Dari kesaksian saksi Dian Sandi dan Dumanto tadi di PN Jaktim, selain semakin yakin bahwa ijazah Jokowi palsu/tidak ada - lebih jauh dari itu - sepertinya identitas Jokowi yg sebenarnya akan terbuka.
Pelapor suket ijazah Gibran diperiksa Bareskrim.
"Pak jokowi kami rakyat biasa tidak ada yang menunggangi pak, justru bapak yang menunggangi negara ini..." Syamsudin, Pelapor Suket Ijazah Gibran
PDI-P TOLAK GAGASAN LUHUT: KERUGIAN NEGARA TAK BOLEH DIUBAH DEMI MEMUTIHKAN KORUPSI!
Hasto Kristiyanto, PDI-P menolak usulan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan terkait perubahan definisi kerugian negara dalam konteks tindak pidana korupsi.
Persoalannya bukan sekadar perbedaan istilah hukum, melainkan menyangkut arah pemberantasan korupsi dan akuntabilitas pengelolaan uang rakyat.
Uang negara adalah uang rakyat. Hukum harus melindunginya, bukan menjadi tameng bagi siapa pun yang menyalahgunakannya.
KAPOLRI BARU GAK MAIN-MAIN KASUS IJAZAH GIBRAN RESMI DISIDIK....
PEMBELA JOKOWI TERSANDERA, KAPOLRI RESPON ADUAN SUKET IJAZAH GIBRAN, MESIN DALAM PROSES PENYIDIKAN....‼️
#PrabowoBangkrutkanNKRI#PrabowoBangkrutkanNKRI
🆘🆗
Indonesia pernah punya Jendral Besar, Panglima TNI yang sangat tersohor
Bangsawan Bugis asli dan betul-betul mengalir darah biru bangsawan, sehingga sangat berhak mencantumkan ANDI di depan namanya.
Tetapi karena Allahyarham seseorang yang rendah hati dan egaliter, maka beliau tidak mencantumkan gelar ANDI di depan nama beliau.
Beliau adalah Allahyarham Jendral Purn TNI M. Yusuf.
Sekarang ada orang kelahiran Jakarta Utara, yang KTP nya tidak ada Andi sama sekali, bahkan sepertinya Akte kelahirannya pun juga tidak ada gelar Andi nya (karena dia menolak menjawab pertanyaan Advokat Al Katori), tetapi dimana-mana, media, talkshow, mengaku-ngaku sebagai Andi
Dan di persidangan mengaku sebagai orang egaliter karena itu di KTP tidak ada nama Andi
Tetapi di mana-mana mencantumkan namanya Andi Azwan.
Jadi yang egaliter itu Allahyarham Jendral M. Yusuf (yang menyembunyikan gelar Andi nya)
Atau Azwan yang kemana-kemana mengaku-ngaku sebagai Andi Azwan?
Syarat sebagai termul memang otak harus sungsang dulu sepertinya.
Ahmad Doli Kurnia murka..!!
Doli minta Hasyim Asy’ari sebut siapa pihak yg memberinya hadiah jabatan Komisaris BUMN.
Doli minta dibuka saja sekalian kepada publik semua yg terjadi, agar publik tau kebejatan yg dilakukan dalam memuluskan kepentingan politik Jokowi-Gibran.
Kritik Keras Eks Komisioner KPK: Percuma Ganti Pemimpin Jika Indeks Persepsi Korupsi Rendah Mantan Komisioner KPK periode 2015-2019, Saut Situmorang, menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan di tingkat nasional tidak memiliki arti jika tidak dibarengi dengan...
Sekedar mengingatkan minimal 18 operasi politik yg Pak Jokowi lakukan selama berkuasa :
1) mengubah konstitusi demi jadikan Gibran jadi Wapres
2) menggolkan Gibran jadi Walikota Solo
3) menggolkan menantunya jadi Walikota Medan dan Gub Sumut
4) menjadikan Kaesang Ketum PSI
5) wafatnya 900 an petugas TPS
6) memenjarakan banyak orang yg berbeda pendapat dg rezim Jokowi - seperti HRS, Jumhur, Syahganda dll
7) pembunuhan di Km-50
8) pembubaran ormas spt FPI
9) pengambil alihan Partai Golkar
10) pengambil alihan PAN
11) upaya pengambilalihan Partai Demokrat
12) penggunaan aparat utk kepentingan politik
13) bagi-bagi jabatan BUMN ke relawan/tim sukses
15) penggunaan hukum untuk menjerat lawan politik
16) bagi-bagi tambang ke Asing
17) menggunakan KPU sebagai instrumen kemenangan politik
18) intervensi pemilihan pimpinan ormas (2x terhadap NU)
Silakan tambahkan