Tapi menariknya kalau kita perhatikan sebenarnya sentimen negatif ke aksi demonstrasi itu sudah JAUH berkurang. Lots more people are listening. They are hoping.
Utas Lanjutan.....
26/
15 September 2021, ICW merilis kajian tentang pengadaan perangkat TIK untuk digitalisasi pendidikan.
ICW menyoal besarnya anggaran, urgensi, potensi masalah tata kelola, dan risiko dalam proyek tersebut.
Sekali lagi: alarm sudah berbunyi.
https://t.co/i6ipKxczy3
1/
Kasus Chromebook bukan sekadar perkara laptop.
Ini adalah cerita tentang bagaimana pendidikan nasional bisa diseret oleh arogansi kekuasaan, konflik kepentingan, tata kelola yang rusak, dan kultus teknologi.
Saya menyaksikan sebagian proses itu dari dekat.
Di Vietnam kampung2, guru matematikanya nerapin differensiasi pembelajaran via asesmen.
Gw & temen2 guru udah tau teknik ini bisa klo ada Kahoot, device & koneksi internet.
Guru Vietnam? Modif cuma pake papan kecil, kapur, karton soal. Efeknya? Sama.
Tuh teknologi.
Semua argumen mas ini hanya didasarkan sakit hati dan solidaritas pada tech bros. Menurutnya inovasi pendidikan eksponensial gegabah itu nomor satu. Gaji guru nomor 1.5 kalau ga mau disebut menomorduakan.
Menurut gw cara pikir kayak gini akan bikin pendidikan gak maju2 sampai kapanpun.
After Nadiem dan antech2nya apakah pendidikan kita jadi lebih maju? Nggak. Skor PISA makin jeblok iya. Ketika di-confront jawabannya faktor covid.
Orang yang diwawancarai adalah guru. Bukan influencer it's self. Dia layak dapat panggung daripada kebanyakan kita, yang bukan guru.
Justru orang tech idealnya tanya ke mereka, sebagai techian, apa yang paling dibutuhkan untuk boost pendidikan kita, untuk siswa, untuk guru. Bukan malah merasa harus paling layak didengar pendapatnya dan para stakeholder seperti kerbau dicucuk hidungnya suruh nurut kalian. Kebalik. Kalian dengerin lalu upayakan bikin solusi. Ini dunia mereka, techian yang bantu.
Techian kan ada emang untuk membantu domain expertise bidang lain sehingga bisa memberikan value yang bisa dinilai paling efektif dan efisien. Para senior/dosen bidang tech juga sering bilang gini. Makanya soft skill 'MENDENGARKAN' ini jadi penting. Bukan mau menang sendiri, orang suruh ikut maunya elu tanpa dengerin kebutuhan paling fundamental stakeholder.
Kalau ini Gojek or Bukalapak which is swasta, go ahead. Nyari founding sendiri, stakeholder juga lebih kecil. Ini negara bos. Pake APBN yang dari duit pajak gue, elu dan semua pembayar pajak.
after endless edits, versions, and consultations with many (incredible) individuals, it is now finalised and ready. a gift on a blessed Friday morning.
the reading guide to Yang Mulia Tan Sri Prof. Dr. as-Sayyid Muḥammad Naquib al-ʿAṭṭās ḥafiẓahuLlāh
https://t.co/KRluGsB2jw
yujiem ini kapolres yg sama yg nanganin kasus argo kemarin dan mobilnya si pelaku bisa ganti plat tiba tiba tanpa ada proses lebih lanjut. Ironi banget.
https://t.co/IMpj5TKX1B
Saya membuat tread tentang Korupsi Chromebook dengan maksud menyederhanakan apa yang kami alami sebagai guru tahun 2021, dan bagaimana digitalisasi pendidikan meraup anggaran pendidikan, salah satunya kebijakan Chromebook. Untuk versi lebih panjang silahkan baca di bawah ini:
Sepanjang 2025 udah bisa cut ga langganan Disney+, ga ngikutin Marvel, Starwars, Pixar dll under Disney. Ga mau ngomongin lagi karya2 org yg ketahuan jelas zionist. Hidup baik2 aja. Yg ga baik2 aja korban genosida dari Zionisme yg didukung org2 itu.
Beliau ini lagi menjawab pertanyaan saya, kenapa siswa dan guru ditekan supaya gak posting menu MBG. Tapi jawabannya justru mempertanyakan karakter siswa yang memposting MBG. Maka saya tegaskan, "ada belatungnya! "
Beliau kemudian menjelaskan tugas guru itu seharusnya mengajarkan rasa syukur. Yang mind blowing, justru menormalisasi belatung "seperti di SPPG saya." Katanya pernah kejadian belatung dari kacang edamame.
Pertama, menormalisasi Belatung. Kedua, ternyata orang BGN punya SPPG juga. Ya sontak semua peserta kaget. Lho kok bisa orang BGN punya SPPG.
😅😅😅 pusing ah.
Work on your EQ. Two underrated skills that will bring you far in life;
1. Learn to give criticism without offending and to take criticism without reacting on impulse. Pause your reaction when you feel triggered, and think about how this criticism can help you grow instead.
@indepenSumatera Pesantrennya kokoh ya, bisa menahan dosa para pembalak hutan. Mestinya dapet alokasi APBN juga. Pesantren yg itutu, ga ada angin ga ada ujan rubuh, ulangin nyawa, eh dapet duit byk. Dipelihara utk lumbung suara
Even journalists couldn’t hold back their tears.
CNN Indonesia reporter Irine Wardani broke down while covering the Sumatra disaster, which has claimed at least 1,030 lives. Reporting live from Aceh with cameraman Urip Handoyo. 📍 Aceh Tamiang, Indonesia 🇮🇩