Kebetulan sdh melakukan ini semua sejak bertahun2 lalu.
Alurnya begini : rajin baca buku + rutin olahraga akan bikin otak fresh dan kreatif.
Krn otak kreatif x fresh, maka bisa lakukan side hustle dg sukses. Otomatis income nambah dan lalu bisa investasi + siap dana darurat.
let me tell you, daerah yang didatangi prabowo ini bukan lokasi yang kena kebakaran parah. lokasi yg didatangi dekat bandara, banyak warga yg speak up kalo yg didatangin itu kebun. bukan area hutan yg berhektar2 terbakar
kalo lu semua beneran perduli sama kondisi kalimantan, instead of bikin tweet menyanjung presiden gini, harusnya lu semua ngepost tentang keadaan riil disana
coba tebak nanti isi pidatonya? “saudara saudara, kondisi karhutla di kalimantan sudah teratasi. tidak separah seperti yang ada di sosial media” meanwhile yg lu datangin kebun orang
n one thing, pls stop ngebuat akun resmi seolah olah akun pribadi yg isinya cuman ngeframing semua masyarakat yg mengkritik itu JAHAT.
Sambil nunggu berita transfer United lagi soal Carlos Baleba dan LB yang mau dibeli, nih ada Quick Counter Attack dari jaman SAF, peralihan SAF ke Carrick, sampai era Carrick sekarang 🤣🤣
Counter attack mana yang jadi favorit kalian? 🔥🔥
Di masa yang akan datang, sepertinya mahasiswa, khususnya BEM UI, sudah tidak lagi demo di depan DPR.
Bundaran HI sekarang jadi episentrum demo di Indonesia.
Pas emang. Karena di Bundaran HI, semua orang bisa melihat, dari kelas menengah kantoran hingga investor.
Pesan ke teman-teman mahasiswa. Jangan terlalu malam. Begitu malam langsung tarik mundur. Mencegah hal2 yang tak diinginkan terjadi
Anak Muda yang sudah putus urat takutnya.
Insyaallah tudak lama mereka akan berhasil merebut Kemerdekaan dari bangsanya sendiri. Kamai berdo’a untuk kalian.
Pemain NAC Breda, Mats Seuntjens, kehilangan putrinya yang meninggal setelah baru dilahirkan, Celine Inaya Seuntjens Silva. Kabar tersebut diumumkan NAC pada 12 Agustus dan mengguncang komunitas klub yang sangat mengenal Seuntjens sebagai putra Breda.
Hanya berselang beberapa hari, Seuntjens berada di Rat Verlegh Stadion. Bukan untuk seremoni. Bukan untuk sekadar duduk di bangku cadangan. Meski dalam kondisi berduka, Seuntjens memutuskan tetap bermain melawan VVV-Venlo dalam laga Keuken Kampioen Divisie, Jumat (14/8).
Malam itu berakhir buruk: NAC kalah 0-2. Namun setelah peluit akhir, pertandingan seakan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.
Para pendukung NAC nggak langsung meninggalkan stadion. Mereka menunggu Seuntjens. Lampu stadion diredupkan. Para suporter menyalakan cahaya ponsel dan mengangkat spanduk bertuliskan: "De hemel is een sterretje rijker". Artinya kira-kira: "Surga kini memiliki satu bintang kecil lagi".
Seuntjens menangis, nggak mampu menahan emosinya ketika para pemain NAC satu per satu memeluknya. Elba, sang istri, juga ada di sana. Seuntjens bukan sekadar pemain NAC, tapi juga anak Breda.
Para suporter bukan sekadar melihat seorang pemain sedang berduka. Mereka sedang memeluk salah satu dari bagian mereka sendiri.
Sepak bola memang selalu punya cara untuk menyentuh hati terdalam kita. 💔
Persis 1998:
1. Bikin minoritas paling keliatan dan lemah sebagai musuh masyarakat
2. Jadiin target kekerasan
3. Rakyat lapar jadinya lupa yang bikin lapar itu yang mainin isu ini
Yang orang sering lupa, playbook orba kaya gini malah hasilnya gagal total dan ujungnya bikin suharto mundur, bahkan sampe harmoko sendiri yang minta
Ini yakin mau main kaya gini? Beneran sekutu atau ada agenda lain?
terharu banget liat video ini huhu 😭
waktu hotel ini mau dibangun, pengelolanya menemukan kalo lokasi tersebut ternyata udah lama jadi jalur kawanan gajah menuju pohon mangga liar.
akhirnya, jalur itu tetap dipertahankan.
jadi, kalo kita nginep di sini pas musim mangga, tamu diminta memberi jalan sambil menikmati momen langka ini dari jarak aman.
bahkan lobi hotel sengaja dibuat terbuka supaya gajah bisa melintas lewat resepsionis menuju pohon mangga favorit mereka 🥹❤️
Biar kasus membagongkan ini gak ketutup, aku bantu sebarkan.
Kapolres Nampung Duit Peredaran Narkoba, Sebagian Buat Umroh Keluarga.
Kronologisnya gini:
- Ada dua pengedar narkoba lagi bawa sabu ditangkap Ditresnarkoba Polda NTB. Ditelusuri, kedua orang ini bekerja untuk seorang wanita.
- Wanita ini ternyata istri dari seorang Polisi, Bripka IR
- Usut punya usut, ternyata Bripka IR menyetor ke atasannya, Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, AKP Maulangi.
- AKP Maulangi nerima duit gak cuma dari anak buahnya. Dia juga menerima dan menyalurkan setoran dari bandar narkoba bernama Koko Erwin.
- Gak berhenti di situ, AKP Maulangi juga setoran ke atasannya, yaitu AKBP Didik Putra Kuncoro, yang saat itu menjabat Kapolres Kota Bima.
- PPATK membantu penyelidik menyusuri aliran rekeningnya yang ternyata dipakai juga oleh tersangka Didik untuk membiayai umrah 7 orang keluarganya.
- Koko Erwin sempet jadi DPO dan ditangkap di Tanjung Balai, pas mau kabur ke Malaysia.
- Yaudah deh, semuanya sudah ditangkap jadi tersangka dan skrg lagi persidangan.
Pulang kerja, sekitar jam 1 malam. Abis nganterin salah satu team yg ikut lembur, gw mampir ke warung seafood pinggir jalan. Belum sempat makan malam tadi, jadi pesen ikan bakar sama nasi.
Lagi duduk, nunggu, gw disamperin anak kecil cowok, mungkin umur 5 tahun. Dia nawarin dagangannya jualan kerupuk.
Gw tanya:
“Ibu kamu dimana?”
Anak itu jawab:
“Di rumah.”
“Kamu sendirian jualan ini?”
“Nggak, itu sama kakak.”
Dia nunjuk kakaknya, mungkin masih SD. Duduk meringkuk sambil membenamkan wajahnya ke lutut.
“Berapa kerupuk kamu satunya?”
“15rb, om”
“Kamu bawa berapa?”
“Ada 10, di kakak juga 10.”
“Yauda panggil kakak kamu kesini.”
Anak kecil ini pun berlari ke kakaknya, dari jauh dia udah teriak memanggil kakaknya. Kakaknya nengok, terus anak kecil ini menunjuk ke arah gw, gw pun kasih gestur manggil ke tempat gw kayak kucing selamat datang di toko-toko wibu.
Dari jauh gw lihat kakaknya buru-buru ngusap muka, narik napas, lalu jalan ke arah gw.
Udah dekat, gw bisa lihat matanya sembab, anak gadis kecil ini sepertinya habis nangis.
“Kerupuk kalian ada 20?”
“Iya, om.” Jawab sang kakak.
“Sini saya beli semua, tapi kamu bagikan ya, ke semua, ke warung-warung sebelah juga, abis itu ke sini lagi.”
“Beneran om?”
“Iya.”
Si kakak tersenyum manis sekali, lalu dia segera mengajak adiknya bagi-bagiin kerupuknya ke semua orang.
Sambil nunggu, gw pesanin lagi nasi, ikan, udang, cumi, sama ayam goreng untuk mereka.
Setelah mereka balik ke meja gw, gw bayar lebih. Si kakak langsung hitung.
“Uangnya lebih, om.”
“Oh ya? Emang harusnya berapa?”
“300rb, om. Ini saya balikin lebihnya.”
“Wah hebat, kamu pintar dan jujur ☺️. Yaudah itu lebihnya hadiah buat kamu dan adik kamu.”
Dia lihat uangnya sebentar, terus lihat gw lagi. Senyumnya semakin lebar, matanya berbinar. Buat gw mungkin nggak seberapa. Tapi buat dia, kelihatannya berarti banget.
“Makasih, omm..! 🤩”
“Kamu sudah makan?”
“Udah.”
“Yaudah duduk sini, saya ada minta bungkusin makanan juga buat kalian. Tunggu ya.”
“Nggak usah om… kami sudah makan.”
“Saya pesan kebanyakan, daripada mubazir, jadi kalian bawa aja buat makan di rumah. Tanya tuh sama abangnya kalo nggak percaya.”
Abangnya pun jawab, “Iya ini lagi dibikin. Bentar ya.”
Akhirnya mereka duduk, awalnya mereka duduk di meja sebelah. Gw panggil lagi, “Sini aja duduk bareng.”
Gadis kecil itu pun akhirnya duduk di seberang gw, adiknya dipangku dia, duduk diam sambil goyang-goyangin kakinya.
Abis itu kita diam-diaman. Mencoba mencairkan suasana awkward ini, gw akhirnya nanya,
“Tadi kamu kenapa nangis?”
“Tadi belom kejual satu pun, om. Jalanan udah makin sepi. Aku takut pulang.”
Gw pun diam, nah loh… salah nanya kayaknya. Maksudnya kan mau bikin cair…
“Berarti udah bisa pulang dong sekarang? Hehehe”
“Iya…”
Abis itu yaudah kita sama-sama diem.
Kayaknya baterai sosial gw udah habis gara-gara meeting sama client dan pak Bule tadi.
Makanan mereka selesai, sudah dibungkus, mereka ambil makanannya dan pergi, nggak lupa juga mereka terima kasih dan salim sama gw. Gw yg jarang banget disalimin jadi awkward, hampir aja gw salim balik.
Abang seafoodnya juga ikut senyum ngeliat mereka.
Gw ngelihatin mereka jalan pulang sambil bawa makanan, tanpa sadar gw tersenyum kecil.
Ya minimal hari ini mereka pulang dengan senyum lah ya…
Gw pun nengok ke dapur. Si abang lagi nyantai ngemil kerupuk…
Lah…
😐: “Bang… punya gw mana?”
🙇🏻♂️: “Loh iya!! Saya bungkusin sama yg tadi pak!! Maaf, saya bikinin lagi ya, bentar…”
tau ga, selain dia, hewan nasional Argentina juga ga kalah keren dalam membangun sarang.
namanya Rufous hornero, sarang mereka terbuat dari lumpur basah, bentuknya kek cangkir terbalik dengan ruang luas di dalamnya.
uniknya, rufous hornero ga membangun sarang sendirian, melainkan bersama pasangannya.
setelah sarang selesai, mereka bakal terus bekerjasama mengerami telur dan merawat anak. jadi betina ga ditinggal setelah kawin dan bertelur.
nantinya, setelah anak mereka bisa terbang, mereka semua pergi dan ga balik lagi. jadi, sarangnya bisa dipake sama siapapun, baik itu burung atau hewan lainnya.
burung ini ditetapkan sebagai hewan nasional Argentina pada tahun 1928 karena melambangkan kerja keras, ketekunan, dan nilai kekeluargaan ❤️