Meskipun Ijazah Jokowi dinyatakan ASLI secara resmi oleh Polisi,saya tetap tidak percaya ijazah Jokowi itu Asli,karena :
1.Saya tidak pernah melihat lgsg ijazah Jokowi
2.Jokowi tdk menunjukkan ijazahnya ke publik
3.Polisi tdk mempublikasikan scr lgsg proses pengujian&objeknya
YANG NAMPAK DARI PANGGUNG SIDANG MK
Oleh : Henry Subiakto
Melihat Sidang MK dalam dua minggu ini, ada tanda2 seakan para hakim MK lbh terbuka pd semua opsi putusan, baik menolak maupun menerima gugatan. Walau mungkin akan berpikir jika sampai hrs menerima gugatan. Berapa beratnya utk mengembalikan keadaan & kejiwaan ke titik sebelum pemilu.
Kita tahu pemerintah dan 02 sengaja jalan terus seakan tdk mungkin ada diskualifikasi sbgmn gugatan pemohon. Prabowo malah sdh ke Cina & diterima seolah presiden.
Disini MK dlm posisi yg berat & sulit. Di satu sisi mrk pasti ingin mengembalikan marwah MK yg hancur karena putusan no 90 th 2023. Di sisi lain jika MK berani mutus diskualifikasi Prabowo Gibran, bisa muncul chaos & krisis. Padahal kalau Chaos yg pegang kendali presiden Jokowi. Dengan backup Panglima TNI, Kapolri, KASAD, KASAU dan KASAL yg semua merupakan All The Presidenโs men.
Maka yg paling mungkin didorong & diframing beresiko kecil dg keributan sebentar adalah MK menolak gugatan. Kalau kmd terjadi unjuk rasa, TNI-Polri pasti sudah siap antisipasi & hadapi pengunjuk rasa.
Sekarang MK sampai manggil 4 Menteri, tapi yg boleh bertanya hanya hakim MK, tanpa membuka pertanyaan dari pemohon, shg perspektif pembahasan jadi datar & kurang tajam. Makanya pemanggilan menteri2 ke MK, dibiarkan oleh Presiden, krn tahu para menteri tentu bisa jawab pertanyaan hakim dg jawaban2 teknis & normatif.
Namun makna kehadiran menteri2 di MK sdh ckp menunjukkan, upaya hukum telah dilakukan serius. Itulah konsep โseeing is believingโ, apa yg nampak di mata rakyat akan dipercaya sbg upaya yg benar, walau aslinya materi yg diperoleh dr tanya jawab dg para menteri itu tak tll banyak guna terkait isu perusakan demokrasi.
Konsep โSeeing is believingโ sendiri sering dipakai dlm konteks political public relations. Termasuk strategi komunikasi agar rakyat bisa melihat keseriusan Jokowi membangun negeri, begitu pula kerja MK sekarang, harus terlihat serius, agar kekecewaan rakyat tdk menjadi jadi. Panggung yg menarik di MK itu bisa sbg sarana katarsis thd berbagai kekecewaan.
Dulu di Sidoarjo Jawa Timur, ketika lumpur Lapindo meluap dan membuat warga ngeri & marah, krn wilayahnya terancam, mk yg dilakukan adalah memasukkan bola bola beton ke dlm mud vulcano atau pusatnya lumpur panas. Secara teknis upaya memasukkan bola2 beton itu tdk ada manfaat, krn masuk ke perut bumi, tp aktivitas itu dikerjakan sbg upaya komunikasi, agar rakyat melihat ada upaya serius yg dikerjakan. Itu yg namanya โSeing is Believingโ, dg melihat itu rakyat tenang, percaya, negara sdh bekerja.
Dalam konteks sengketa hasil Pemilu, kalau nanti diputus MK, mrk jg akan mengakui bhw MK telah bekerja maksimal, sbgmn yg terlihat sampai hadirkan 4 menteri jd saksi. Jika msh ada yg protes, dg gerakan perlawanan demokrasi, mrk akan dianggap sbg kelompok berisik yg tdk legowo. Kelompok yg tdk nerima kenyataan hingga bisa mengganggu persatuan & agenda nasional. Bahkan dituding akan menghambat upaya mewujudkan Indonesia emas. Itulah cara meredam gejolak politik dg mempengaruhi persepsi rakyat. Political reality is about perception.
Setelah panggung MK nanti selesai, kemungkinan selesai pula ruang legal untuk menyelamatkan demokrasi di negeri ini. Kenyataan yg hrs diterima, faktanya sebagian besar elite politik negeri ini memang sudah bobrok. Dan Jokowi berhasil menghimpun dan mengelola kebobrokan itu mjd kekuatan politiknya. Penegakan hukum yg ditakuti para elite yg bobrok. Jadi alat politik yg efektif bagi Jokowi. Membuat orang2 bobrok tak berdaya kecuali ikut Jokowi. Walhasil, law is a tool of political engineering. Sedang Kekuatan rakyat, kekuatan demokrasi makin "tidak berdaya". Sudah begitu masih dianggap sbg pihak yg mengganggu kepentingan nasional.
Sementara dg berjalannya waktu, sebagian besar orang akan sibuk mikir nasibnya sendiri drpd persoalan ngurus rusaknya Demokrasi. Case closed. Semua hanya jadi catatan sejarah buruk tentang demokrasi di negeri ini. ๐ฐ๐ฅ
Darah sudah tumpah. Nyawa sudah melayang. Keadilan harus ditegakkan. Tak ada ampun. Lawanโ๏ธโ๏ธโ๏ธ
Relawan Ganjar-Mahfud Tewas Diduga Dianiaya Pendukung Paslon Lain, TPN: Tak Bisa Dibiarkan!
https://t.co/0ujhbUN7ux
Mau nanya serius! Yang di sebelah kanan @gibran_tweet ibu Iriana bukan ? Masa Ibunda pak Jokowi meninggal bu Iriana gak ngelayat ? Mertua sendiri loh. Saya cari2 foto2nya juga susah apalagi videonya.
Biar gak jadi fitnah, sebaiknya ada yg bisa kasih foto bu Iriana waktu ngelayat. Mungkin media banyak yg luput saat meliput tidak sempat foto kehadiran bu Iriana. ๐