@ustadchen Bukan hobi mahal, tapi menghasilkan sesuatu yg bernilai. Selain suka nyanyi + nulis, gue juga suka ngegambar. Klo mau mutualan bisa banget cek IG @-scratchandsketch. Jangan lupa cek jga main acc gue di IG @therulcifer ntar pasti difolbek hehehehe thanks
Again, kalian daripada nonton film tai G30SPKI, mending nonton film dokumenter Lagu Untuk Anakku. Film ini tentang para penyintas—perempuan-perempuan dan keluarga—dari tragedi 65. Mereka yang diasingkan ke kamp, bahkan sejak usia remaja. It's wayy better than G30SPKI.
Kok bisa ya orang cerita masa lalu trans sebagai "teman", tanpa consent dari orang diceritakan? Ini harmful loh.
Aku pas diwawancara dan dituliskan profilku aja, aku punya hak untuk review. Kalau ada bagian yang aku gak nyaman, aku bisa minta gak disertakan.
Jawa Barat konon menseriusi ganti nama provinsi menjadi Tatar Sunda.
Ada beberapa provinsi maupun kota/kabupaten yang agaknya perlu memertimbangkan ganti nama juga:
Jakarta->Jayakarta
Bekasi->Bhagasasi
Madiun->Madyahayun
Sidoarjo->Jiwana
“Kalo kamu menerima homoseksual, berarti kamu harus terima juga poligami, bestiality (seks dengan hewan), serta incest.”
Ini namanya argumen PIB yang pernah dibahas oleh John Corvino pada 2005. Kata Corvino, sebagian argumen buruk memang tak pernah mati 😃
@yappingfess since poto gw kepake, nitip info tambahan: wanita di kasus gak punya HIV. itu TUMOR. dia udah 10 tahun gak berhubungan segsual.
gak semua gay melakukan anak seks. dan gak semua orang yang seksualitasnya LGBTQ melakukan seks.
i made this template di @pinkairyy on ig
Maybe they're right when they say homophobia is a legacy of colonialism (the colonial power here is Indonesia)
Congratulations, 🇹🇱-ese queerfolks, you won't have this freedom if you still live under 🇮🇩 oppression
Happy pride 🏳️🌈😊
Waktu SMA, pikiranku soal kaum LGBT juga begini. Dulu inget banget pas jam kosong aku sama temen-temen lagi ngobrol. Terus ada yang nanya, "Kalau gay kan bisa saling tusuk, nah kalau lesbi ngapain?" Terus temenku dengan pedenya jawab, "Ya pakai dildo lah." 😭😭😭. Dulu bayanganku tentang LGBT ya di urusan seks doang.
Tapi semenjak kuliah, pandanganku mulai shifted. Aku jadi sadar kalau kaum LGBT ya sama aja kayak manusia pada umumnya, cuma ketertarikannya aja yang berbeda.
"Manusia pada umumnya" itu maksudnya apa? Ya mereka juga kuliah, kerja, ngeluh soal tugas, ngobrolin film, main game, curhat, nongkrong, pusing sama hidup, ketawa-ketawa bareng temen. Aktivitas sehari-harinya ya biasa aja.
Kalau kamu punya temen, biasanya apa yang diobrolin? Ya kehidupan sehari-hari kan? Kerjaan, tugas, hobi, makanan, gosip, rencana liburan.
Nah, kalau suatu hari kamu tahu ternyata temenmu LGBT, apa kamu langsung nanya, "Eh, kemarin pasti ngewe lewat pantat ya?" Kan enggak juga. Itu sama anehnya kayak kalau ketemu temen hetero terus langsung nanya, "Eh, semalam habis ngewe ya?" kan gak gitu ga sih?
Kadang kita tanpa sadar mereduksi satu kelompok orang cuma dari kehidupan seksualnya, padahal identitas mereka jauh lebih luas dari itu. Mereka ya manusia biasa yang kebetulan punya ketertarikan yang berbeda doang. Dah itu aje
We call on Indonesian authorities to urgently repeal its classification of the spread of LGBTQI+ culture as a 'non-military threat'. The forced removal of a scientifically backed online post that concluded homosexuality is not a mental disorder brought attention to the regulation, which places the spread of LGBTQI+ culture in the same category as terrorism, separatism and radicalism. Its removal sets a dangerous precedent of censorship and fortifies the harmful regulation itself.
CALLING INTERNATIONAL MEDIA
The 2025 Indonesian Presidential Regulation no. 111, released on 24 October, 2025, written on page 6, explaining non-military national threats include;
“..., and the spread of Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ) culture.”
-cont.
Setidaknya ada tujuh alasan kenapa kelompok kwir / LGBTQIA+ jadi sasaran empuk & kambing hitam oleh pemerintah.
Mereka tidak dikenal dengan baik, minoritas, penuh stereotipe, dan dianggap ‘tabu’.
Potongan dari tulisan kami di: https://t.co/iCvTnbhfn8
buat yang selama ini (sok) kritis ke rezim, gue mau kasih kalian sedikit exercise:
notice ga setelah narasi LGBTQ+ ini benar-benar dipolitisasi, sentimen teddy sebagai gay ini langsung turun.
ngeh ga? cuman ada dua kemungkinan:
1. kalian emang disetting
2. atau emang goblok aja
Yang ditutupin:
1. Keluarga Prabowo ditipu sama agen CIA bodong (Gaurav Srivatava)
2. Rupiah tetap melemah menuju 18rb walaupun Suku Bunga BI udh naik kurang dari 1 bulan
3. Mengalihkan emosi warga atas naiknya BBM Pertamax ke 16rb
4. Permintaan kenaikan Gaji Dosen Guru di MK