapun adalah yang membedakan orang yang bekerja untuk uang dan orang yang membuat uang bekerja untuk mereka.
Hello, Moon. It’s great to be back.
Here’s a taste of what the Artemis II astronauts photographed during their flight around the Moon. Check out more photos from the mission: https://t.co/rzM1P0QbOl
EARTHSET.
April 6, 2026.
Humanity, from the other side. First photo from the far side of the Moon. Captured from Orion as Earth dips beyond the lunar horizon. Photo: NASA
Did you know VLC allows you to watch 150–300 live sports channels plus over 1,800 free TV channels worldwide?
Here’s how (using safe and public links only):
Install VLC (Free)
Windows / Mac / Linux: videolan .org
Android / iOS: Search VLC in your store
Get a public playlist
Sports-only: https://t.co/mmtl4H7IKG
Full TV (News, Movies, Kids, Music): https://t.co/eLhbArKsu0
Open VLC → Network Stream → Paste URL → Play
Use Playlist view to switch channels
Some streams take a few seconds, VPN may be needed for geo-blocked content
Channels are public & community-maintained and availability can change.
Enjoy free TV & sports safely
Ada satu setting rahasia di HP Android yang bisa bikin hampir semua iklan di HP lo HILANG.
Iklan di app. Iklan di game. Iklan di browser. Semua ilang.
Ga perlu download app dan ga perlu root.
Cukup 1 setting dan ini 100% gratis!
Gini caranya: